cerpen sedih bikin nangis tentang cinta

Desaitu layaknya seperti tak berpenghuni, entah apa yang terjadi. Desa yang aman, damai, sejuk selalu terasa setiap harinya. Namun keadaan itu berubah. Berikut kisah cerpen lucu bikin ketawa ngakak, Pada malam itu, tepatnya malam Jumat kliwon, di desa tersebut ada suara yang sangat menakutkan bagi warga. udah, ma, jangan nangis terus, pengobatan Nayra akan diusahakan, kita akan mengusahakan kesembuhannya, lebih baik kita berdoa, semoga Tuhan memberikan jalan terbaik buat keluarga kita", hibur pak Artawan. Cerpen Sedih Cinta Pertama : First Love. Aku mengenalnya semenjak aku berusia 5 tahun, tapi mulainya rasa itu ada ketika aku duduk RekomendasiAnime Sedih Dijamin Bikin Nangis. Itulah Cerpen Cinta Mengharukan "Air Mata Cinta" yang bisa admin bagikan pada teman-teman semua. Kisah mengharukan atau kisah sedih ini tentang perjalanan cinta seorang istri yang tak pernah mencintai suaminya selama 10 tahun perjalanan pernikahannya hingga sang Suami meninggal dunia, dan Berikutini merupakan kumpulan cerpen sedih terbaru karya para sahabat cerpenmu yang telah diterbitkan, total diketemukan sebanyak 2517 cerita pendek untuk kategori ini. Sandi's style menceritakan tentang kisah siswa sma peserta olimpiade fisika bernama sandi yang terkenal konyol dan iseng. Source: www.wattpad.com CerpenSedih tentang Cinta dan Kehidupan Contoh Cerpen Sedih - Cerpen atau dapat disebut juga dengan cerita pendek merupakan suatu bentuk prosa naratif fiktif. Cerpen cenderung singkat, padat, dan langsung pada tujuannya dibandingkan karya-karya fiksi lain yang lebih panjang, seperti novella dan novel. Danke Dass Wir Dich Kennenlernen Durften. Cerpen cinta – Sesuatu yang wujudnya tidak diketahui, yang bentuknya tiada yang tahu namun sering menjadi perdebatan, itulah cinta. Ada yang mengatakan adanya cinta adalah anugerah bagi yang mengalaminya. Kedatangannya secara tiba-tiba sering membuat orang bertanya-tanya, apakah ini cinta atau hanya suka sesaat. Referensi cerita cinta, menjadi pilihan sebagian orang yang menyukai beragam kisah romantis. Selain kisah tentang asmara, orang yang di mabuk cinta akan memiliki refleks dalam dirinya untuk menciptakan kata puitis yang indah sebagai ungkapan cinta pada orang yang dikasihinya. Berikut ini kisah cinta yang bisa di jadikan referensi. ContentsCERPEN CINTA ROMANTIS ISLAMICERPEN CINTA ROMANTIS SEDIHCERPEN CINTA ROMANTIS REMAJACERPEN CINTA ROMANTIS DI SEKOLAHCERPEN CINTA ROMANTIS BIKIN NANGISCERPEN CINTA ROMANTIS MENGHARUKANCERPEN CINTA ROMANTIS TENTANG HUJAN CERPEN CINTA ROMANTIS ISLAMI Hanya Aku Yang Tahu Aku hanya mengerti cinta melalui buku-buku yang aku baca, aku tidak tahu apakah aku akan mengalaminya suatu saat nanti dan berakhir bahagia atau malah sebaliknya. Aku adalah mahasiswa baru di Universitas Islam Negeri yang berada di Semarang. Rara, biasa teman-teman satu angkatan memanggilku. Sebagai mahasiswa baru, aku kerap sekali berkeliling kampus untuk melihat-lihat sudut kampus tempat aku kuliah. Di sela-sela aku berkeliling, aku tidak sengaja melihat seorang pria yang duduk termenung sendiri di gazebo yang biasa di jadikan tempat nongkrong para mahasiswa. Aku sedikit tertegun saat melihatnya. Ku perhatikan mulai dari ujung kaki hingga ujung kepala, dan aku peroleh kesimpulan bahwa dia adalah pria yang misterius. Setelah pertama kali aku melihatnya, rasa ingin tahuku semakin besar, aku mencoba mencari berbagai informasi mengenai dia, hingga aku tahu bahwa dia yang aku kagumi bernama Riyas, laki-laki yang terkenal tampan dan pintar itu merupakan salah satu aktivis dari berbagai organisasi. Riyas merupakan laki-laki terkenal di kampus dengan kepiawaian nya dalam memainkan biola. Ada satu hal yang membuat aku kaget, ternyata Riyas adalah teman satu kelas ku, karena masih mahasiswa baru, aku terkadang lupa dengan teman satu kelas ku karena aku jarang memperhatikan mereka. Hal tersebutlah yang membuat kami lambat laun menjadi akrab dan kami pun bersahabat, meskipun begitu aku tetap tidak mampu menyingkirkan rasa kagum dan suka ku padanya meski kami telah bersahabat. Karena kedekatan kami, banyak yang mengira bahwa kami sedang berpacaran, namun hal yang selama ini di anggap oleh teman-teman, tidaklah mungkin terjadi. Aku dan Riyas merupakan aktivis rohis di kampus, dimana kami sangat menjaga dengan ketat pergaulan antara perempuan dan laki-laki. Siang itu, aku tak sengaja melihat dia bermain biola, aku sengaja berdiri di tempat yang tidak teduh, agar aku bisa dengan leluasa memperhatikan dia. Rasa kagum ku semakin dalam, seolah lidahku tidak bisa berkata-kata dan aku pun menatapnya tanpa mampu memalingkan pandanganku. Kepiawaian nya memainkan biola seolah membuatku terbius dalam iramanya, rasa kagum ku padanya semakin dalam, hingga aku bingung apa yang harus aku lakukan. Pada akhirnya aku menutup mata ingin mengambil beberapa ketenangan. Namun pada saat mataku terpejam, aku kaget dengan suara yang memanggil namaku, “Ra, Rara .. kamu ngapain di situ?” “eh, Riyas, emm” “Sini deh. Kamu berdiri disitu apa gak