cerita dewasa susu ibu

Search Cerita Jilat Anus Bu Haji. Aku sudah nggak sabar lagi Semenjak saat itu keinginan yang terpendam dalam diriku selalu menyeruak Kukatakan aku mendapat inspirasi dari sana mata ini tak bisa rasanya untuk terpejam membayang kan wajah mbak Anun yang cantik,dengan buah dadanya yang membusung yang ingin rasanya aku selalu meremas buah dada tersebut Malam itu juga kutunjukan semua cerita dan Akumasa bodo deh denger ibu - ibu berkicau yang penting aku bisa liat terus Mbak Aning yang sesekali juga ngelirik aku , kalau bertatapan aku senyum doi juga dong . Si Nara nyodorin susu pepayanya minta aku isap dan siimut Ita ngangkat kaki sebelah keatas bangku , berdiri disamping aku dan minta dirojok nonoknya dengan telunjuk aku yang YaRoni menghisapi salah satu pentil susu ibu di bagian kiri dengan mulutnya. Baca Juga Cerita Dewasa : Suamiku Yang Lugu Ternyata Memuaskan. Sementara payudaranya yang sebelah kanan, sesekali dibelai dan diremas gemas oleh pemuda teman akrab dan kawan sekolahku itu. Seperti bayi yang kehausan, Roni menetek dengan lahap di payudara ibu yang besar. KumpulanCerita Sex Hot bergambar Cerita dewasa menikmati tubuh wanita yang sedang hamil muda Cerita Dewasa Cerita dewasa menikmati tubuh wanita yang sedang hamil muda Mesum Cerita Ngentot hamil, Ibu, janda, kesepian, lugu, mamah muda, nafsu, ngentot, STW, susu, tante Sedarah Cerita Bokep STW Tante Remaja daun muda setengah baya sma perawan hot terbaru 2021 CERITADEWASA PUNYA IBU TIRI ITU TERNYATA ENAK. Bokep Jepang September 24, 2018. FilmBokepJepang - Namaku Kemal, lahir di kota Tegal 25 tahun yang lalu. Aku menyelesiakan kuliah di fakultras kedokteran 3,5 tahun yang lalu, dilanjutkan dengan praktek asisten dokter (koas) selama setahun dan kemudian mengikuti ujian profesi dokter. Danke Dass Wir Dich Kennenlernen Durften. Namaku Dio, umurku saat ini16 tahun dan telah duduk dikelas 1 SMA. Aku seorang laki-laki yang biasa-biasa saja dan tidak terlalu populer dikalangan para gadis. Aku mempunyai nafsu seks yang cukup tinggi tapi tentunya hanya bisa aku tuntaskan dengan onani sambil menonton film dewasa, menyedihkan. Aku anak pertama dari keluargaku, adekku Sonya baru saja lahir5 bulan yang lalu dan masih dalam tahap pemberian asi yang rutin oleh ibuku. Kadang setiap ada kesempatan, aku dapat melihat payudara ibuku yang sedang asik menyusui adikku yang masih bayi. Ibuku bernama Risa masih berumur33 tahun karena ibuku menikah muda waktu umurnya masih 17 tahun, sedangkan ayahku saat ini berusia 41tahun berbeda 8 tahun dari ibuku dan sedang sibuk-sibuknya dengan proyeknya sehingga kadang pulang larut malam atau bahkan tidak pulang karena ada kerjaan di luar kota. Awalnya tidak ada perasaan apapun melihat ibuku yang sedang menyusui, namun sejak aku menonton film ataupun cerita porno tentang hubungan sedarah ibu dan anak, aku mulai tertarik memperhatikan payudara ibuku yang putih mengkal penuh susu kadang aku mulai berani beronani sambil membayangkan tubuh dan payudara demi hari nafsuku semakin tinggi saja, intensitas onaniku semakin sering dan tentunya yang menjadi target onaniku adalah ibu kandungku sendiri. Setiap ibu menyusui adikku, aku selalu berusaha mencari kesempatan supaya mendapatkan posisi yang pas melihat ibuku yang sedang menyusui, baik ketika sedang menonton tv atau saat dikamarnya. Awalnya tidak ada kecurigaan apapun terhadapku tapi lama kelamaan ibu mulai risih juga dengan kehadiranku setiap menyusui kenapa sih liatin mama terus? katanya padaku sambil matanya melihat kearahku yang sedang asik memperhatikan eh gak ada apa-apa kok mah.. kataku Tapi kok liatin mama terus sih? Cemburu ya sama adikmu? kata mama menggodaku. Kalau kamu mau susu bikin aja tuh di dapur, masih ada kok susu Prenag*n mama dulu katanya menggoda mama becanda nih, masa Dio disuruh minum susu ibu hamil sih ma kataku pura-pura ngambek, mamaku tertawa karenanya sehingga dadanya berguncang bahkan terlepas dari kuluman adikku sehingga memperlihatkan putingnya yang coklat kamu sih, lagian kamu ngapain sih liatin mama nyusuin adekmu? tanya mamaku lagi. Poker Online – Namaku toni adi nugroho, umurku 17 tahun, aku sekolah d salah satu SMA di surabya. Aku anak tunggal di keluargaku, kadang rasanya sepi karna tidak mempunyai saudara. ayahku kerja di salah satu rumah sakit d surabaya, dan ibuku hanya ibu rumah tangga biasa. Aku ingin berbagi cerita tentang aku dan ibuku, umur ibuku 38 tahun, dia adalah ibu terbaik di dunia ini. di usia ibuku yang 38 tahun dia masih terlihat cantik. Awalnya aku gak ada pikiran ingin melakukan hal gila kepada ibuku, semua berawal ketika aku gak sengaja melihat ibuku yang sedang mandi, waktu itu aku pulang lebih cepat dari biasanya karna guru-guru di sekolah ada rapat. mungkin karna ibuku mengira bahwa di rumah gak ada siapa-siapa jadi dia gak menutup pintu kamar mandi dengan rapat. Ketika melihat pintu kamar mandi yang sedikit kebuka jadi muncul pikiran untuk mengintip ibuku yang sedang mandi. tubuh ibuku yang putih mulus dan buah dada yang besar serta bokong yang montok membuat kontolku menjadi tegang. karna terlalu fokus pada tubuh ibu, tanpa sengaja aku mendorong pinntu kamar yang gak tertutup rapat itu sehingga aku tersungkur masuk kedalam kamar mandi tempat ibu mandi, ibu yang lagi asik mandi pun terkejut. “toni, kamu ngapain??” tanya ibu dengan ekspresi bingung. ”enggak mah, ini tadi ada tikus trus mau toni usir” karna bingung jadi aku asal menjawab. kemudian aku pun langsung lari ke kamar. di dalam kamar aku masih terus memikirkan tubuh ibuku yang seksi itu, aku pun coli dengan membayangkan tubuh telanjang ibu yang kulihat tadi.. beberapa jam kemudia ibu memanggilku. “toni… cepet turun makan dulu” teriak ibuku dari bawah.. aku pun langsung turun untuk makan siang, karna tenagaku habis untuk coli aku jadi sangat lapar. aku pun makan bersama ibu. ketika lagi asik menyantap makan siangku ibu melontarkan pertanyaan yang mengagetkanku. Poker Online – ” toni tadi km ngapain d kamar mandi pas mamah lagi mandi ? km ngintip mamah ya?” tanya ibu padaku. mendengar pertanyaan ibu aku pun jadi kaget dan tersedak. “uhuk,, egak kog mah, tadi itu ada tikus masuk rumah gede banget terus mau toni usir,eh toni malah kepleset jadi masuk deh ke kamar mandi.” kataku berusaha mencari alasan. ”kamu tuh pinter cari alasan, sebenarnya tadi km ngintip mamah mandi kan? Hayo ngaku” tanya ibuku denga nada yang leibih keras. “iya toni tadi ngintip mamah lagi mandi” jawabku dengan perasaan takut. “km nakal ya.. berani ngintip mamah mandi” “abisnya mamah sih pintu kamar mandi gak di tutup rapat, kan jadi kelihatan mamah lagi mandi” jawabku. “ya kan tadi mamah kira gak ada orang di rumah, lagian kamu gak seperti biasanya pulang cepet”. Kata ibuku. “iya ini tadi guru-guru di sekolah ada rapat, jadi pulangnya cepet” “lain kali jngan ngintip mamah lagi ya” jelas ibuku “iya mah, oya mah tadi itu tubuh mamah seksi bnget” sindirku kepada ibuku. “heh.. km ngomong apa, masih kecil udah ngomong seksi-seksi.” Balas ibuku. “yeee mamah, aku udah 17 tahun kali mah, udah gede” jawabku dengan cemberut. “oohh anak mamah ternyata sekarang udah besar ya…… udah tau yang seksi-seksi” “hehehehe…. iya dong mah’’ Setelah selesai makan akupun keluar karna sudah ada janji dengan temanku untuk menemaninya membeli kaset DVD dan aku juga membeli satu. Setiap malam aku selalu menyempatkan diri untuk belajar ya walaupun terkadang cuma membolak balik buku aja hehehehe. Kemudian aku teringat dengan kaset DVD yang baru aku beli tadi siang. Aku mengambil bungkusan yang sejak tadi siang aku letak kan di atas meja. Aku membeli film horor, judulnya “pocong pocong srigala”. Aku pun berfikir untuk menonton bersama ibuku, “kayaknya asik nih nonton sama mama” pikirku dalam hati, kemudian aku pun pergi kekamar ibuku untuk mengajaknya nonton film horor bersamaku. Sampainya di depan pintu kamar ibuku aku mendengar suara ibuku yang sedang mendesah keenakan seperti yg sering aku lihat di film-film bokep, kemudian aku mengetuk pintu kamar ibuku. Poker Online – “mah, mamah…. aku boleh masuk?” tanyaku dari luar kamar ibuku. “sebentar toni, mamah lagi ganti baju” jawab ibuku. Setelah beberapa saat ibuku pun menyuruhku masuk kedalam kamarnya. “ada apa?” tanya ibuku. “ini, toni baru beli film horor mah, mau gak nonton bareng