cerita akeelah and the bee
Inspiringdrama about a champion speller; OK for tweens. Read Common Sense Media's Akeelah and the Bee review, age rating, and parents guide.
Akeelahand the Bee Kisah Si Jenius Sukses Selasa, 30 Mei 2006 Kisah film Akeelah and the Bee diangkat dari pergulatan seorang anak kulit hitam yang memiliki kemampuam melebihi teman-teman sebayanya, bahkan murid-murid lain yang jauh lebih tua darinya. Sayang, kepintaran gadis negro ini ternyata bukan jaminan ia disukai oleh teman-temannya itu.
Danke Dass Wir Dich Kennenlernen Durften. Film dan novel “Akeelah and the Bee” bercerita tentang seorang anak perempuan berumur 11 tahun, yang bernama Akeelah Anderson. Ia adalah gadis berkulit hitam yang tinggal di Los Angeles, Amerika. Film ini berkisah tentang perlombaan yang bergengsi di Amerika, yaitu spelling bee lomba mengeja. Bagi anak-anak di Amerika, menjadi salah satu peserta lomba mengeja adalah hal yang membangggakan. Pasalnya tidak semua anak di Amerika bisa mengikuti lomba ini. Butuh tahap-tahap menuju lomba mengeja tingkat nasional. Mulai dari seleksi di sekolah masing-masing, tingkat regional, dan baru bisa mengikuti lomba di tingkat nasional. Seberapa banyak kata dalam bahasa Inggris yang bisa kamu eja dengan baik? Dalam perlombaan Spelling bee, peserta diminta mengeja kata-kata yang sulit, dan jarang diketahui banyak orang. Misalnya xylem, psychologies, dan sebagainya. Kata-kata tersebut tidak hanya berasal dari akarnya yaitu Inggris. Melainkan banyak kata yang berasal dari bahasa Latin, Yunani, dan lainnya. Akeelah bisa dikatakan sebagai seorang anak kulit hitam yang cerdas. Ia merupakan siswa yang cerdas di sekolahnya. Walaupun sekolah tersebut bukanlah sekolah favorit, tetapi Akeelah mampu tumbuh menjadi siswa yang pintar terutama dalam mata pelajaran bahasa Inggris. Melihat kepintaran Akeelah, seorang gurunya meminta Akeelah untuk ikut lomba mengeja. Awalnya, Akeelah menolak permintaan dari gurunya. Alasannya karena ia menilai tidak mampu untuk ikut lomba berkelas seperti itu. Dalam kutipan dialog filmnya, Akeelah menyatakan bahwa ia bisa kencing berdiri kalau ditonton banyak orang. Akan tetapi, sejak ia melihat acara lomba tersebut di tv, ia tertarik dan memiliki keyakinan untuk ikut lomba mengeja. Inspirator utama Akeelah adalah papanya. Setiap kali ia memiliki masalah, maka ia akan memandang wajah papanya, dan ia merasa tenang. Seorang gurunya memperkenalkan Akeelah dengan seorang pelatih mengeja yang bernama Dr. Joshua Larabee. Akeelah berlatih dengan baik, dan pada akhirnya ia bisa lolos mewakili sekolahnya untuk ikut lomba mengeja tingkat regional. Ketika Akeelah mengikuti lomba mengeja tingkat regional, ia nyaris tidak bisa lolos ke babak selanjutnya lantaran tidak bisa mengeja satu kata. Akan tetapi, keberuntungan ternyata berpihak kepada Akeelah. Salah satu peserta didiskualifikasi karena ketahuan curang. Menuju lomba mengeja tingkat nasional tidaklah mudah. Banyak sekali hambatan yang harus dihadapi Akeelah. Ibunya tidak mengizinkan Akeelah ikut lomba ini karena Akeelah harus menyelesaikan ketertinggalan pelajaran pada musim panas. Sempat Akeelah menyerah, dan putus asa. Ketakutan terdalam kita adalah bukan karena kita tidak cakap. Kekuatan kita dalam mengukur. Kita bertanya pada diri kita sendiri siapa aku sehingga aku cerdas, hebat, berbakat, dan menakjubkan? Sebenarnya, siapa sebenarnya dirimu? Kita dilahirkan untuk membuat manifestasi. Kemuliaan Tuhan dalam diri kita. Dan begitu kita biarkan cahaya menyala, kita tanpa sadar berikan orang lain kesempatan untuk lakukan hal yang sama. Ketakutan itu ada dalam diri kita sendiri. Rangkaian kata yang ditunjukkan Dr. Larabee mampu membuat Akeelah yakin dengan kemampuan yang ia miliki. Sekarang, ia yakin bisa memenangi lomba mengeja di tingkat nasional.