kerasa panas ra. Sini, temenin aku latihan Ra, biar aku ada temennya” “hehe, aku lagi nunggu tukang jajan lewat” Riyas tertawa sambil berkata “kamu ada-ada aja ra, gak ada tukang jajan masuk kampus ra. Sini deh .. aku bisa atasi rasa laparmu”. Hanya kata-kata itu saja, sudah membuat aku salah tingkah. Aku memang orang yang bisa dibilang cuek oleh teman-temanku, aku cenderung tidak peduli oleh sesuatu yang bagi ku tidak terlalu penting. Jadi, meski aku sudah ikut organisasi rohis, aku pun tidak bisa menghilangkan sifat tomboy ku yang sudah ada sejak dulu. Aku merasakan hal yang aneh ketika aku berada di dekat Riyas, aku tidak bisa pura-pura tidak memperhatikannya, aku tidak bisa berlagak cuek, tapi sebaliknya aku selalu merasa salah tingkah dan aku pun jadi pendiam. Pada suatu ketika, aku baru tahu bahwa salah satu teman dekatku juga menyukai laki-laki yang sama yang aku sukai, yaitu Riyas. Ada sedikit perbedaan antara aku dan temanku, aku cenderung tidak memiliki keberanian untuk menyatakan perasaanku, sedangkan dia selalu mencari kesempatan agar bisa mendekati Riyas. Hingga pada suatu ketika, kami bertiga, belajar bersama. Aku melihatnya selalu menanyakan hal-hal yang menurutku tidak perlu di tanyakan kepada Riyas, aku tahu bahwa dia hanya ingin mencari perhatian Riyas. Karena bosan melihatnya, aku meninggalkan mereka begitu saja tanpa sepatah kata pun. Aku tidak peduli apa yang mereka pikirkan tentang aku. Hingga pada malam hari, aku tidak bisa berhenti memikirkan Riyas, aku pun tidak bisa mengatakan pada Riyas, bagaimana perasaanku terhadapnya, karena dia adalah sahabatku sendiri. Akhirnya aku hanya bisa menyampaikan melalui syair yang ku buat sendiri tentang perasaanku terhadapnya. Rasa suka ku padanya kadang membuat aku ingin memilikinya, namun aku sadar bahwa perasaan seperti itu, bukanlah perasaan yang baik, sehingga harus aku hilangkan. Saat ini, aku putuskan untuk menyimpan perasaanku padanya rapat-rapat. Biarlah hanya aku yang tahu betapa besar rasaku terhadapnya. Karena memang aku mencintainya, dan aku tidak peduli bagaimana perasaannya terhadap ku. Karena yang terpenting dia selalu ada di dekatku walau hanya sebatas sahabat. Itu sudah cukup buatku. CERPEN CINTA ROMANTIS SEDIH Kau Tetap Menemuiku Sore itu, aku termenung sendiri. Mataku menikmati senja yang penuh dengan warna dan begitu indah. Sayup-sayup angin seolah membelaiku sebagai pendukung dari keindahan senja. Kurasakan hawa sejuk hingga masuk ke dalam hatiku. Aku merasakan suasana yang belum pernah aku rasakan sebelumnya, memang indah, namun mengapa aku tidak bisa menikmati keindahan itu, serasa ada yang membelenggu pikiran dan hatiku. Namun aku tak tahu apa itu, aku berusaha menyatukan hati dan pikiranku hanya untuk keindahan senja sore itu. Lamunanku seketika buyar ketika aku mendengar sepatah kata terucap dari suara orang yang sangat aku tunggu kedatangannya. “perasaan tanpa cinta adalah kehampaan dan hati tanpa cinta tak ubahnya hanya hati yang kosong” “Ris, kok kamu” tiba-tiba jari telunjuk Riski menghentikan aku melanjutkan perkataanku. Aku melihat gelagatnya yang aneh, namun aku tetap merasa bahwa dia orang yang sama yang telah mengisi hatiku. Hingga ia mengatakan hal yang aneh. “senja ini telah menjadi milikmu dan akan tetap menjadi milikmu. Kamu cukup menikmati saja keindahannya” riski mengatakannya dengan raut wajah yang tak biasa dan ia duduk di sampingku. Aku merasa aneh dengan setiap ucapannya. Mengapa hanya aku yang bisa menikmati senja, dia ada disana, dia pasti bisa menikmatinya juga. Namun aku tidak terlalu memikirkan ucapannya, karena aku senang setelah lama ia pergi ke Surabaya dan akhirnya ia telah pulang dan menemuiku. “tempat ini sering jadi tempat favorit kita dulu. Apa kamu tidak rindu pada senja yang dulu sering menemani kita menghabiskan waktu bersama?” tanyaku sambil terus memandangi keindahan senja. “siapa yang tidak rindu dengan senja. Aku pun merindukannya” jawab Riski dengan perkataan yang lemah. “aku sengaja tidak memberi tahumu tentang keberadaanku. Aku kira kamu tidak akan menemuiku, karena kamu lupa tempat ini. Ternyata kamu masih bisa mengingatnya” ucapku sambil tersenyum memperhatikannya. Aku sangat merindukannya hingga aku terus menatapnya. Namun lagi-lagi ia menjadi tak biasa, mendengar ucapanku, ia hanya diam tak berkata apapun, raut wajahnya ketika memandangi senja, tidak biasa, tidak sama seperti yang pernah aku lihat ketika aku sama menikmati senja dengannya. “Ris, …” aku memanggilnya lirih. Namun seolah ia tak mendengarku, ia menatap dengan tatapan kosong keindahan senja. Aku merasa semakin aneh. Hingga senja perlahan telah menghilang. “ayo ris, kita pulang. Senja milikmu telah pergi. Buat apa kita disini” ucapnya sambil berdiri dan ia memegang tanganku untuk membantuku berdiri. Aku sedikit aneh dengan kata-katanya. Ia yang biasanya mengatakan senja ini miliki kita, mengapa sekarang hanya milikku. Tatapannya yang hangat, sekarang seolah kosong. Namun lagi-lagi aku mengabaikan hal itu, karena aku sudah terlanjur senang melihatnya kembali