sama toni?” jawabku ’iya boleh, sini nonton bareng sama mamah” jawab ibuku Kemudian aku memasukan kaset ke DVD player yang ada di kamar biuku, setelah memasukkan kaset tersebut kemudian aku pun naik ke tempat tidur ibuku, aku duduk di saping ibu. Kami berdua asik menonton film yang sangat2 tidak menegangkan itu sampai tiba-tiba ada adegan yang mengejutkanku, spontan aku pun langsung memeluk ibuku dan ibuku hanya tertawa melihat aksiku itu. “iiihh… mamah kog ketawa sih.” Kataku dengan agak kesal “kamu lucuh sih, udah besar kok masih takut. Hehehe” jawab ibuku sambil tertawa kecil. “mamah kan tau sendiri aku paling takut sama pocong” kataku “ya udah, sini duduk di depan mamah, biar mamah peluk biar kamu gak takut lagi” kata mamku sambil menarik tanganku untuk duduk di depanya. “apaan sih mah, kayak anak kecil aja” jawabku dengan sedikit kesal. “udah gak apa-apa, kan kamu emang masih kecil. Hehehe” Aku pun menuruti perkataan ibuku dan duduk di depannya. Dia memelukku dari belakang, pelukannya benar-benar terasa hanngat, sudah lama aku gak merasakan di peluk ibuku seperti ini. Harum tubuh ibuku, susunya yang besar seperti mengganjal d punggungku membuatku jadi memikirkan hal yang aneh-aneh di tambah ibuku hanya memakai piyama dan terlihat paha nya yang putih mulus karena tidak tertutupi piyama yang ibuku pakai. Aku jadi tidak konsen menonton filmnya, pikiranku semuanya benar-benar telah tertuju pada sosok perempuan yang sedang memelukku, tanpa sadar tanganku mulai bergerak mengelus-elus paha ibu yang putih dan mulus itu, ibuku pun kaget, mungkin dia merasa geli kemudian menyingkirkan tanganku dari pahanya, tapi tanganku tetap kembali mengelus paha ibuku. Poker Online – “toni.. kamu ngapain sih, geli tau..” kata ibuku “paha mamah halus, jadi enak klw di elus-elus” jawabku Ibu kemudian menyingkirkan tanganku dari pahanya lagi, tpi setiap tanganku di singkirkan dari pahanya tanganku pun kembali lagi sampai akhirnya ibu membiarkan tanganku mengelus-elus pahanya yang mulus itu. Di tambah lagi ada adengan panas di film horor tersebut yang membuat pikiranku membayangkan hal-hal yang bukan-bukan. Ketika tanganku sedang asik mengelus-elus paha ibuku dan mataku fokus ke layar tv tiba tiba tangan ibuku menutupi mataku. “anak kecil gak boleh ngelihat yang kayak gini” kata ibuku sambil menutup mataku. “apaan sih mah, aku kan udah besar mah.” Jwabku sambil berusaha menyingkirkan tangan ibuku. “kamu udah pernah ya nonton adegan kayak gitu?” tanya ibuku. “udah dong mah”jwabku. “hahahahahahaha” ’kog mamah malah ketawa sih?” tanyaku “gak apa-apa. Itu berarti anak mamah udah besar, udah tau yang kayak begituan” jawab ibuku sambil menunjuk adegan di film horor yang kami tonton. “tapi jangan sering-sering ya nonton film kayak gitu” lanjut ibuku. “iya mah. Kataku Cerita Ngentot Kenangan Malam Indah Dengan Ibuku – Kami pun melanjutkan menonton film horor itu, susu ibuku yang besar yang menempel di punggungku membuat kontolku semakin tegang dan ingin rasanya memegang susu ibu yang indah itu. Poker Online – “mah, susu mamah kog besar banget sih.” Kataku sedikit usil “hahaha, kamu nih toni bisa aja, kebanyakan nonton film begituan sih jadi pikiran km jorok” celetus ibuku sambil tertawa kecil. “tapi susu mama beneran besar, tersa banget di punggung toni’’ “toni mau pegang susu mamah?” tanya mamaku Aku kaget mendengar apa yang barusan di katakan ibu kepadaku. “beneran mah boleh pegang?” tanyaku untuk memastikan. ’iya boleh, kan dulu waktu kamu masih kecil sering kamu pegang”kata ibuku “ya itu kan waktu aku masih kecil” kataku, walaupun aku sebernya gk ingat kalau pernah megang susunya ibuku waktu masih kecil, mungkin ketika aku masih bayi. “mau pegang apa egak?” kata ibuku lagi “i iya mah, mau” Aku pun menggerakan tanganku agar bisa sampai ke gunung kembar yang sangat indah itu, ketika tanganku menyentuh susu ibuku jantungku jadri berdetak kencang, susu ibuku benar-benar lembut dan kenyal enak banget rasanya ketika di pegang dan membuat kontolku semakin tegang.. “mah, eeeemmmm boleh gak aku lihat susu mamah’’pintaku Ibuku tidak menjawab dia langsung membuka piyamanya dan membuat susu ibuku yang indah itu terlihat dengan jelas, aku pun meremas-remasnya, ibuku juga terlihat menikmatinya, aku gak nyangka bakalan bisa merasakan hal yang seperti ini. ’toni..”panggil ibuku “iya mah” jawabku sambil trus meremas-remas susu ibuku. “kamu boleh kog nyusu sama mamah lagi kalau kamu mau” katamamu. Poker Online – Aku kembali terkejut mendengar perkataan ibuku, bisa merasakan memegang susunya aja aku sudah seneng banget dan sekarang aku boleh menyusu padanya. “beneran mah?” tanyaku lagi “iya sayang” kata ibukut Tanpa pikir panjang lagi aku langsung menyusu pada ibuku, aku mengemut-emut punting susnya yang berwarna sedit merah jambu itu, aku menjilat-jilatinya. Ibuku sangat menikmati aksiku itu “oohh… toni… trus sayang. Trus…” “iya mah. Iya, susu mamah enak bnget” kataku smbil trus menjilati punting susu ibuku Tanganku yang satunya pun sepertinya tidak sepertinya juga tidak mau diam saja, aku mengarahkan tanganku yang kiri untuk sampai ke tengah-tengah selangkangan ibuku, sampai akhitnya aku menyentuh sesuatu yang lembab dan lengket, mungkin itu cairan yang keluar dari dalam memek ibuku. “toni!! “ triak ibuku “iya mah, maaf mah” aku kaget sambil menyingkirkan tanganku dari memek ibuku. “gak apa-apa sayang, trusin aja kalau kamu mau, gak apa-apa” “iya mah” aku pun meruskan aksiku memegangi memek ibuku ’ooohhh. Sssss aahhhh enak sayang. Masukin jari kamu sayang kedalam memek mamah” Aku menuruti permintaan mamah dan memasukan jariku kedalam memeknya, sambil terus menjilati punting susu ibuku. “mah, boleh gak toni cium bibir mamah” tanyaku “boleh sayang.”kata ibu Aku langsung mencium bibir ibuku, rasnya sungguh nikmat hangat dan lembut, lidah kami pun beradu dan air liurku dan ibuku bercampur menjadi satu, ibuku benar-benar kisser yang handal, dia menguasai permainan ciuman ini, aku pun tidak ingin kalah dan membalas keganansan ciuman ibuku dengan penuh semangat dan nafsu. Mungkin ciuman itu berlangsung sekitar 3 menit dan kemudian ibuku berhenti menciumku dan dia langsung memelukku. Pelukan ibu benar-benar tersa sangat hangat. Ibu mendekatkan bibirnya keteingaku dan berbisik kepadaku. Poker Online – “sayang, kamu mau gak puasin mamah malam ini, mamaf udah gak tahan ingin di puasin malam ini, mamah ingin ngentot sama kamu sayang” kata ibuku Mendengar bisikan ibu membuat ku semakin bernafsu dan kontolku semakin tegang dan mengeras. “iya mah, toni mau muasin mamah malam ini, toni akan berikan yang terbaik untuk amamh dan mamah pasti akan puas.” Jawabku. Cerita Porno Kenangan Malam Indah Dengan Ibuku – Sesaat kemudian ibuku melepaskan pelukanya, kemudian dia membuka piyamanya. Tubuh ibu yang putih mulus dan sexi yang aku lihat tadi siang ketika ibu lagi mandi kini berada di depanku dan telihat dengan jelas betapa indahnya wanita di depan hadapanku ini. Dua buah susu yang menggantung dan memek tembem yang di tumbuhi bulu halus membuat nafsuku semakin menjadi-jadi. Tanpa di komandoi ibuku aku langsung menciumi memek ibuku, menjilati klitoris ibuku. Rasanya sangat nikmat, terasa asin dan gurih hehe. “oohhhh. Aaahhhh enak sayang. Trusin sayang .. ooohhhhh” kata ibu sambil mendesah menikmati permainan mulutku. “sayang kamu kog pinter banget sih, kamu udah pernah ML ya. Ohhh sssssttt ahhhh” tanya ibuku sambil mendesah dan menjambak rambutku. “hehehe. Iya mah” jawabku sambil nyengir. “enak bnget sayang. Trusin sayang, masukin jari kamu sayang di kocok yang kenceng sayang” kata ibu Poker Online – Aku pun menuruti perintah ibuku, ibu terlihat sangat menikmati tubuhnya bergerak-gerak karna gerakan tanganku di dalam memeknya. Beberapa saat kemudian aku menghentikan aksiku karna aku gak mau ibu orgasme duluan sebelum aku memasukkan kontolku kedalam memeknya yang tembem itu. “mah, emutin kontolnya toni dong” pintaku “iya sayang, sini mamah emutin” jawab ibuku Kemudian aku membuka baju dan celanaku, kontolku yang selama itu terkurung di balik celanaku akhirnya bisa keluar dan bebas. Aku berdiri d depan ibuku. “kontol kamu besar banget toni, kontol papah aja kalah, hehe” kata ibuku “iya mah, dengan kontol ini toni akan puasin mamah” balasku Kemudian ibu langsung menjilati ujung kontolku dan memasukkannya