FILM >Judul Akeelah and the Bee >Tahun 2006 >Sutradara dan Penulis Doug atchison >Produksi Cinema Gypsy Productions Entertainment , Starbucks Entertaiment >Durasi 112 menit >Genre film Drama >Bahasa Inggris >Pemeran Laurence fishburne , Angela basset, Keke palmer FILM film bersumber dari Wikipedia Cerita ini menceritakan kisah tentang seorang anak perempuan bernama Akeelah Anderson. Akeelah adalah anak terakhir dari empat bersaudara. Ia berusia 11 tahun dan ayahnya meninggal ketika Akeelah masih balita. Ibunya adalah seorang ibu rumah tangga yang sibuk bekerja dan mengurus anak-anaknya. Beliau begitu ketat terhadapnya, namun tidak pernah mendengarkan keluh kesah anaknya. Hal inilah yang membuat Akeelah sering merasa tidak percaya diri. Di sekolahnya, Akeelah adalah siswa yang cerdas. Namun ia memiliki kebiasaan membolos karena lingkungan sekolahnya kurang begitu nyaman. Keadaan dirinya yang tergolong pintar membuat teman-temannya ingin memanfaatkannya. Hal inilah yang membuat Akeelah merasa tidak senang meskipun dia menjadi anak yang pintar di sekolahnya. Suatu hari, Kepala sekolah di sekolah Akeelah merekomendasikannya untuk mengikuti spelling bee yaitu suatu perlombaan mengeja kata dalam bahasa Inggris. Sebenarnya Akeelah tidak berminat dengan perlombaan tersebut. Namun, karena bujukan dari kepala sekolahnya, akhirnya Akeelah mau mengikuti audisi perlombaan tersebut. Kepala sekolah sebelumnya telah memperkenalkan Akeelah pada Beliau sebenarnya menyadari akan bakat Akeelah, namun Akeelah tidak terlalu antusias akan perlombaan itu. Disaat perlombaantingkat distrik, dia bertemu dengan Javier dan Dylan, dua anak dari sekolah swasta yang juga lolos dalam audisi 10 besar. Mereka telah berpengalaman dalam mengikuti lomba ini. Bahkan Dylan telah dua kali mendapat juara dua dalam spelling bee. Namun, berbeda dengan anak-anak yang lain, Dylan mendapat tuntutan dari orang tuanya untuk menang. Dylan memiliki sifat yang arogan sehingga Akeelah enggan bersahabat dengannya. Pada akhirnya, Akeelah bersahabat dengan Javier, seorang anak yang ramah dan suka membantu Akeelah. Pada babak penyisihan tiga besar, karena bimbingan selama beberapa bulan, Akeelah mampu lolos di ingkat distrik. Ia menjadi terkenal di kotanya. Ibu, keuarga, dan semua warga kulit hitam turut bangga akan kemampuan Akelah. Semua keadaan tersebut membuat Akeelah semakin bersemangat. Namun, tidak mau mengajar Akeelah lagi. Beliau hanya memberi Akeelah 5000 kata yang harus dia pelajari untuk diejanya sendiri. Akeelah begitu sedih dan hampir putus asa. Namun semua orang disekitarnya menawarkan diri untuk membantunya belajar. Ketika perlombaan di Los Angles dimulai, Akeelah, Javier, dan Dylan berngkat ke sana bersama wali mereka masing-masing. Di babak terakhir, tinggal tersisa Akeelah dan Dylan. Dylan terlihat gugup ketika ayahya menatap dengan wajah geram. Akeelah pun menyadarinya, bahwa ayah Dylan sangat berambisi untuk kemenangan putranya. Mereka akhirnya saling mendukung untuk kemenangan mereka berdua. Akhirnya, Akeelah dan Dylan sama-sama menjadi pemenang dalam spelling bee di tahun itu film menurut dara dari sudut pandang perkembangan peserta didik Akeelah atau biasa dipanggil keelie oleh keluarga nya merupakan anak yang cerdas dan memiliki bakat dalam bidang pengejaan kata yang diturunkan atau dikenalkan oleh almarhum ayahnya. Tetapi karena dia selalau dibully atau diejek oleh teman-teman nya serta tidak dianggap atau diacuhkan oleh guru nya disekolah dia menjadi anak yang pemalas dan sering tidak mengerjakan pr. Namun saat ujian dia selalu mendapatkan nilai sempurna dalam ujian pengejaan kata. Hal ini membuat gurunya menganjurkan akeelah untuk ikut lomba, serta kepala sekolah memaksanya agar sekolahnya mendapatkan dana dari hasil lomba tersebut. Jadi dia merasa dirinya hanya dimanfaatkan dan dia merasa jika dia mengikuti lomba tersebut maka semua perhatian akan tertuju padanya, dia berpikir hal itu akan menyebabkan teman-teman nya akan lebih sering membully nya. Saat dia mengikuti lomba tingkat distrik dia hanya ditemani oleh kakak nya dan kepala sekolah. Dia memenangkan lomba itu tetapi, saat