dan menemuiku. Aku dan risky terus berjalan tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Setiap aku menanyainya ia hanya memberikan respon anggukan atau gelengan kepala. dalam perjalanan aku terus bercerita, namun tak sedikit pun kudengar respon darinya. Hingga akhirnya kita sampai pada ujung persimpangan jalan. Disitulah risky mulai bicara yang sebelumnya ia diam seribu bahasa. “cukuplah sampai disini aku mengantarmu. Nanti kita akan bertemu lagi jam 8 di rumahku. Aku harap kamu datang mar” ucap risky kemudian pergi meninggalkanku sebelum aku sempat bertanya, mengapa harus nanti jam 8, mengapa di rumahnya, mengapa sikapmu berbeda. Ketika aku sibuk memikirkan risky, aku tidak menyadari keberadaan Mayang sahabatku yang sedari tadi berdiri di sampingku. “May, kamu pulang bareng risky? ” tanyaku merasa senang karena sahabatku telaah kembali. “ayo langsung ke rumah risky mar” katanya padaku tanpa menjawab pertanyaanku sebelumnya. Aku pun merasa kaget, seingatku aku dan risky janjian pukul 8, dan ini masih belum ada pukul 8, seketika, aku melihat arloji yang ada di tanganku. Betapa kagetnya aku, ternyata arlojiku menunjukkan sekarang pukul 8 tepat. Aku merasa aneh, tapi aku tidak memperdulikannya, aku berpikir mungkin aku sudah terlalu lama berbicara dengan Mayang, hingga tak kurasa jam menunjukkan pukul 8. Itu asumsi ku. Aku pun berangkat dengan Mayang melewati jalan menuju rumah risky. Di perjalanan aku pun bertanya mengenai Kota Surabaya pada Mayang, namun ia malah menatap ku kosong dan tidak menjawab apapun padaku. Aku merasakan hal yang aneh lagi, mengapa Mayang jadi pendiam, selama aku kenal dia, dia adalah gadis yang ceria dan selalu memecahkan suasana. Seolah ada masalah yang sedang di hadapi oleh Mayang, dan aku tak bisa bertanya lebih jauh tentang hal itu, karena sikapnya yang menjadi dingin padaku. Hingga kemudian aku sampai di gang depan rumah Risky, ketika aku akan memasuki gang, Mayang hanya terdiam. “Ayo May, kita masuk” pinta ku padanya. “Sudah Mar. Sudah cukup sampai sini aku bisa mengantar mu untuk menemui Risky, Risky sebentar lagi datang, kamu bisa menemuinya. Aku tidak bisa ikut dengan mu” ucap Mayang. Aku pun berkata dalam hatiku, ada apa sebenarnya, aku terus heran dengan sikap Mayang yang tidak seperti biasanya. Aku pun berniat meminta penjelasan padanya. Namun, ketika aku menoleh kepadanya, ia sudah pergi. Pikirku mungkin ia sedang terburu-buru sehingga tidak bisa menemani ku menemui Risky. Aku pun memasuki gang menuju rumah Risky sendirian, hingga sampai lah aku di depan rumah Risky, aku melihat banyak orang yang berada di rumah itu, mereka memakai pakaian serba hitam. Langsung perasaanku tak karuan, aku tahu bahwa pakaian itu, dipakai apabila ada orang meninggal. Apakah saudara risky atau kerabatnya aku tak tahu. Dari depan aku melihat ke dalam rumah, tak ku temui sosok Risky di dalam rumah, mungkin ia sedang di perjalanan menuju ke sini pikirku. Aku pun masuk ke dalam rumah Risky dan ku temui ibu Risky menangis sejadi-jadinya sambil memeluk ku. Aku tak tahu apa yang terjadi. Aku hanya menenangkan ibunya Risky agar tak menangis. “Mar, Risky sudah meninggal” ucap ibu Risky. Seketika tubuhku kaku dan aku tak bisa mengendalikan emosi ku. “nggak bu, ibu bilang apa, risky sore tadi baru menemui ku bu, ini gak mungkin bu. Aku baru saja bertemu dengannya” “kemarin ia sama Mayang baru datang dari Surabaya dan berniat untuk menemui mu, dan di perjalanan mereka kecelakaan. Sekarang ambulance yang membawa Risky sedang menuju kemari” jelas ayah Risky. Aku tetap diliputi perasaan tidak percaya “ayah, mereka baru menemui ku. Aku tau bahwa itu mereka yah, kalau benar mereka tiada, siapa yang baru saja menemui ku.” Aku tidak bisa menahan derita yang besar seperti ini, hingga aku merasa semua pandanganku menjadi gelap dan aku pun tak sadarkan diri. CERPEN CINTA ROMANTIS REMAJA Usaha Merelakan Cinta pandangan pertama ternyata bukanlah pepatah atau petikan syair belaka, karena hal tersebutlah yang di alami oleh Rio. Rio memiliki kisah cinta unik dengan teman sekolahnya. Siang itu, Rio sedang berjalan di halaman sekolah karena kelasnya berada di ujung, ia harus melewati halaman yang luas untuk menuju kelasnya, tak sengaja ia berpapasan langsung dengan seorang siswi yang memiliki kelas berlawanan arah dengan kelasnya. Parasnya yang ayu dengan matanya yang indah, membuat hati Rio berdegup ketika melihatnya. Rio merasa bahwa ia telah jatuh cinta pada gadis itu, namun sayangnya Rio tak mengenalnya. Hari-hari Rio di sekolah, Rio selalu mencari tahu tentang gadis itu, dan akhirnya ia tahu, bahwa gadis yang ia sukai itu bernama Febri dan mereka berada pada angkatan yang sama. Setelah mengetahui hal tersebut, Rio menjadi sangat bersemangat menjalani hari-hari di sekolah, sesekali ia melewati depan kelas Febri, hanya untuk alasan agar bisa melihatnya. Hingga suatu ketika Rio memberanikan diri untuk berkenalan dengan Febri. Akhirnya mereka berdua bisa berteman. Hari demi hari, Rio dan Febri pun menjadi semakin akrab hingga mereka sering curhat satu sama