kedalam mulutku, aku baru kali ini merasakan kontolku di emut oleh perempuan, ya walupun sering ML sama pacarku tapi dia gak mau ngemuti kontolku, rasanya sungguh nikmat, “ahh. Enak mah, sambil d kocok mah kontolku” kataku “iya sayang” balas ibuku Ibuku pun melakukan apa yang aku perintahkan. Ibu sangat pintar dalam hal menyepong kontol, mungkin karna sering melakukanya dengan papah. Sekitar 4 menit ibuku mengemuti kontolku yang lumayan besar ini ya walaupun gk sebesar kontol orang barat. Hehe ’sayang masukin dong kontol kamu ke memek mamah, mamah udah gak tahan sayang” pinta ibuku. “iya mah, toni masukin”jawabku Poker Online – Aku pun mundur sedikit kebelakan, posisi ibuku tidur terlentang sambil kedua kaki di buka mengkangkang, gak tau d tempat kalian bahasanya apa. Aku mulai memainkan kontolku, aku tepuk-tepukkan kontolku kememek mamah, aku gesek gesekan kontolku ke klitorinya, mamah semakin bernafsu, nafasnya semngakin terengah-engah. “sayang cepetan di masukin, jngan buat mamah menunggu lama sayang” kata ibuku Aku pun memasukkan kontolku ke memek ibuku, walaupun ibu berumur 38 tahun tapi memeknya masih sempit, mungkin karna ibu sering melakukan perawatan terhadap memek nya, setelah berusaha sedikit keras akhirnya kontolku pun bisa masuk kedalam memek , ibuku, rasa hangat yang menyelimuti kontoku, rasa basah becek yang aku rasakan ketika kontolku masuk kedalam memek ibu membuatku semakin bernafsu, sambil menggenjot ibuku, akupun meremas-remas kedua buah susu ibu yang sangat besar itu, “ahhhh.. ssssss ohhhhhh enak bnget sayang, trus genjot yang kenceng sayang, yang kenceng ahhhh. “ desahan yang sangat erotis membuatku semakin bersemangat. PLOK PLOK PLOK PLOK. Begitulah kira kira suara ketika kontolku beradu dengan memek ibu. “mah enak gak mah, nikmat gak mah, mamaf puas gak?”tanya ku sambil terus menggenjot memek ibu. “aaaahhh,, iya sayang, enak banget, nikmat banget, puasin mamah trus sayang. Ahhhh oohhh ssssstt aahhh..” kata ibuku sambil tak henti-hentinya mendesah. “iya mah, malam ini akan menjadi malam terindah untuk mamah, toni akan puasin mamah sampai maksimal” kataku Cerita Sex Kenangan Malam Indah Dengan Ibuku – Setelah beberapa menit aku menggenjot dan mulai kluar kringan d tubuhku dan tubuh ibuku, aku pun berhenti dan meminta ibu untuk bertukan posisi. Kali ini aku minta posis WOT. “mah capek nih, tukar posisi dong, mamah diatas ya, gantian mamah yang genjot”kataku “iya sayang.”kata ibu Poker Online – Kemudian ibu bangun dari tidur terlentangnya dan aku yang gantian tidur terlentang. Ibu mulai menaikiku dan memasukkan kontolku kedalah memeknya. “aahhhh.. sayaaaanggg…” desah ibuku sambil nenggenjot. “enak mah, terusin mah. Enak” kataku Mamah sangat bersemangat, dia menggenjot kontolku dengan penuh nafsu. “enak sekali sayang, aaahhhhh ohhhhhhhh. Kamu bner-bener pinter muasin mamah sayang”kata ibu sambil trus menggenjot dan mendesah. “iya dong mah, kan toni udah janji akan muasin mamah malam ini” Sudah sekitar 16 menit kami ML dan kamu belum juga mencapai puncak, ternyata ibuku juga tahan berlama-lama. Mungkin dia tidak ingin mengakhiri kesenangan dan kenikmatan ini dengan cepat begitupun aku, aku berusah untuk tetap tahan dan tidak keluar duluan, karna aku masih ingin trus menikmati memek ibu yang tembeh nan indah itu, sambil ibu menggenjot akupun sambil meremas-remas susunya. Karna ibu terlihat sudah capek kamipun berganti posisi seperti semula, ibu d bawah dan aku yang menggenjot. Kali ini kontolku bisa masuk dengan mudah ke dalam memek ibu karna memek ibu suadah sangat basah dan ada sedikit ledir yang keluar dari dalam memek ibu “sayang, genjot yang cepet trus sayang, bentar lagi mamah mau kluar” kata mamah sambil mendesah tanda bahwa dia sangat menikmati permainan ini “iya mah, toni juga udah mau keluar.” Kataku Poker Online – Akhirnya setelah 20 menit kami melakukan permainan ini, buku pun orgasme “mamah keluar duluan sayang. Ahhhhhhhh ooohhhhh sssssssttttt” desahan ibu terdengar lebih keras tanda dia sudah keluar, tangannya mencengkram bantak yang ada di sampingnya denga kuat dan tubuh ibu menggeliat. Semprotan cairan dalam memek mamah menerpa kontolku, begitu hangat dan nikamt membuatku juga sampai ke puncak permainan “mah toni mau keluar juga nih, toni keluarin di dalam memek mamah ya” kataku “iya sayang keluarin, keluarin di dalam memek mamah yang banyak sayang” kata ibu “mah aku kluar, aku kluar, ahhhhhhh” Akhrinya spermaku menyembur keluar masuk kedalam memek mamah dan menembus rahimnya, rasanya nikmat sekali ketika menyemburkan sperma kedalam memek. ibu pun menggeliat ketika semburan spermaku menusuk di dalam memeknya. Aku pun menarik keluar kontolku dan ketika aku menarik keluar kontolku mengalir sedikit lelehan spermaku yang aku keluarkan di dalam memek ibuku. Ibu terkapar lemas dengan nafas berat dan terengah-engah. Aku juga terkapar di samping tubuh ibu, aku mencium bibir ibu dengan lembut dan dia juga membalas ciumanku dengan lembut juga “makasih ya sayang, mamah bener-bener puas malam ini” kata ibuku “iya mah, toni juga puas banget” jawabku. Poker Online – Beberapa saat kemudian aku memakai bajuku dan ibu juga memakai piyamanya kembali, tanpa sadar ternyata film horor yang kami tonton sudah berakhir, laku aku keluar dari kamar ibu sambil membawa kaset film horor yang kam tonton setenganya tadi. Sebelum sempat aku keluar kamar, ibu memanggilku. “toni..” panggil ibuku “iya mah” jawabku sambil menoleh ke arah ibu “kejadian malam ini jangan bilang papah ya sayang.” Kata ibuku “iya mah, toni janji akan jaga rahasia” kata ku “makasih sayang, mamah puas sekali, mmuuaaacchh.” Kata mamaku sambil memberikan kiss bye Aku hanya tersenyum dan beranjak meninggalkan kamar ibu. Sampainya di kamarku aku terdiam sejenak dan berfikir “kenapa ibu tadi bisa ML sama aku ya” pikirku dalam hati, ah sudah lah mungkin ibu merasa kesepian karna papah slalu pulang larut malam yang penting malam inia ku puas dan menjadi malam terbaiku… Ini adalah kisah antara Wawan dengan bundanya yang begitu lembut dan KristaHujan turun lebat sekali hingga membuat jarak pandang menjadi sangat terbatas. Wawan berusaha keras untuk melihat jalanan di depannya. Bundanya, Krista, duduk di kursi sampingnya mengintip keluar berusaha menembus derasnya hujan yang turun. Setiap beberapa saat, Krista menoleh dan memandang ke luar jendela belakang selama beberapa detik kemudian melihat kembali ke depan.“Bunda berharap bahwa mereka baik-baik saja,” ia bergumam.“Oh, mereka akan baik-baik saja Bunda,” kata Wawan, dalam hati ia berharap bahwa ia keluarga Wawan sedang berlibur di daerah pegunungan saat itu. Tony ayah Wawan, Kania adiknya Krista, dan adik kecil wawan, Marsya berada di mobil kedua di belakang mereka. Mereka memakai dua mobil karena Kania harus pulang pada hari Selasa. Sedangkan Wawan, Krista, Tony, dan Marsya berencana untuk pulang hari Jumat mereka keluar tadi pagi, memang sudah mulai gerimis, tapi tak lama kemudian berubah menjadi hujan yang lebat. Hujanterus mengguyur dengan derasnya sepanjang pagi dan membuat perjalalanan mereka mejadi agak lalu berhenti di tukang jual bensin pertama yang dapat mereka temui sekitar pukul dua belas. Mereka lalu mengisi bahan bakar dan makan bekal yang mereka mereka melanjutkan perjalanan, Kim ingin si kecil marsya semobil dengannya. Kania sangat menyukai keponakannya yang baru perjalanan hanya sekitar satu jam lagi sebelum mereka sampai di tempat tujuan. Mereka pikir memisahkan Marsya yang berumur satu bulan dengan ibunya tidaklah masalah. Karena tak sabar ingin sampai tujuan, Wawan dan Krista yang semobil melanjutkan perjalalan lebih dulu dari pada Tony dan yang melirik arlojinya, sudah sekitar satu jam sejak mereka berhenti tadi.“Wawan pikir tadi lihat Ayah matiin lampu mobilnya,” katanya, memperlambat lalu mengarahkan mobilnya keluar dari jalan besar menuju jalan yang lebih kecil.“Hati-hati nyetirnya wan, liat jalan yang bener ya” bundanya mengingatkan, “jangan sampe kejebak lumpur-lumpur… ntar nggak bisa keluar lagi”“Ok Bun,” ia tertawa menyusuri jalan sampai mereka tiba di sebuah jembatan reyot. Wawan menghentikan mobil, lalu keluar dari mobil dan berjalan ke arah jembatan dan melihat ke bawah. Sungai, yang biasanya tenang dan lambat sekarang menderu dalam, berlumpur. Gelombang air menabrak tiang jembatan. Mereka tampak agak rapuh, tetapi mereka sepertinya masih cukup kuat.