sampai dirumah dia melihat kakak laki-laki nya dimarahi oleh ibunya. Dan ketika dirinya mengatakan bahwa dia menang ibunya mengacuhkan hal itu ,malahan dia memarahi akeelah karena pulang malam sedangkan dia ditemani oleh kakak perempuan serta kepala sekolahnya. Karena hal itu dia menjadi sedih dan mmelampiaskannya dengan kabur dari sekolah. Dia pergi ke sekolah Javier dan Dylan karena disana ada club pengejaan kata dia menjadi tertarik. Setelah pulang dia mendapatkan masalah karena pulang larut malam dan pergi kekota lain . ibu nya sangat marah dan tidak mengijinkannya ikut serta dalam lomba ditingkat regional namun dia nekat dengan memalsukan tanda tangan ayahnya. Dan pergi belajar ke rumah . saat dia memenuhi undangan ulang tahun Javier dia hampir mengalahkan Dylan dalam permainan scrabble. Saat dia pergi masuk kerumah Javier dia melihat Dylan sedang dimarahi oleh ayahnya karena hampir dikalahkan oleh akeelah. Setelah itu ternyata dia pergi diam-diam latihan kerumah tanpa sepengetahuan ibunya. Dan ketika dia mengikuti lomba ibu nya datang memarahi akeelah karena telah pergi diam-diam untuk latihan ,sedangkan ibunya telah melarangnya ikut lomba. Tetapi setelah diberi penjelasan oleh akeelah bahwa ni adalah impian nya ibunya menyetujui dan dia kembali ikut lomba dan menang di tingkat regional bersama Dylan dan Javier. Dia mulai mendapatkan dukungan dari keluarga nya namun ada suatu kesalahan yang dia lakukan sehingga tidak ingin mengajarinya lagi. Hal itu membuatnya sedih tetapi ibunya memberikan motivasi kepada dirinya. Mulai saat itu saudara serta ibunya dan juga teman-temannya yang menjadi pelatih akeelah dalam menghafal ejaan tersebut. Keluarganya mulai tidak mengacuhkannya dan bersemangat dalam membantu akeelah. Saat di tingkat nasinal dia memikirkan Dylan karena itu merupakan tahun terakhirnya dalam mengikuti lomba tersebut namu Dylan tidak ingin akeelah melakukan itu Dylan ingin mereka berdua bersaing secara sehat dengan kemampuan mereka masing-masing. Dan oleh karena itu mereka berdua memenangkan lomba bersama jadi ayah Dylan tidak marah. Ayah Dylan mulai menyadari bahwa memkasakan kehendak nya itu tidak baik itu hanya akan membuat anak nya menjadi takut pada dirinya. Ibu akeelah pun menyadari bahwa seharusnya dia mendukung akeelah bukan mengacuhkannya. pun dating saat lomba tersebut. c. Permasalahan yang terdapat dalam film akeelah and the bee akeelah merupakan anak yang pintar tetapi karena dia dibully daan diacuhkan oleh orang-orang sekitarnya membuat dirinya menjadi pemalas dan kurang sopan pada orang yang lebih tua. Ibunya selalu mengacuhkan akeelah bahkan ketika akeelah menang bukannya diberi pujian atau hadiah akeelah malah di marahi serta dilarang mengikuti lomba. Disekolah nya pun dia selalu dicap sebagai anak yang aneh. Itu membuat dirinya menjadi takut untuk bersosialisasi dan takut menghadapi khalayak ramai . hal itu lah yang menyebabkan nya takut untuk mengikuti lomba karena dia merasa dirinya akan lebih dibully jika dirinya menjadi terkenal yang dapat diberikan sebagai orang tua kita harus memberikan support atau motivasi untuk anak. Ketika mereka mendapatkan prestasi kita harus memberikan hadiah atau pujian agar mereka merasa diperhatikan serta lebih giat lagi dalam mencapai prestasi-prestasi lainnya, serta jangan memaksakan kehendak kita pada diri anak. Itu akan membuat mereka menjadi pribadi yang buruk dan keras. Sebagai teman kita hrus memberikan semangat dan jika mereka salah ataupun kalah kita jangan mengejeknya tetapi berikan dukungan agar mereka tidak berhenti. Dan untuk sekolah atau pihak lain kita harus memberikan arahan atau sarana untuk mereka agar lebih mudah dan lancar dalam mencapai prestasi tersebut. e. kata-kata motivasi dari dara jika kamu memiliki suatu keinginan lakukan lah , jangan takut atau ragu walaupun terhalang oleh ribuan rintangan. Jika tidak ada orang yang berdiri disamping mu untuk memberikan semangat , maka jadikan dirimu sebagai semangat itu sendiri. Abaikan mereka yang mengejek mu jadikan ejekan itu sebagai motivasi bahwa dirimu bisa melakukan apaa yang mereka remehkan.
cerita akeelah and the bee