lain, tentang banyak hal, curhat masalah asmara, masalah teman dan sebagainya. Rio dan Febri keduanya merasa sangat antusias apabila bertemu. Hingga pada suatu ketika, Rio sudah tidak bisa membendung perasaan sukanya terhadap Febri, Rio pun ingin menyatakan langsung perihal perasaannya pada Febri. Tapi, sebelumnya Rio ingin mengetahui pendapat Febri terlebih dahulu. “Feb, aku kan sudah sering curhat ke kamu masalah orang yang aku suka. Gimana ya Feb, aku ingin lebih dari teman dengannya, apa yang harus aku lakukan?” tanya Rio berhati-hati. “kalau menurut ku Ri, mending kamu langsung aja utarakan perasaanmu ke dia. Mending buruan deh,, dari pada udah keduluan orang lain.” Jawab Febri dengan cepat. Mendengar jawaban dari Febri, Rio menjadi lebih mantap mengungkapkan perasaannya pada Febri, dan hal yang tak disangka, Febri ternyata juga memendam perasaan suka kepada Rio. Mereka menjadi sepasang kekasih. Hari-hari yang mereka lewati pun selalu di penuhi dengan cinta dan kasih. Hingga pada suatu ketika muncullah seseorang yang juga menaruh hati kepada Febri, namanya Iyan. Iyan selalu berusaha mendekati Febri dan menggoyahkan hati Febri, hingga kemudian Febri merasa nyaman apabila berada dekat dengan Iyan. Mengetahui hal tersebut, rio pun disulut cemburu, Rio memaksa Febri untuk menjauhi Iyan. Namun Febri tidak mau dan malah bertengkar dengan Rio perihal Iyan. Karena marah, akhirnya Rio tidak lagi perhatian dengan Febri. Karena semakin renggang dan tidak ada kecocokan, Febri pun memutuskan Rio, dan berganti menjalani hubungan dengan Iyan. Hari terus berganti, Rio sudah memiliki pengganti Febri, dan Febri menyesali sikapnya, karena Iyan mengkhianatinya dan Iyan tidak sama dengan Rio. Febri ingin memperbaiki kembali hubungannya yang sempat terbengkalai, namun sayangnya, Rio telaah menutup pintu hatinya pada Febri. Hingga Febri mengatakan pada Rio bahwa, meskipun Rio sudah tidak lagi ada perasaan padanya, Febri akan tetap mencintainya. CERPEN CINTA ROMANTIS DI SEKOLAH Cinta Tak Bisa di Tebak Aku siswa baru kelas X SMA. Semua temanku memanggil aku Tari. Meskipun aku baru, namun di hari pertama aku sekolah, aku telah menemukan teman yang sekarang menjadi sahabat baikku yaitu Lili dan Fani. Mereka selalu mengajariku banyak hal dan selalu mau berbagi cerita denganku. Siang itu, saat jam istirahat tiba, aku mendapatkan tugas dari guru, untuk mencari novel kemudian aku harus menulis resensinya, aku mengajak Lili ke perspustakaan untuk mencari novel. Ketika aku sedang berjalan menyusuri rak demi rak, aku melihat seorang pria yang sedang membaca buku di bagian kiri sebelah rak dengan raut wajah yang serius. Entah apa yang terjadi, jantungku seakan ingin berhenti ketika aku melihatnya, sosok wajahya yang tampan dan kalem, membuatku kagum padanya. Setelah aku perhatikan, aku bisa membaca nama tag nya. Ternyata ia bernama Faid. Ia adalah murid satu angkatan dengan ku. Seketika itu aku menceritakan apa yang ku alami kepada lili, lili pun menanggapi cerita ku dengan antusias. Hingga aku memperoleh informasi bahwa, Faid mengikuti olimpiade. Seketika itu, aku langsung belajar dengan giat, agar aku bisa mengikuti olimpiade yang sama dengan Faid. Akhirnya aku pun lolos seleksi olimpiade, dan aku selalu belajar bersama sebelum olimpiade dengan Faid. Namun di pertengahan ketika waktu olimpiade telah dekat, aku baru tahu bahwa Faid telah menjalin hubungan dengan adik kelas. Perasaanku pun menjadi hancur kala itu. Dan akhirnya kau pun berusaha menjauhi Faid. Waktu pun berganti, setelah aku belajar 3 tahun lamanya, aku sekarang tengah mengikuti acara lepas pisah kelas XII, tanpa mengetahui kabar Faid, aku tetap tidak bisa melupakannya. Aku juga tidak berusaha mencarinya. Aku sendiri termenung melamun di gazebo. “tari, aku sudah mencarimu kemana—mana, ternyata kamu ada disini” ucap Faid, membuyarkan lamunanku, aku agak sedikit gugup sebenarnya jika harus bertemu secara langsung dengannya. “eh .. iya” jawabku “Tari, aku tahu kamu mau pergi, aku tahu kamu dapat beasiswa. Aku ingin mengatakan hal yang sangat penting padamu. Kumohon dengarkan aku. Apakah kamu bersedia untuk menungguku hingga nanti aku menikahimu” ucap Faid. Seakan tubuhku lemas tak percaya, dengan cepat kubalas “iya”. Aku tidak menduga, perasaan yang selalu ku simpan selama 3 tahun, ternyata mendapat balasan yang sangat indah. CERPEN CINTA ROMANTIS BIKIN NANGIS Hidup Dalam Cinta Pada suatu perusahaan kecil terjadilah kisah asmara, antara Roni dan Sinta. Mereka saling mencintai dalam kesederhanaan, karena bagi mereka, cinta mereka sudah merupakan hal yang mewah. Karena telah lama berhubungan, Roni memberanikan diri untuk menemui orang tua Sinta dengan tujuan melamar sinta. Namun, Roni malah memperoleh olokan dari orang tua sinta. “dengan pekerjaanmu yang seperti ini, saya tidak bisa memberikan anak saya padamu. Kamu hanya karyawan anak saya juga karyawan, mau dengan apa nantinya kamu menjalani hidup dengan anakku. Sinta akan bersekolah ke Amerika. Sebelum itu, akhiri sekarang juga. Sebelum aku yang mengakhirinya.” Ucap