“Bagaimana wan?” “Heh…” Wawan agak terkejut, tidak tahu bundanya telah di belakangnya.“Bisa dilewatin nggak kia-kira wan?”“Eh, Kayaknya bisa Bun,” ia bergumam, “Kalo menurut Bunda?”“yah kayaknya sih bisa,” Kata Krista, “Rasanya cukup kokoh.”“Oke, kita coba Bun,”.“Haduh Bunda basah kuyup deh” Bundanya tertawa saat mereka kembali ke mobil, “Bunda nggak sabar untuk sampai ke pondok dan nyalain perapian.”“Siap-siap Bunda” kata Wawan, memasukkan gigi satu dan perlahan-lahan menuju ke tampaknya kokoh ketika mereka di atasnya. Jembatannya kira-kira cuma sepanjang lima belas meter, tapi butuh mereka dua atau tiga menit untuk sampai tiba-tiba, tanpa peringatan, mereka merasa jembatan bergoyang dan ada yang bergeser di bawah mereka.“Oh, Tuhan,” Krista berteriak “jembatannya mau runtuh.”Wawan langsung tancap gas. Pada saat-saat terakhir jembatan mau runtuh, akhirnya Mobil bisa menyeberang dengan itu akhirnya runtuh ke dalam air di belakang mereka. Dewi keberuntungan masih berpihak ke menginjak rem, berusaha untuk menjaga mobil tidak keluar dari jalanan, dan masuk ke dalam lumpur. Setelah meluncur beberapa meter, mobil akhirnya berhenti hanya beberapa sentimeter dari bahu jalan yang duduk tak bergerak, tangannya berada di stir untuk beberapa saat. Akhirnya, ia memandang ke arah bundaya. Dia tampak pucat, duduk menatap keluar ke hujan deras. Akhirnya ia berpaling dan memandang ke arah Wawan dan tersenyum lemah.”Ya, Tuhan, nyaris…” bundaya mendesah.“iya nyaris Bun,” kata beberapa menit, tangannya sudah berhenti gemetar, wawan membuka pintu mobil. ia melangkah keluar ke hujan lebatsekali lagi, Bundanya juga melangkah keluar dari melangkah terhuyung-huyung kembali ke tempat yang tadinya jembatan itu berdiri yang sekarang telah rubuh.“Telat sedikit aja kita pasti jatuh Bunda, nyarus banget…” Kata satu pun dari mereka berbicara selama beberapa saat ketika mereka menatap ke arah sungai di bawah.“Oh, itu mobilnya ayah” tiba-tiba bundanya berseru.“Cepet telpon ayah.. bunda!!” teriak Wawan saat ia mulai melambaikan tangannya dengan panik, mencoba untuk membuat mereka berhenti sebelum mereka jatuh ke berbalik dan berlari menembus hujan menuju mobil. Membuka tasnya, dan langsung menelepon Tony.“Ayo, angkat dong ayah,” gumamnya, menatap ke arah mobil yang perlahan-lahan mendekati sungai.“Halo, ada apa mbak,” akhirnya dijawab Kania adiknya.“Awas Nia di depan jembatannya rubuh.”“Ya, Kita lihat Wawan melambaikan tangan.”Tidak seorang pun berbicara untuk beberapa saat karena mereka semua menyaksikan Wawan dengan letih dan lesu berjalan kembali ke mobilnya.”Nah, sekarang gimana Bunda?” ia bertanya, ketika sudah kembali di balik kemudi.“Bunda nggak tahu,” Krista bergumam, mencoba berpikir apa yang harus bahwa rombongan Tony tidak akan bisa menyeberangi sungai dalam waktu dekat. Mereka bisa berbalik dan kembali mencari tempat penginapan terdekat untuk bermalam. Meskipun Krista masih menyusui Marsya, ia telah menyiapkan cukup banyak susu formula sehingga tidak akan menjadi masalah untuk beberapa waktu ke mendiskusikan alternatif-alternatif dengan Tony selama beberapa menit. Akhirnya Tony setuju bahwa dia, Kania, dan Marsya akan kembali ke tempat penginapan terdekat dan bermalam di sana. Tony akan melaporkan kejadian ini ke pihak yang berwajib istri dan anaknya terdampar disana. Dia akan memberi tahu istrinya apa rencananya untuk lalu menutup telepon, dia menjelaskan kepada Wawan apa yang mereka telah memandang ke kaca spion. Keduanya memperhatikan dengan cemas ketika Tony perlahan-lahan dengan hati-hati mundur. Sepertinya berjam-jam lamanya, namun akhirnya mobil ayahnya mundur ke jalan raya dan menghilang di hujan deras.“Yah kita berdua aja deh wan,” Krista menyeringai tegang.“Yah begitulah Bunda” jawab mereka berhenti di depan pondok dan keduanya duduk mengamati hujan yang turun di kap mobilnya. Perjalanan ke pondok rasanya lama sekali, Wawan cuma bisa memacu mobilnya kira-kira lima kilometer per tampaknya tambah lama tambah lebat.“Tetek Bunda sakit nih sakit Wan. “ “Maaf?” Wawan tersipu, tak percaya apa yang didengarnya.“Jangan kayak pemalu ah,” sergah Krista, “sudah hampir lima jam sejak Bunda netekin Marsya terakhir kali dan sekarang tetek bunda rasanya penuh dan sakit.”“BUNDA,” kata Wawan terbata-bata, Wajahnya memerah “malukan …!!!!”“Oke, Mr …” Krista tertawa lalu membuka pintu mobil, “ayo kita turunin barang-barang dari mobil.”Wawan melangkah keluar ke hujan, dengan wajah memerah. Dia tidak percaya apa yang bundanya katakan barusan. Lagi pula, itukan ibunya dan ia belum siap untuk sejenak, ia berdiri di tengah hujan lebat memikirkan payudara bundanya. membayangkan payudaranya, besar dan bengkak, penuh susu mengirim gairah tersendiri ke dalam pikirannya. Gemetar, iamelihat ke atas dan membiarkan basah dingin air hujan menerpa ke wajahnya, berharap hal itu akan mencuci pikiran kotor dari ia memandang dan melihat bundanya dengan tidak sabar berdiri di belakang mobil. Memalukan pikirnya, ia berlari dan membuka bagasi. Keduanya meraih sebanyak yang mereka bisa dan bergegas ke pondok. Dia menurunkan bawaannya di teras dan kembali ke mobil sementara bundanya membuka pintu tinggal di dalam sementara ia berjalan mondar-mandir bongkar muat mobil. Butuh waktu tiga puluh menit di bawah siraman hujan untuk menurunkan semua barang-barang yang mereka bawa, tetapi ia terus memikirkan apa yang dikatakan ibunya menata barang-barang serapi mungkin.“Nih tas Kamu Wan” Kata sang bunda sambil menyerahkan tasnya, “cepet ganti pakian yang kering sebelum nanti kamu masuk angin, terus kamu nyalain api unggunnya, sementara Bunda ganti baju”.Dia menendang lepas sepatunya yang berlumpur dan berjalan basah-basah ke dalam satu kamar mandi di pondok. Ia lalu melepaskan semua pakaiannya yang basah, rasanya seperti dia baru saja mandi air es. Memandang dirinya di cermin, pikirannya tiba-tiba kembali ke bundanya. Ia membayangkan Bundanya sedang pada diri sendiri karena memikirkan pikiran-pikiran seperti itu, ia mengeringkan rambutnya dan mengeluarkan sepasang celana pendek longgar dan sweter. Sebuah kombinasi yang aneh, pikirnya, tetapi setelah ia mendapat menyalakan api unggun, akan terasa betapa hangatnya pondok kecil itu hanya memiliki empat ruangan. Dua kamar tidur, kamar mandi dan sebuah kombinasi ruang tengah, dapur, ruang tamu. Perapian batu besar akan membuat seluruh pondok hangat dalam waktu kurang lebih satu jam, kalau dia tidak keluar dari kamar mandi, ia melihat bahwa bundanya sedang menunggu dengan sabar sampai ia selesai.“lama amat sih” kata bundanya dan melangkah dengan mantap menujukamar mandi. “Bunda pikir kamu pingsan di sana.”“Bunda kayak tikus kecebur got” Wawan tertawa ketika bundanya berjalan dengan rambutnya yang basah kutup bundanya masih terlihat cantik, pikirnya, saat dia mulai menyalakan api unggun. Wawan jadi tersipu-sipu saat memikirkan hal itu. Tubuhnya tampak seksi untuk wanita seusianya. Wawan punya banyak kesempatan untuk melihat tubuh bundanya selama liburan di Bali waktu itu ketika bundanya bermalas-malasan di tepi pantai dalam pakaian Wawan memarahi dirinya sendiri karena telah membayangkan ibunya seperti bisa mendengar suara pancuran bundanya ketika ia sedang berusaha untuk menyalakan api. Membayangkan tubuh bundanya, ia ingin menyelinap dan mengintipmelalui lubang kunci. Kembali ia mememarahi diri sendiri karena berpikir seperti ia dan ayahnya telah mempersipkan pasokan kayu untuk seminggu saat terakhir kali mereka di pondok. Api kecil akhirnya mulai menjilat di kayu dan tak lama kemudian api di depan api, ia menusuk-nusuk tumpukan kayu saat pikirannya kembali kepada bundanya. Ia mendengar teman-temannya ngomongin tentang wanita hamil dan wanita menyusui. Mereka mengatakan bahwa payudara wanita menyusui menjadi besar dan penuh susu dan sebagainya. Mereka bahkan mengatakan bahwa jika seorang wanita tidak punya bayi untuk mengisap payudaranya, mereka akan hari. Tersipu-sipu, ia segera berdiri danmulai merapikan ia meraih kemaluannya melalui celana untuk membetulkan posisinya itu, bundanya melangkah keluar dari kamar mandi. Dia mengenakan mandi jubah mandi warna pink dan mengeringkan rambutnya dengan handuk putih berpandangan selama beberapa saat. Kemudian, Wawan berpaling dan membetulkan posisi kemaluannya yang bengkak ke posisi yang lebih nyaman.