ayah Sinta. Dengan perasaan hancur, Roni pulang. Ia berhenti di sebuah taman, sambil melamun dengan perasaan hancur. Tiba-tiba sinta datang memberi semangat pada Roni. “Ron, meskipun aku pergi ke Amerika kau hanya untukmu Ron. Aku harap kamu bisa menuruti apa kata ayahku, kamu harus bekerja dengan keras sehingga kita bisa bersama” kata Sinta menguatkan. Roni pun langsung kembali bersemangat dan ia pun bekerja dengan sangat keras. Hingga akhirnya ia menjadi sukses. Ia memiliki rumah, mobil dan kekayaan lainnya. Ia pun langsung menuju rumah Sinta untuk kembali melamar Sinta dan ingin membuktikan pada orang tua Sinta bahwa ia telah sukses. Namun, naas, Sinta yang Roni kira belajar di amerika ternyata ia telah meninggal dikarenakan kanker yang di alaminya. Ternyata semua yang terjadi padanya hanyalah sandiwara orang tua Sinta dan Sinta, agar Roni tidak mengetahui kebenarannya. CERPEN CINTA ROMANTIS MENGHARUKAN Waktu Tak Bisa Diulang cerpen cinta Penyesalan akan selalu datang namun tidak bisa merubah sesuatu yang telah terjadi. Merasa kehilangan setelah ia tiada adalah hal yang paling menyakitkan. Rifki dan dila telah menjalin hubungan hampir satu tahun, namun belakangan ini sikap Dila sedikit aneh, hingga akhirnya Rifki mengajak Dila untuk menonton film favoritnya dan Rifki menanyakan perihal keanehan sikapnya, “Dil, aku merasa kamu berubah, kamu gak sama kayak dulu. Apa aku berbuat salah kepadamu” tanya Rifki “nggak ada rif” jawab Dila singkat Merasa tak memperoleh jawaban yang memuaskan, Rifki akhirnya mengajak Dila pulang. Sesampainya di rumah, Rifki ingat jika besok adalah hari pertama mereka Jadian. Rifki menyusun rencana untuk memberikan Surprise pada Dila. Rifki menghias taman dengan berbagai pernak pernik kesukaan Dila disertai dengan panorama lilin dan malam yang indah. Ketika persiapan telah selesai, Rifki menghubungi Dila, namun Dila tidak ada respon. Dila yang sibuk dengan selingkuhannya mengabaikan panggilan Rifki. Hingga pukul 9, Dila tak kunjung datang dan akhirnya Dila mengirim pesan singkat bahwa ia tak bisa datang. Dengan perasaan kesal dan kecewa, Rifky memutuskan untuk pulang. Namun, di perjalanan Rifki bertubrukan dengan truk, yang menyebabkan ia meninggal seketika di tempat. Dila tahu kabar tersebut setelah keesokan harinya, tak pikir panjang, dila langsung mengunjungi kediaman Rifky. Ia melihat kekasihnya terbujur kaku seakan ia tak percaya. Kemudian ibu Rifki memeluk Dila sambil memberikan handphone Rifky padanya. Dila membukanya dan melihat video yang menunjukkan keadaan dimana Rifky mempersiapkan kejutan untuknya. Dila langsung nangis sejadi-jadinya hingga tak sadarkan diri, ia merasa bersalah telaah mengabaikan orang yang sangat mencintainya. Sejak kejadian itu, Dila menjadi wanita pendiam dan ia jarang sekali berbicara. CERPEN CINTA ROMANTIS TENTANG HUJAN Hujan dengan Cinta Siang itu jam menunjukkan sebentar lagi sudah waktunya pulang. Tetapi aku tetap saja mengerjakan tugas-tugas yang diberikan guruku. Tugas matematika memang sulit, aku sedikit malu jika aku harus bertanya pada temanku yang pintar. Sehingga aku berusaha sekeras mungkin untuk mengerjakannya. Hingga akhirnya bel pulang telah tiba. Aku langsung pulang tanpa menghiraukan teman-temanku. Sampai di depan sekolah, hujan langsung deras, aku menelfon ayahku, ayahku bilang akan menjemputku setelah hujan reda. Hingga akhirnya ada teman satu kelasku yang menawarkan tumpangan padaku, karena aku sendiri dan teman-teman telah pulang, aku pun terpaksa inut dengannya. Ketika di jalan kami tidak membicarakan apapun. Dan hanya berdiam saja. Namanya Irfan. Kemudian Irfan memecah keheningan di tengah hujan. “Rara … hujannya semakin deras, kalau kita cari tempat berteduh gimana?” tanya Irfan sambil berteriak karena bising nya hujan. “Iya” jawabku singkat. Irfan dengan cepat kilat mencari tempat berteduh, dan akhirnya tibalah kami di depan sebuah toko untuk berteduh. Aku duduk di bangku pojok toko tersebut, Irfan yang memarkir kendaraannya, sembari mengibas-ngibaskan jaketnya menyusul duduk di bangku depanku sambil menatap ku. “Ra, apa aku punya salah padamu?” tanya Irfan “maksudnya Fan?” tanyaku keheranan “aku selalu memperhatikan kamu menghindariku setiap saat. Hingga aku bingung mungkinkah aku memiliki salah padamu?” tanya Irfan kembali “enggak Fan, aku merasa biasa saja, mungkin itu hanya perasaan kamu saja Fan” jawabku agak gugup. “Ra, aku bingung mengapa kebanyakan orang lebih memilih diam dalam cinta dari pada mengungkapkannya” sahut Irfan “Diam dalam cinta, bukan karena ia tidak mau mengungkapkannya, namun ia tidak ingin orang yang ia cintai merasa tidak nyaman dan menjauhinya” jawabku dengan penuh kehati-hatian. “Lalu bagaimana denganmu, apakah kamu bisa menahan perasaanmu untuk orang yang kamu sukai?” pertanyaan Irfan seakan ingin mengetahui sesuatu dariku “tidak Fan, bagiku hanya aku yang tahu perasaanku saja sudah cukup” jawabku sambil menahan emosi air mata. “lalu bagaimana kalau ada orang yang saat ini sedang menahan perasaan padamu” tanyanya yang membuat aku tidak bisa