“kamu baik-baik aja, sayang?” tanya bundanya, berjalan ke arahnya dengan kedua lengannya di atas kepalanya mengeringkan rambutnya.“Uh, Yeah, eh, baik bunda,” gumamnya, melihat ke arah Bundanya berjalan menyeberangi ruangan menuju ke arahnya ia tidak bisa mengontrol matanya memandangi payudara bundanya yang montok. Dalam keadaan bengkak, payudaranya tampak besar.“kamu yakin kamu baik-baik aja?” ia tersenyum padanya dengan pandangan bertanya pada wajahnya, “Muka kamu kok merah?”“Ya, eh, mungkin kena panasnya api unggun” ia bergumam,” Wawan terlalu dekat.”“Oh,” katanya, melangkah ke sampingnya dan menjatuhkan handuk ke tidak mengatakan apa-apa untuk beberapa saat ketika ia berdiri di samping wawan untuk menghangatkan tangannya. Wawan takut untuk bergerak dan berdiri menunggu dengan cemas. Saat ia menunggu, ia tidak bisa menahan diri untuk melirik kembali ke arah gundukana payudara bundanya di bawah baju mandi yang tebal dan bundanya tidak memakai apa-apa lagi di balik itu, ia bertanya-tanya dan merasakan penisnya berkedut lagi.”Minum anggur yuk wan biar badan kita hangat” Bundanya berkata.“Eh, tentu Bunda, ide bagus,”“Bunda belum ngucapin terima kasih ke kamu nih atas yang kamu lakuin tadi” katanya pelan, membungkuk dan memberinya ciuman lembut, penuh kasih di pipi. “kamu mungkin udah nyelamatin hidup kita.”Ah Bunda,” katanya merendah dan wajahnya memerah sekali lagi.“Sungguh,” ia tersenyum padanya, “kita mungkin akan jatuh ke sungai kalo kamu nggak bereaksi begitu cepat.”“Siapa pun akan melakukan hal yang sama,” katanya, berharap bundanya tidak akan melihat tonjolan di celana pendeknya saat ia bergegas ke menemukan beberapa botol anggur di lemari dan mengambil satu. Saat ia berjuang untuk membukanya, ia diam-diam melihat bundanya dari sudut matanya. Bundanya sedang membungkuk, membiarkan hangatnya api mengeringkan rambutnya yang hitam ikal sebahu. Jubahnya agak terbuka cukup untuk memberinya satu payudaranya yang bunda ngga pake apa-apa lagi di balik jubahnya, pikirnya. Dan penisnya mengeras lagi dan dia hampir menjatuhkan botol anggurnya.“Susah ya wan?” Bundanya bertanya dari seberang ruangan.“Eh, ngga, itu… gabusnya, eh, hanya sedikit keras,” dia bergumam.“Perlu bantuan, Sayang,” ia bertanya, sambil sedikit membungkuk sehingga jubahnya terbuka lebih lebar.“Eh, ngga Bunda” ia menelan ludah, berusaha untuk menjaga matanya terpaku pada besarnya kedua payudaranya dan membuka sumbat botol pada waktu yang bisa melihat hampir seluruh payudaranya yang putih dan besar sampai ke aerolanya. Berusaha untuk bisa melihat lebih, tapi tidak sampai bisa melihat putingnya.“Bunda udah haus nih Wan” kata Bundanya dari payudara Bundanya pun buyar, ia mendongak dan melihat bahwa Bundanya telah memergokinya. Dia tersipu malu ketika ia menyadari bahwa bundanya telah memergokinya tapi tidak melakukan apa pun untuk menghentikannya.“Kamu suka sama tetek bunda wan?” kata bundanya, akhirnya bundanya menutup jubahnya.“BUNDA,” sergah wawan, pikirannya dalam gejolak kebingungan.“Yah, tadi kamu ngeliatin kan?”Ia tidak bisa berbicara. Malu… ia tidak bisa menemukan kata-kata untuk mengungkapkan tidak bisa mengatakan apa-apa lagi untuk beberapa saat. Tangannya gemetaran sekali, dia butuh waktu lama untuk mengisi gelas dengan anggur. Masih dengan muka memerah, perlahan-lahan kembali ke tempat bundanya dan memberikan segelas dengan gemetar.”Ngga apa-apa kok wan,” Krista tersenyum lembut sambil mengulurkan tangannya dan memegang tangan anaknya untuk menghentikan tidak tahu apa yang harus dia katakan atau lakukan. Krista akhirnya mengambil gelas anggur dari tangan anaknya yang tampaknya membeku. Dengan tersenyum hangat, Krista perlahan meneguk lalu meminum anggurnya, dan hampir mengosongkan gelasnya di tegukan pertama.“Wah, kamu haus sekali kayaknya ya wan” ia tertawa hangat.“Iya nih bunda” serunya sambil menghabiskan gelasnya yang kosong sebagai alasan untuk meninggalkan bundanya, sekali lagi, ia berjalan kembali ke rak mengisi gelasnya, ia menoleh dan melihat bahwa ibunya sedang duduk di sofa di depan perapian. Dia punya kaki yang indah, Bundanya tersenyum hangat padanya.”Ayo ke sini wan duduk samping Bunda” ia tersenyum padanya, sambil menepuk sofanya.“Eh, eh, oke bunda,” gumam Wawan, ia lalu tersandung dan hampir jatuh ketika ia berjalan ke arah bundanya.“Bawa sekalian botolnya wan,” lalu kembali dan mengmbil botolnya, menghampiri dan duduk di sofa di samping Bundanya. Udara dipenuhi dengan aroma segar sabun mandi mereka ketika mereka berdua duduk didepan perapian. Waktu berlalu perlahan ketika mereka mengobrol berdua sambil menghabiskan sebotol anggur.“Kamu mau tiduran di pangkuan Bunda wan, kayak kamu masih kecil dulu? “akhirnya krista bertanya kepada wawan.“Eh, eh, iya Bunda,” katanya, sambil menaruh gelasnya yang kosong di lantai, Wawan pun merebahkan kepalanya di lembutnya pangkuan Ibunda. Harum tubuh Bundanya yang habis mandi membawanya kembali kenangan indah masa kecilnya ketika ia berbaring memandangi wajah Bundanya. Dia melihat senyum Bundanya yang terasa hangat sambil perlahan-lahan jari lentiknya mengelus dalam aroma yang menyenangkan, wawan perlahan-lahan menutup matanya. Mendengarkan suara hujan membasahi jendela, ia jadi mengantuk. Rileks karena anggur, api, hujan dan aroba bundanya yang hampir memabukkan, Wawan pun perlahan-lahan hanyut dalam alam tidak tahu berapa lama ia telah tertidur, tetapi ia masih bisa mendengar bunyi rintik hujan ketika ia perlahan-lahan kembali terjaga. Tiba-tiba ia menyadari bahwa pipinya basah. Apa atapnya bocor ya? ia bertanya-tanya. Pantas lah bocor kalo hujannya sederas itu, pikirnya. Perlahan-lahan, ia membuka mata dane mendapati dirinya menatap bundanya yang bertelanjang ia melihat bahwa jubah ibunya entah bagaimana telah terbuka dan memamerkan payudaranya. Tidak percaya dengan yang dilihatnya, ia melihat puting susu bundanya telah menempel di pipinya. Lalu ia melihat tetesan kecil air susu keluar dari putingnya. Terpesona ia melihat aliran kecil air susu ibu meresap keluar puting bundanya dan mengalir melengkung ke bawah iayudara bundanya yang saja dia merasa kemaluannya membengkak keras ketika ia terngangga dengan penuh pesona. Wawan menjadi takut untuk bergerak. Akhirnya, ia mengalihkan pandangannya dari payudara bundanya dan melihat bahwa rupanya bundanya telah ketiduran juga. Bundanya ketiduran dengan pipi menempel di melihat kembali turun ke payudaranya, ia benar-benar terpesona dengan payudara bundanya. Sekarang dia begitu dekat dengan payudara bundanya, dia bahkan bisa melihat urat-urat biru rasanya ya mengisap putting susu bundanya, ia bertanya-tanya dalam hati. Tidak, ia tidak bisa melakukan itu, pikirnya. Itu sudah kelewatan. Apa yang akan Bundanya katakan kalau ia terbangun dan menemukan dia mengisap payudaranya? Dia mungkin akan membunuhnya. Menatap ke arah puting merah muda bundanya, ia tidak bisa menahan diri dari mulai menghadapkan kepalanya ke arah setetes susu bundanya jatuh menetes ke bibirnya, ia menjadi begitu bergairah, ia seperti mau ejakulasi. Dia belum pernah merasakan gairah seperti itu. Seluruh tubuhnya berdenyut-denyut seperti dialiri listrik ketika ia perlahan-lahan membuka mulutnya. Saat bibirnya membuka, puting bengkak bundanya menyelinap di antara sesaat, tidak terjadi apa-apa. Lalu ia melihat bundanya berkedip lalu membuka matanya. Takut atas apa yang akan dilakukan bundanya, ia berbaring diam sebisa mungkin. Kemudian tiba-tiba bundanya memandang ke arahnya. Wawan tidak tahu apa yang harus dilakukan. Waktu seakan berhenti saat tatapan mata mereka bertemu untuk waktu yang bundanya menarik kepalanya ke arahnya membuat puting susunya masuk lebih jauh ke dalam mulutnya.“Boleh kok wan” bisiknya, menekan wajahnya ke payudaranya yang lembut. “Netek sama bunda… tetek bunda udah sakit banget penuh susu, kalo bunda netekin kamu mungkin sakitnya bisa ilang.”Wawan tertegun dan tidak melakukan apa pun untuk sesaat. Lalu tersadar bahwa bundanya ingin ia menetek padanya, perlahan-lahan wawan mulai mengisap puting bundanya yang keliatan membengkang. Sebelum melanjutkan Cerita ini saya ingin bercerita sedikit tentang reaksi saya melihat ibu menyusui, Entah kenapa setiap melihat ibu menyusui saya jadi kepengen ikut nyusu, dan akhirnya keinginan itupun terwujud.? Hampir tiap sore beberapa minggu ini, kegemaraanku untuk bersepeda ke lingkungan tempat tinggalku muncul kembali. Kesehatan memang salah satu alasan kenapa hal ini sering aku lakukan sekarang, namun ada alasan lain yang kemudian menjadi alasan utamaku yaitu seorang cewek atau lebih tepatnya seorang ibu Rumah tangga/tante di salah satu daerahku. Mbak Dewi, begitulah aku sering memanggilnya. Perawakan dengan tinggi 168 cm, berwajah khas orang kota gudeg dan padat berisi khas seorang ibu-ibu muda jaman sekarang. Aku, Dana, seorang mahasiswa tingkat akhir di salah satu perguruan tinggi ternama di Indo. Langsung aja Ceritanya ya ? Saat aku bersepeda, aku selalu bertemu dengan mbak dewi, dia selalu menggendong anaknya yang masih berumur 2 tahun di sebuah SD dekat rumahku sambil menyuapi makanan ke anaknya. Dan sering pula aku memergoki mbak Dewi sedang menyusui anaknya tersebut, pemandangan itulah yang membuat saya sangat betah untuk melihatnya. Mbak Dewi tanpa malu-malu menyusui anaknya di tempat umum dan dilihat olehku. Sering pas aku melihat prosesi tersebut, dia malah tersenyum kepadaku. ”Wah ada tanda-tanda sesuatu ini” pikirku Dasar otak ngeres, yang dipikir pasti yang itu-itu aja..hehe Malah kadang aku ngerasa dia sengaja memamerkan payudaranya kepadaku, yaitu waktu menyusui kadang dia membuka hampir separuh kancing bajunya sehingga telihat dua buah dadanya yang mengkal itu. Dan setelah beberapa lama aku baru tahu kalo ukurannya 34C. BH yang dia pakai tiap hari selalu membuatku merasa bahwa payudaranya semakin hari semakin merangsang saja. Kadang hitam, pink, merah, biru, ungu dan yang paling aku suka yaitu bentuk BH yang mempunyai renda. Hot banget rasanya. Suatu ketika, aku beranikan diri untuk berbincang dengannya. Hari itu dia sedang memakai baju seperti baju tidur berwarna biru laut dengan rok longgar berwarna putih. Masih kayak anak muda aja deh walau umurnya telah menginjak kepala 3. ”apa kabar mbak??lagi asyik ngapain ne??” tanyaku ”ini dek, biasa nyuapin Didi sambil jalan-jalan” ”sekalian nyari udara segar sore hari”lanjutnya.. ”wah sehat banget keliatannya mbak anaknya, pasti makannya banyak ya?” ”ga juga si Dan, Cuma nyusunya itu loh, kenceng banget.”timpalnya Otakku yang ngeres langsung de mengarah ke hal yang iya iya… ”wah susu yang mana ne mbak??” tanyaku sambil tersenyum mupeng. “ya susu botol dan susu ini.”sambil dia memegang payudaranya sendiri. “Glek, wah mau dong mbak minta susunya, biar aku juga sehat.” Hehehe sambil cengenges2an….. “wah susu yang mana ne dan, klo susu botol kan ga mungkin toh kamu uda besar.” ”jangan-jangan yang ini ya??” sambil senyum juga mbak Dewi ini Wuiih…berani juga ne mbak Dewi, langsung aja de gue jawabh dengan ketawa juga ”emang bole ya mbak??” Tiba-tiba si Didi merengek dan minta susu ke Ibunya..” bentar ya Dan, Didi minta tetek ni.” sambil dia buka kancing baju 3 biji dan ngeluarin kedua teteknya yang masih terbungkus BH warna hitam berenda pucuk dicinta ulam pun tiba, akirnya bisa ngeliat dari dekat prosesi ini. Tetek mbak Dewi sangat indah ternyata, apalagi BH yang dipakai sangat kontras dengan kulitnya yang kuning langsat dan yang paling aku sukai ”BHnya berenda cuy”….yes yes yes Begitu teteknya terbuka satu, langsung de si Didi menyerobotnya dengan cepat dan menghisap dengan kencang. ”pelan-pelan sayang, nanti tersedak lho” sambil mbak Dewi mengocok-ngocok teteknya yang sudah dikenyot anaknya itu. Wah jadi mupeng ne, putingnya yang coklat dan agak besar sempat terlihat sekilas oleh mataku. ”Dedek yang dibawah sudah mulai berontak ne, gawat” batinku Waktu itu kami berada di pinggir lapangan sebuah SD, tepatnya di tempat duduk di luar kelas yang terletak dipojokan gedung. Mbak dewi tiba-tiba meminta anaknya untuk berganti posisi agar anaknya mengenyot tetek yang satunya. uda abis mungkin yang kiri?? Tetek yang uda selesai diisep anaknya dibiarkan menggantung bebas, ”Duh otong uda ga kuat ne, uda berdiri tegak didalam celana dan membuat aku jadi salting. Mbak dewi ternyata melihat gelagat anehku ini. ”Kamu kenapa Dan??” tanyanya Dengan terkaget aku menjawab “anu..emm..eh ngga papa kok mbak.” “jangan bohong kamu Dan, kamu pengen ya??” Duh makin tegang aja dengan pertanyaan seperti ini. Tapi karena amin telah mengalahkan iman maka akupun jawab ”emangnya bole ya mbak? Nanti ada yang marah?” ”ya asal ga rebutan sama Didi ya ga papa.” Wah bener-bener beruntung ne hari ini….”maksudnya Mbak?”sok sok belagak bego ne gue. Sambil memutar-mutar teteknya yang sebelah kiri dia bilang ”ayo sini aja, masih ada satu kok.” ”tapi pelan pelan ya, si Didi mau tidur ni kayaknya” lanjutnya. Langsung aja gua deketin mbak Dewi, pertama-tama gue masih ragu, namun dia terus menarik tanganku untuk menyentuh bukit yang indah itu. ”jangan malu Dan…”sambil menyentuhkan tanganku ke buah dadanya itu.. Ku elus-elus tetek itu dengan lembut, seru juga ya mainin tetek cewek yang menyusui sambil ada anaknya yang sedang netek. ukurannya itu lho, manteb gan!! Waduw kayak threesome aja, tapi yang satu masi anak-anak. Lama kelamaan remesanku terhadap teteknya ternyata membuatnya ON, terus gue beranikan untuk mencium putting yang imut itu. “mas di sebelah sana aja yuk?”dengan menunjuk sebuah pelataran kecil di pojok gedung dengan lokasi agak ke seru juga ne tempatnya.. “ayo mas dilanjut lagi.” Ajaknya “mbak dibuka aja de bajunya, biar lebih leluasa.”pintaku Akirnya dia membuka baju itu dengan mudah karena tinggal beberapa kancing saja yang belum terbuka. Dengan BH yang masih menempel diatas teteknya, aku mulai mengisap, memilin, menjilat dan memainkan dengan lidahku. Tanganya mulai bereaksi terhadapku, menelusurlah tangan kirinya ke selangkanganku. Mulailah dia mengelus dari luar, kemudian tak berapa lama telah masuk ke dalam celana kolorku. Di tempat itu, terdapat sumur dengan sedikit lantai kering berbahan beton yang hangat karena terkena sinar matahari seharian. Dengan perlahan aku rebahkan dia di lantai tersebut dengan Didi masih mengenyot teteknya yang kanan tanpa terusik sedikitpun. Dia memintaku melepas celana dan baju yang kupakai sehingga hanya tertinggal celdam GTman ku yang menempel. Langsung akupun rebahan di samping mbak Dewi sambil saling berciuman. Ganas juga ciumannya, lidah kami saling bertemu, mulut pun beradu sambil tangan kiriku bergerilya di dalam roknya. Bergantian aku mencium bibir dan teteknya itu sambil tangan kiri mengelus gundukan selangkangannya. Tangan kananku tak mau kalah mulai melepas kaitan BH yang masih menempel itu. Mbak Dewi juga makin liar mengelus dedekku dari luar celana dalam, kemudian karena tidak puas dia masuk ke dalam celana dalamku dan mengelus+mengocok dedekku..mantap bener rasanya, namanya juga uda pengalam kali ya? ”Dan, mbak ga bisa bangun ne, jadi tolong bukain celana dalammu ya?” Langsung kubuka celana dalamku sambil berdiri. Kulihat dia tersenyum menatapku, ketika terlepas, menyembullah dedek yang sudah tegang ini. ”gede banget Dan?punya suami mbak aja kalah” Dedek ku masih standar dengan ukuran 17cm, namun gendut dari pangkal ke ujung. ”masak si mbak?”tanyaku.. ”mbak, aku bole minta diemut ga dedeknya?” Sambil senyum dia mengangguk tanda mengiyakan. Aku arahkan dedekku ke mulutnya, dan langsung dijilati pelan-pelan sampai dia menelannya. Tanganku tak mau menganggur, aku raih tetek yang kanan dan dengan sedikit susah payah aku jangkau celana dalamnya yang berwarna hitam berenda pula, kemudian aku lepaskan namun dengan rok yang masih terpakai. Sambil terus menjilat dan mengulum dedekku, aku terkagum melihat vaginanya yang tercukur mulus dengan bibir merah dan sedikit menjulurkan kulitnya keluar, langsung saja aku memposisikan diri membentuk angka 69. dengan perlahan aku menjilat bibir vaginanya, aku julur-julurkan lidah ini kedalamnya secara perlahan. Sengaja aku memancing nafsunya agar terus naik, terlihat dari cara dia mengulum dedekku yang semakin liar. Disedot-sedot dengan kenceng ddedek ini sampai tertelan semuanya, ”wah hebat ne, dedekku sampai bisa ditelan abis” pikirku. Jariku mulai ikut campur dengan lidahku, mulai aku masukkan sedikit ujung telunjukku ke miss V nya dengan terus menjilat, aku ga mau merusak vagina yang indah ini dengan tanganku. Hanya dedekku yang hanya boleh masuk lebih dalam lagi. Lenguhan mbak dewi yang terangsang