menahan air mataku. Dan benar, hujan pun berhenti. Lalu tiba-tiba aku meneteskan air mataku. Seolah Irfan dan juga Hujan ingin menunggu jawabanku. “Aku diam karena aku tidak mau kau menjauh dariku. Terima kasih berkat kamu, aku bisa mengungkapkan perasaanku padamu.” Jawabku sembari menundukkan kepala ku agar ia tak tahu kalau aku sedang menangis. Baca Juga Puisi Rindu Cerpen cinta diatas bisa dijadikan sebagai penghibur kala sedang lelah dan mencari inspirasi dalam dunia percintaan. Pada cerita cinta yang kami tuliskan dibawah ini merupakan kisah cinta yang sedih antara zona dan arya. Dimana keduanya memiliki ikatan cinta yang kuat, namun hubungan keduanya tak berjalan mulus karena tidak direstuinya hubungan mereka dari orang tua zona. Sampai pada akhirnya hal yang tidak diinginkan pun terjadi, dan perjuangan mendapatkan restu pun menjadi hal yang diperlukan untuk mendatkan restu dari orang bagaimana cerita sedih tentang cinta yang kami bagikan selengkapnya? Kalian bisa baca saja ceritanya dari awal sampai akhir tulisan. Mungkin kalian pernah mengalami hal tersebut ataupun bisa membawa karena begitu larut dalam ceritanya hingga rasa sedih dan haru pun dirasakan oleh kalian pada saat Cinta Lainnya Cerpen Pernikahan Dini Karena DijodohkanCerita Sakit Hati Terhebat dari Seorang PriaCerita Cinta Remaja Penuh Dosa Terindah Cerita Cinta Sedih Mengharukan Bikin Nangis Tentang CintaGambar oleh Tú Anh dari Pixabay “kring kring kriiiiiiinggggggggggg” bunyi alarm terus menerus berdenting di kamar zonaZona adalah anak satu-satunya dari keluarga yang kaya raya akan tetapi ia tidak pernah mendapatkan kebahagiaan dari orang tuanya. Hal ini karena orang tuanya terlalu sibuk dengan pekerjaan sehingga mengabaikannya yang butuh kasih sayang.“non, bangun non” bik ijah mulai membangungkan zona yang tidak cepat bergegas bangun“heeemm apa”“bangun non ini udah jam setengah 7 non” bik ijah coba membangungkan zona kembali“apa? Setengah 7…waahhhh gawat” lisa kaget dan langsung terbangun dari tidurnya“non mandi dulu ya non, bibi siapkan sarapan”Tanpa memperdulikan apa yang di katakan bik ijah zona pun bergegas mandi karena saat ini ada ujian sastra di kampusnya.“bi zona berangkat ya”“sarapannya non?” tanya bik ijah“iya ini udah aku bawa nanti ku makan di mobil, mang ujang ayo cepat zona udah telat nih”“iya non ayo kita cuussss” mang ujang berlari mengejar zona yang terburu-buruSesampainya di kampus zona yang terburu buru tidak sengaja menabrak salah satu mahasiswi paling cantik di kampusnya“aduhh aduuhhh maaf maaf gue gak sengaja” zona berusaha meminta maaf“eh kalau jalan pakai mata dong” ujar sindi“iya maaf gue kan gak sengaja”“eh bentar deh lho pacarnya angga kan?” tanya sindi“iya kenapa”“kok mau sih angga sama cewek kayak lho”Angga yang tidak sengaja lewat mendengar percakapan mereka dan kemudian menghampirinya“emang kenapa sama zona” tanya angga“ang…angga”“udah ayo cepet kamu ada ujian hari ini kan? Nanti kamu telat” angga meraih tangan zona dan membawanya ke kelasDan beruntungnya zona tidak terlambat untuk mengikuti ujian sastra bulan kemudian……Tidak terasa ternyata hubungan zona dan arya sudah berjalan sekitar 1 tahun lamanya dan angga berniat untuk melamar zona.“zon, aku boleh ngomong sesuatu ngga?”“iya apa?” tanya zona“kamu mau ngga kita menuju jenjang yang lebih serius?”“maksudnya?”zona masih tidak percaya“iya aku pengen kita tunangan” arya berusaha menjelaskanZona yang mendengar hal tersebut langsung memeluk arya dan merasakan kebahagiaan yang tidak itu zona memperkenalkan arya pada papa dan mamanya dengan mengajak makan malam bersama“pa, ma kenalin ini arya”“oh iya, silahkan duduk” jawab sang papaPerbincangan pun terus berlangsung hingga kemudian“om maksud kedatangan saya kesini saya ingin memohon ijin untuk melamar zona menjadi tunangan saya” angga berusaha menjelaskan“begini nak angga, bukannya apa. Tapi kan kamu masih belum punya pekerjaan dan juga kalian masih kuliah kan? Jadi gak perlu lah terburu buru tunangan” jawab papa zona“oh iya om” angga langsung lemas mendengar ucapan papa zona“papa jangan gitu dong” zona pun juga kaget atas respon dari sang papaHubunganku tak di restui…..Setelah malam itu zona baru sadar kalau kedua orang tuanya ingin menjodohkannya dengan orang lain yaitu doni. Doni yang merupakan anak dari konglomerat terkaya disana.“zona kenalin ini doni” papa memperkenalkan doni pada zona“hallo” doni menyapa zona dengan hangat“heeeemm” zona hanya tersenyum kecut“pa, boleh bicara bentar nggak” tanya zona sambil membawa papanya menjauh dari doni“pa maksud papa apa ngenalin zona ke doni pa? papa tahu sendiri kalau zona itu sudah punya pilihan sendiri” zona berusaha menjelaskan“ini yang terbaik bagi kamu, masa depan kamu tidak akan sengsara kalau sama dia” jawab sang papa tegas.“papa tega, papa ngga pernah ngerti apa yang zona mau” zona yang tidak terima atas pilihan sang papa kemudian berlari keluar dari restorant dan di depan ia tertabrak“bruukkkkkk”“zonaaaaaa”Zona masuk rumah sakit dan kondisinya kritis. Setiap hari angga selalu menemani dan berdoa untuk kesembuhan zona yang tengah berbaring tidak berdaya. Hingga akhirnya papa dan mama zona sadar bahwa angga orang yang tepat untuk Lao Zhi pernah berkata, "Dicintai seseorang memberimu kekuatan, mencintai seseorang memberimu keberanian." Memang, saat dimabuk cinta, seseorang bisa melakukan hal-hal yang tak terduga dan menarik untuk diceritakan. Ingin tahu contohnya? Simak kumpulan cerpen cinta yang romantis di artikel ini. Sebagai manusia, adalah hal yang lumrah untuk merasakan cinta, baik mencintai atau dicintai seseorang. Karena sangat dekat dengan kehidupan inilah, cerita bertema cinta amat menarik untuk disimak. Jika kamu sedang mencari bacaan ringan yang romantis, simak kumpulan cerpen cinta yang ada di artikel kamu memiliki pasangan, mungkin ada baiknya untuk mengajak pasanganmu menyimak artikel ini bersama. Siapa tahu, pasanganmu terinspirasi melakukan hal yang romantis setelah membaca cerita di bawah. Jadi, hubungan kalian bisa semakin dengan membaca kumpulan cerpen cinta romantis berikut, mungkin kamu bisa ikut merasakan bahagia, terharu, hingga sedih. Sebab cinta adalah hal yang misterius, ia tidak terlihat namun terasa, bisa menjadi sumber semangat tapi juga bisa menjadi sumber kesedihan, dan bisa membuat orang egois mau Kamu sudah tidak sabar ingin membaca kisah-kisah dalam kumpulan cerpen cinta yang romantis banget ini? Jangan lupa simak artikelnya sampai habis, mungkin saja dari kisah-kisah itu kamu bisa belajar sesuatu. 1. Pasangan yang Saling Mengerti Stephen Lindoff adalah seorang pemuda yang terlahir tuli dan buta. Sementara, Mary adalah wanita bisu dengan gangguan pengelihatan. Keduanya bertemu saat masih berumur 8 tahun di sekolah khusus penyandang cacat di Montreal, Kanada. Kedua anak tersebut langsung akrab sejak pertama kali berjumpa. Anehnya, meski memiliki kesulitan dalam hal komunikasi, merekabisa mengerti satu sama lain. Sayangnya, suatu hari keluarga Mary harus pindah ke Newfoundland, sehingga kedua anak itu harus berpisah. Dua puluh tahun kemudian, Stephen memutuskan pergi ke Newfoundland untuk mencari dan melamar Mary. Mary pun setuju untuk menikahi Stephen. Padahal, sejak perpisahan itu, mereka tidak pernah bertemu satu sama lain ataupun menelepon karena kekurangan mereka. Cerita nyata tentang suami istri cacat dalam kumpulan cerpen cinta romantis tadi mungkin bisa menginspirasi kamu yang sering salah paham dengan kekasih. Dalam sebuah hubungan, kepercayaan adalah hal yang penting. Untuk itu, komunikasi harus selalu dijaga agar lancar. Coba contoh kedua pasangan tadi, meski tidak bisa melihat atau mendengar, mereka bisa saling mengerti. Jika dalam hubunganmu sering terjadi salah paham, mungkin ada baiknya untuk melakukan introspeksi. Coba pikirkan, apakah kamu sudah menjadi pendengar yang baik dan mau mengerti pasanganmu? Baca juga Kisah Nabi Sulaiman AS yang Menginspirasi serta Menarik untuk Disimak 2. Menaiki Sepeda Pada tahun 1975, Charlotte von Sledvin, seorang mahasiswi dari keluarga kerajaan Swedia yang masih berusia 19 tahun melakukan perjalanan ke India. Ia melakukan perjalanan itu karena ingin meminta dirinya dilukis oleh seorang pelukis yang konon sangat berbakat bernama Pradyumna Kumar Mahanandia. Pradyumna terlahir dari keluarga dengan tingkatan kasta terendah di India, dalit. Meski begitu, Pradyumna berhasil membuat namanya terkenal di kalangan keluarga kerajaan Eropa lewat karya-karyanya. Saat melukis potret Charlotte, rasa cinta lama kelamaan tumbuh di hati Pradyumna. Menurutnya, Charlotte memiliki kecantikan yang berbeda dengan wanita Eropa pada umumnya. Charlotte pun jatuh cinta pada Pradyumna karena ketekunan dan kesederhanaan dirinya. Dimabuk cinta, Charlotte memperpanjang masa tinggalnya di India. Hari demi hari berubah menjadi minggu, minggu demi minggu berubah menjadi bulan, tanpa sadar Charlotte sudah menunda kepulangannya sangat lama. Mereka berdua bahkan sudah sah menikah menurut tradisi India. Suatu hari, datang sepucuk surat untuk Charlotte dari universitasnya di London. Mereka meminta wanita itu untuk segera menyelesaikan studinya. Charlotte awalnya mengajak suaminya itu untuk ikut bersamanya, tapi ditolak sebab Pradyumna harus menyelesaikan pendidikannya di India. Charlotte pun terpaksa harus kembali ke Eropa meninggalkan Pradyumna. Mereka awalnya sepakat untuk selalu rutin surat menyurat. Tapi, rasa rindu memang terkadang sangat berat ditahan. Hingga suatu hari, Pradyumna memutuskan untuk menyusul istrinya. Di hari kelulusan, ia menjual seluruh harta bendanya, dari buku hingga karya lukisannya. Sialnya, uang yang dimilikinya tidak cukup untuk membeli tiket pesawat, hanya cukup untuk membeli sepeda saja. Tidak menyerah, Pradyumna memutuskan untuk menaiki sepeda itu menuju ke kampung halaman istrinya. Berbekal baju secukupnya, kanvas, dan kuas, ia menghidupi dirinya dengan melukis selama perjalanan. Setelah menghabiskan lebih dari empat bulan dan melintasi delapan negara, Pradyumna tiba di tanah kelahiran istri yang dicintainya itu. Dalam kumpulan cerpen cinta romantis tadi ada banyak hal bisa