dengan aksiku terdengar cukup keras, untung daerah tersebut sepi dan jarang dilewati orang. Anaknya, Didi, gak merasa terganggu dengan lenguhan mamanya itu namun tetap tertidur, mungkin ngantuk berat kali??hehehe tanpa terasa vaginanya uda basah banget dan tak berapa lama cairan benih agak putih keluar dari lubang surga tersebut, tubuh mbak Dewi agak terhentak dan mulutnya terasa sedikit menggigit dedekku. ”Pasti dia uda sampai duluan ni?” pikirku dalam hati. Aku hentikan aksiku dan aku cabut juga dedekku dari mulutnya, mbak Dewi terlihat sedikit lemas namun tetap tersenyum penuh gairah terhadapku. Aku sudah sangat terangsang dan pengen memasukkan dedek ini ke sarangnya, begitu juga mbak Dewi yang begitu terangsang melihat dedekku. ”mbak, aku bole masukin ne?”tanyaku Dia hanya mengangguk dan tersenyum padaku. Aku lebarkan pahanya itu, dengan agak menindih aku masukkan sedikit demi sedikit dedekku ini. Aku resapi tiap jengkal kenikmatan surga ini, belum sampai setengah mbak dewi terlihat sedikit meringis. ” Pelan-pelan Dan…agak sesak ne rasanya..” ”Dan…besar sekali punyamu, tapi nikmat banget Dan!” ”terus Dan…..”sambil menggigit bibirnya Setelah masuk seluruhnya, aku genjot dia dengan posisi MOT dan sambil aku push-up mantep banget, rasanya dalem banget dedek ini menusuknya. Mulutku tak mau kalah, mencium dan mengemut teteknya secara bergantian. Hampir 15 menit kami dalam posisi seperti ini, karena sedikit lelah akupun berubah posisi. Aku cabut dengan cepet dedekku, serr sensasinya ruaar biasa. Kemudian aku rebahkan badan ku disampingnya dan miring kekanan, aku angkat kaki kirinya ke atas kemudian dari samping aku masukkan dedekku lagi. BLESSS….dedek ini telah tenggelam lagi kedalam lubang surgawi, aku goyang pelan, sedikit bertenaga dan kenceng…..sambil mulut ini beradu dan tangan kiriku meremas puting tetek sebelah kiri. Lagi asik-asiknya tiba-tiba anaknya terbangun. ”Duh gawat ne?” kataku dalam hati. Namun mbak Dewi langsung mengelus anaknya dan mendekapnya agar tetap diam dan akirnya Didipun tertidur kembali sambil netek. Wah lengkap sudah yang mbak Dewi rasakan, uda yang bawah diganjal ama dedekku, kedua teteknya ada yang ngenyot dan mulut juga bergantian aku lumat. Erangannya semakin kuat hampir menuju puncaknya, akupun merasakan ada sesuatu yang mau menyembur dari ujung dedekku. Semakin ku percepat gerakan dedekku ke dalam vaginanya, semakin liar juga kami berciuman dan semakin ganas tanganku meremas teteknya. Setelah hampir 20 menit dalam posisi tersebut tiba-tiba aku ngerasa uda hampir sampai. ”Mbak aku mau keluar ne..” ”aku juga Dan, bareng ya…”pintanya Aku terus mnggoyangkan dedekku dengan makin cepat, 5 menit kemudian aku sudah tak tahan lagi. ”Mbak….k…k….aku keluarrrrrrr” ”aku juga dek…k..k…” Crot..Crot..Crot…Crot…tumpahlah semua maniku ke dalam banget rasanya, sampai ke ubun-ubun rasa nikmat itu. Tapi walau uda keluar aku tetap membiarkan dedekku di dalam vaginanya. Kami masih saling berpagutan lembut menikmati tiap centi kenikmatan yang telah kami lewati., tanganku juga masih mengelus teteknya, anaknya juga masih mengenyot tetek yang satunya secara perlahan. ”Makasih ya Dan….sensasi ini belum pernah aku dapatkan.” ”sama sama mbak, makasih juga uda diberi kehormatan mencicipi tubuh mbak.” ”udah lama aku pengen ama mbak setiap kulihat mbak neteki disini” ”nakal kamu ya Dan!!” ”mbak juga sengaja si ngeluarin tetek kok sampe dua duanya. Hehehehe” Aku cabut dedekku, ”Ploop..” bunyinya. Setelah itu aku bangun dan memakai semua bajuku, aku kenakan lagi celana dalam mbak Dewi sambil aku berikan kecupan kecil di bibir vaginanya. ”uhh…..”lenguh mbak Dewi. Diapun mengaitkan Bhnya tanpa memakai dulu karena Didi masih netek. Kamipun masih berbincang, dan aku masih merasa pengen menghisap teteknya. Mbak Dewi mempersilahkan aku untuk tetap mencium teteknya…sampai menjelang senja ak Category SEDARAH Tags cerita dewasa, Cerita Ngentto, Cerita Panas, Cerita Porno, cerita sedarah Sebelum melanjutkan Cerita Dewasa saya ingin bercerita sedikit tentang reaksi saya melihat ibu menyusui sebelum cerita ini bermula, Entah kenapa setiap melihat ibu menyusui saya jadi kepengen ikut nyusu, dan akhirnya keinginan itupun terwujud. Hampir tiap sore beberapa minggu ini, kegemaraanku untuk bersepeda ke lingkungan tempat tinggalku muncul kembali. Kesehatan memang salah satu alasan kenapa hal ini sering aku lakukan sekarang, namun ada alasan lain yang kemudian menjadi alasan utamaku yaitu seorang cewek atau lebih tepatnya seorang ibu Rumah tangga/tante di salah satu daerahku. Mbak Dewi, begitulah aku sering memanggilnya. Perawakan dengan tinggi 168 cm, berwajah khas orang kota gudeg dan padat berisi khas seorang ibu-ibu muda jaman sekarang. Aku, Dana, seorang mahasiswa tingkat akhir di salah satu perguruan tinggi ternama di Indo. Langsung aja Cerita dewasa nya ya?Saat aku bersepeda, aku selalu bertemu dengan mbak dewi, dia selalu menggendong anaknya yang masih berumur 2 tahun di sebuah SD dekat rumahku sambil menyuapi makanan ke anaknya. Dan sering pula aku memergoki mbak Dewi sedang menyusui anaknya tersebut, pemandangan itulah yang membuat saya sangat betah untuk melihatnya. Mbak Dewi tanpa malu-malu menyusui anaknya di tempat umum dan dilihat olehku. Sering pas aku melihat prosesi tersebut, dia malah tersenyum kepadaku.”Wah ada tanda-tanda sesuatu ini” pikirkuDasar otak ngeres, yang dipikir pasti yang itu-itu aja..heheMalah kadang aku ngerasa dia sengaja memamerkan payudaranya kepadaku, yaitu waktu menyusui kadang dia membuka hampir separuh kancing bajunya sehingga telihat dua buah dadanya yang mengkal itu. Dan setelah beberapa lama aku baru tahu kalo ukurannya 34C. BH yang dia pakai tiap hari selalu membuatku merasa bahwa payudaranya semakin hari semakin merangsang saja. Kadang hitam, pink, merah, biru, ungu dan yang paling aku suka yaitu bentuk BH yang mempunyai renda. Hot banget rasanya. Suatu ketika, aku beranikan diri untuk berbincang dengannya. Hari itu dia sedang memakai baju seperti baju tidur berwarna biru laut dengan rok longgar berwarna putih. Masih kayak anak muda aja deh walau umurnya telah menginjak kepala 3.”apa kabar mbak??lagi asyik ngapain ne??” tanyaku”ini dek, biasa nyuapin Didi sambil jalan-jalan””sekalian nyari udara segar sore hari”lanjutnya..”wah sehat banget keliatannya mbak anaknya, pasti makannya banyak ya?””ga juga si Dan, Cuma nyusunya itu loh, kenceng banget.”timpalnyaOtakku yang ngeres langsung de mengarah ke hal yang iya iya…”wah susu yang mana ne mbak??” tanyaku sambil tersenyum mupeng.“ya susu botol dan susu ini.”sambil dia memegang payudaranya sendiri.“Glek, wah mau dong mbak minta susunya, biar aku juga sehat.” Hehehe sambil cengenges2an…..“wah susu yang mana ne dan, klo susu botol kan ga mungkin toh kamu uda besar.””jangan-jangan yang ini ya??” sambil senyum juga mbak Dewi iniWuiih…berani juga ne mbak Dewi, langsung aja de gue jawabh dengan ketawa juga ”emang bole ya mbak??”Tiba-tiba si Didi merengek dan minta susu ke Ibunya..” bentar ya Dan, Didi minta tetek ni.” sambil dia buka kancing baju 3 biji dan ngeluarin kedua teteknya yang masih terbungkus BH warna hitam berenda pucuk dicinta ulam pun tiba, akirnya bisa ngeliat dari dekat prosesi ini. Tetek mbak Dewi sangat indah ternyata, apalagi BH yang dipakai sangat kontras dengan kulitnya yang kuning langsat dan yang paling aku sukai ”BHnya berenda cuy”….yes yes yesBegitu teteknya terbuka satu, langsung de si Didi menyerobotnya dengan cepat dan menghisap dengan kencang. ”pelan-pelan sayang, nanti tersedak lho” sambil mbak Dewi mengocok-ngocok teteknya yang sudah dikenyot anaknya jadi mupeng ne, putingnya yang coklat dan agak besar sempat terlihat sekilas oleh mataku. ”Dedek yang dibawah sudah mulai berontak ne, gawat” batinkuWaktu itu kami berada di pinggir lapangan sebuah SD, tepatnya di tempat duduk di luar kelas yang terletak dipojokan gedung. Mbak dewi tiba-tiba meminta anaknya untuk berganti posisi agar anaknya mengenyot tetek yang satunya. uda abis mungkin yang kiri?? Tetek yang uda selesai diisep anaknya dibiarkan menggantung bebas, ”Duh otong uda ga kuat ne, uda berdiri tegak didalam celana dan membuat aku jadi salting. Mbak dewi ternyata melihat gelagat anehku ini.”Kamu kenapa Dan??” tanyanyaDengan terkaget aku menjawab “anu..emm..eh ngga papa kok mbak.”“jangan bohong kamu Dan, kamu pengen ya??”Duh makin tegang aja dengan pertanyaan seperti ini. Tapi karena amin telah mengalahkan iman maka akupun jawab ”emangnya bole ya mbak? Nanti ada yang marah?””ya asal ga rebutan sama Didi ya ga papa.”Wah bener-bener beruntung ne hari ini….”maksudnya Mbak?”sok sok belagak bego ne gue. Sambil memutar-mutar teteknya yang sebelah kiri dia bilang ”ayo sini aja, masih ada satu kok.””tapi pelan pelan ya, si Didi mau tidur ni kayaknya” aja gua deketin mbak Dewi, pertama-tama gue masih ragu, namun dia terus menarik tanganku untuk menyentuh bukit yang indah itu.”jangan malu Dan…”sambil menyentuhkan tanganku ke buah dadanya itu..Ku elus-elus tetek itu dengan lembut, seru juga ya mainin tetek cewek yang menyusui sambil ada anaknya yang sedang netek. ukurannya itu lho, manteb gan!! Waduw kayak threesome aja, tapi yang satu masi anak-anak. Lama kelamaan remesanku terhadap teteknya ternyata membuatnya ON, terus gue beranikan untuk mencium putting yang imut itu.“mas di sebelah sana aja yuk?”dengan menunjuk sebuah pelataran kecil di pojok gedung dengan lokasi agak ke seru juga ne tempatnya..“ayo mas dilanjut lagi.” Ajaknya“mbak dibuka aja de bajunya, biar lebih leluasa.”pintakuAkirnya dia membuka baju itu dengan mudah karena tinggal beberapa kancing saja yang belum terbuka. Dengan BH yang masih menempel diatas teteknya, aku mulai mengisap, memilin, menjilat dan memainkan dengan lidahku. Tanganya mulai bereaksi terhadapku, menelusurlah tangan kirinya ke selangkanganku. Mulailah dia mengelus dari luar, kemudian tak berapa lama telah masuk ke dalam celana kolorku. Di tempat itu, terdapat sumur dengan sedikit lantai kering berbahan beton yang hangat karena terkena sinar matahari seharian. Dengan perlahan aku rebahkan dia di lantai tersebut dengan Didi masih mengenyot teteknya yang kanan tanpa terusik sedikitpun. Dia memintaku melepas celana dan baju yang kupakai sehingga hanya tertinggal celdam GTman ku yang menempel. Langsung akupun rebahan di samping mbak Dewi sambil saling berciuman. Ganas juga ciumannya, lidah kami saling bertemu, mulut pun beradu sambil tangan kiriku bergerilya di dalam roknya. Bergantian aku mencium bibir dan teteknya itu sambil tangan kiri mengelus gundukan selangkangannya. Tangan kananku tak mau kalah mulai melepas kaitan BH yang masih menempel itu. Mbak Dewi juga makin liar mengelus dedekku dari luar celana dalam, kemudian karena tidak puas dia masuk ke dalam celana dalamku dan mengelus+mengocok dedekku..mantap bener rasanya, namanya juga uda pengalam kali ya?”Dan, mbak ga bisa bangun ne, jadi tolong bukain celana dalammu ya?”Langsung kubuka celana dalamku sambil berdiri. Kulihat dia tersenyum menatapku, ketika terlepas, menyembullah dedek yang sudah tegang ini. ”gede banget Dan?punya suami mbak aja kalah”Dedek ku masih standar dengan ukuran 17cm, namun gendut dari pangkal ke ujung.”masak si mbak?”tanyaku..”mbak, aku bole minta diemut ga dedeknya?”Sambil senyum dia mengangguk tanda mengiyakan. Aku arahkan dedekku ke mulutnya, dan langsung dijilati pelan-pelan sampai dia menelannya. Tanganku tak mau menganggur, aku raih tetek yang kanan dan dengan sedikit susah payah aku jangkau celana dalamnya yang berwarna hitam berenda pula, kemudian aku lepaskan namun dengan rok yang masih terpakai. Sambil terus menjilat dan mengulum dedekku, aku terkagum melihat vaginanya yang tercukur mulus dengan bibir merah dan sedikit menjulurkan kulitnya keluar, langsung saja aku memposisikan diri membentuk angka 69. dengan perlahan aku menjilat bibir vaginanya, aku julur-julurkan lidah ini kedalamnya secara perlahan. Sengaja aku memancing nafsunya agar terus naik, terlihat dari cara dia mengulum dedekku yang semakin liar. Disedot-sedot dengan kenceng ddedek ini sampai tertelan semuanya, ”wah hebat ne, dedekku sampai bisa ditelan abis” pikirku. Jariku mulai ikut campur dengan lidahku, mulai aku masukkan sedikit ujung telunjukku ke miss V nya dengan terus menjilat, aku ga mau merusak vagina yang indah ini dengan tanganku. Hanya dedekku yang hanya boleh masuk lebih dalam lagi. Lenguhan mbak dewi yang terangsang dengan aksiku terdengar cukup keras, untung daerah tersebut sepi dan jarang dilewati orang. Anaknya, Didi, gak merasa terganggu dengan lenguhan mamanya itu namun tetap tertidur, mungkin ngantuk berat kali??hehehe tanpa terasa vaginanya uda basah banget dan tak berapa lama cairan benih agak putih keluar dari lubang surga tersebut, tubuh mbak Dewi agak terhentak dan mulutnya terasa sedikit menggigit dedekku. ”Pasti dia uda sampai duluan ni?” pikirku dalam hati. Aku hentikan aksiku dan aku cabut juga dedekku dari mulutnya, mbak Dewi terlihat sedikit lemas namun tetap tersenyum penuh gairah terhadapku. Aku sudah sangat terangsang dan pengen memasukkan dedek ini ke sarangnya, begitu juga mbak Dewi yang begitu terangsang melihat dedekku. ”mbak, aku bole masukin ne?”tanyakuDia hanya mengangguk dan tersenyum padaku. Aku lebarkan pahanya itu, dengan agak menindih aku masukkan sedikit demi sedikit dedekku ini. Aku resapi tiap jengkal kenikmatan surga ini, belum sampai setengah mbak dewi terlihat sedikit meringis.” Pelan-pelan Dan…agak sesak ne rasanya..””Dan…besar sekali punyamu, tapi nikmat banget Dan!””terus Dan…..”sambil menggigit bibirnyaSetelah masuk seluruhnya, aku genjot dia dengan posisi MOT dan sambil aku push-up mantep banget, rasanya dalem banget dedek ini menusuknya. Mulutku tak mau kalah, mencium dan mengemut teteknya secara bergantian. Hampir 15 menit kami dalam posisi seperti ini, karena sedikit lelah akupun berubah posisi. Aku cabut dengan cepet dedekku, serr sensasinya ruaar biasa. Kemudian aku rebahkan badan ku disampingnya dan miring kekanan, aku angkat kaki kirinya ke atas kemudian dari samping aku masukkan dedekku lagi. BLESSS….dedek ini telah tenggelam lagi kedalam lubang surgawi, aku goyang pelan, sedikit bertenaga dan kenceng…..sambil mulut ini beradu dan tangan kiriku meremas puting tetek sebelah kiri. Lagi asik-asiknya tiba-tiba anaknya terbangun. ”Duh gawat ne?” kataku dalam hati. Namun mbak Dewi langsung mengelus anaknya dan mendekapnya agar tetap diam dan akirnya Didipun tertidur kembali sambil netek. Wah lengkap sudah yang mbak Dewi rasakan, uda yang bawah diganjal ama dedekku, kedua teteknya ada yang ngenyot dan mulut juga bergantian aku lumat. Erangannya semakin kuat hampir menuju puncaknya, akupun merasakan ada sesuatu yang mau menyembur dari ujung dedekku. Semakin ku percepat gerakan dedekku ke dalam vaginanya, semakin liar juga kami berciuman dan semakin ganas tanganku meremas teteknya. Setelah hampir 20 menit dalam posisi tersebut tiba-tiba aku ngerasa uda hampir sampai.”Mbak aku mau keluar ne..””aku juga Dan, bareng ya…”pintanyaAku terus mnggoyangkan dedekku dengan makin cepat, 5 menit kemudian aku sudah tak tahan lagi.”Mbak….k…k….aku keluarrrrrrr””aku juga dek…k..k…”Crot..Crot..Crot…Crot…tumpahlah semua maniku ke dalam banget rasanya, sampai ke ubun-ubun rasa nikmat itu. Tapi walau uda keluar aku tetap membiarkan dedekku di dalam vaginanya. Kami masih saling berpagutan lembut menikmati tiap centi kenikmatan yang telah kami lewati., tanganku juga masih mengelus teteknya, anaknya juga masih mengenyot tetek yang satunya secara perlahan.”Makasih ya Dan….sensasi ini belum pernah aku dapatkan.””sama sama mbak, makasih juga uda diberi kehormatan mencicipi tubuh mbak.””udah lama aku pengen ama mbak setiap kulihat mbak neteki disini””nakal kamu ya Dan!!””mbak juga sengaja si ngeluarin tetek kok sampe dua duanya. Hehehehe”Aku cabut dedekku, ”Ploop..” bunyinya. Setelah itu aku bangun dan memakai semua bajuku, aku kenakan lagi celana dalam mbak Dewi sambil aku berikan kecupan kecil di bibir vaginanya. ”uhh…..”lenguh mbak Dewi. Diapun mengaitkan Bhnya tanpa memakai dulu karena Didi masih netek. Kamipun masih berbincang, dan aku masih merasa pengen menghisap teteknya. Mbak Dewi mempersilahkan aku untuk tetap mencium teteknya…sampai menjelang senja akirnya kami keluar dari SD tersebut dengan Didi yang mulai terbangun. Kami pun berjanji akan mengulangnya kembali. Sungguh sensasi yang luar biasa dari seorang wanita menyusui. Demikian seks saya dengan seorang ibu menyusui, Seks dengan ibu rumah tangga biasa yang sebelumnya hanya khayalan dan akhirnya menjadi sebuah kenyataan.

cerita dewasa susu ibu