kamu jadikan renungan. Dari kesetiaan, semangat pantang menyerah, sampai dengan pengorbanan tulus demi cinta sejati. Bagaimana denganmu? Masih mengeluh jika harus menjemput pacar yang jauh saat hendak kencan makan malam? Coba lihat bagaimana pria dalam kumpulan cerpen cinta romantis tadi. Untuk bertemu kekasihnya, ia bersedia mengayuh sepeda sepanjang ribuan kilometer. Baca juga Kumpulan Cerita Horor Nyata yang Akan Membuatmu Merinding 3. Tanpa Melihat Kecacatan Sumber Wikimedia Commons Pada tahun 2012, seorang penjinak bom Angkatan Darat Amerika Serikat yang bernama Taylor Morris menjadi korban ledakan bom teroris. Tragedi tersebut merenggut kedua kakinya karena harus diamputasi. Pada saat itu, Taylor merasa bahwa hidupnya sudah berakhir. Sebab, tidak hanya kehilangan anggota tubuhnya, ia juga harus bergantung pada orang lain untuk bisa hidup. Pada saat itu, Taylor memiliki kekasih yang bernama Daniella. Tanpa diduga olehnya, Daniella justru dengan sabar memberi motivasi dan membantu merawat Taylor. Ia juga membantu proses rehabilitasinya selama bertahun-tahun. Setelah berhasil menggunakan kaki buatannya, Taylor kemudian melamar kekasihnya itu. Daniella pun setuju dan mereka berdua hidup bahagia. Ada pepatah yang mengatakan bahwa cinta itu buta. Saat kamu mencintai seseorang, segala kekurangannya tidak akan terlihat. Kisah singkat pada kumpulan cerpen cinta yang romantis tadi mungkin juga begitu. Karena cinta, Daniella tidak peduli apabila seumur hidup ia harus mengurus suaminya yang cacat. Tidak hanya itu, ia juga tidak peduli dengan ketidaksempurnaan fisik Taylor dan mau menerima pinangannya. 4. Cinta Selamanya Suatu hari Amanda mendapat kejutan dari suaminya yang sedang bertugas di luar kota untuk beberapa bulan. Kejutan itu berupa satu ikat bunga yang diletakkan di atas meja kerja di kantornya. Pada kartu ucapan tertera tulisan, “Cintaku padamu akan bertahan hingga bunga terakhir layu.” Amanda bingung dengan maksud dari kartu ucapan suaminya itu. Ia pun menaruh bunganya ke dalam vas berisi air, menyimpan kartu ucapan, lalu meletakkan bunganya di ujung ruang kerja. Hari demi hari berlalu, warna di beberapa bunga-bunga itu mulai berubah. Sampai akhirnya satu-per-satu batang layu. Tiap ada batang yang layu, Amanda akan membuangnya. Sampai suatu saat tinggal satu batang yang tersisa di vas tersebut. Setelah berhari-hari bunga itu tidak kunjung layu, bahkan warnanya masih cerah dan menarik. Heran, Amanda akhirnya mencoba memeriksa bunga terakhir itu. Ternyata, bunga yang tersisa di vas tersebut adalah bunga palsu. Suaminya dengan sengaja menyelipkan satu bunga palsu di tengah-tengah bunga asli yang diberikannya. Seketika itu, Amanda pun menyadari apa maksud dari pesan suaminya pada kartu itu. Maksud dari pesan pada kumpulan cerpen cinta romantis tadi adalah cinta selamanya. Sang suami berkata jika cintanya akan selalu ada selama bunga di vas itu tidak layu. Padahal, salah satunya adalah mawar palsu, jadi mana mungkin layu, kan? Ingin memberikan kejutan untuk pacarmu? Mungkin trik yang ada di kumpulan cerpen cinta romantis barusan bisa menjadi inspirasi. Coba berikan kejutan seperti itu untuk orang yang kamu sayang, entah saat ia berulang tahun atau anniversary kalian. 5. Legenda Anarkali Sumber Wikimedia Commons Alkisah pada zaman dahulu di kerajaan Mughal Pakistan, hidup seorang pangeran yang manja dan cengeng bernama Salim. Karena tidak tahan dengan kelakuan anaknya, Raja Akbar mengutusnya untuk bergabung dengan latihan tentara. Setelah bertahun-tahun, Raja Akbar akhirnya memperbolehkan Salim kembali ke istana. Ia menggelar sebuah pesta besar untuk merayakan kepulangan anaknya itu. Pada saat pertunjukan tarian, seketika Pangeran Salim terpesona dengan salah seorang penari bernama Shariff un-Nisa atau Anarkali. Pangeran Salim yang terpesona kemudian mencoba merayunya. Setelah beberapa saat, akhirnya terungkap bahwa Anarkali pun menyukai sang pangeran. Sayangnya, mereka berasal dari keluarga dengan strata yang berbeda. Anarkali hanyalah orang biasa, sehingga tidak mungkin boleh dinikahi pangeran. Hubungan mereka tak lama kemudian diketahui sang raja, ia pun memerintahkan pengawal untuk menangkap Anarkali. Mengetahui hal ini, pangeran tidak tinggal diam, sembunyi-sembunyi ia membebaskan kekasihnya itu lalu kabur dari istana. Mengetahui kelakuan anaknya, raja kemudian memerintahkan pasukan untuk mencari mereka berdua. Salim pun melawan, ia mengumpulkan sejumlah pasukan untuk melawan ayahnya. Sayangnya, pasukan Salim kalah telak dari pasukan kerajaan yang besar. Raja pun memberikan dua pilihan untuk anaknya, menyerahkan Anarkali atau dihukum mati. Karena rasa cinta yang besar, pangeran Salim memilih untuk mati melindungi kekasihnya itu. Tapi Anarkali yang tidak rela kekasihnya mati, memilih keluar dari persembunyian dan menyerahkan diri. Raja menerima penyerahan diri Anarkali dan membebaskan pangeran dari hukuman. Anarkali kemudian dihukum dengan dikubur hidup-hidup dalam tembok semen. Konon, tembok tempat Anarkali dihukum berada di kota Lahore Pakistan. Ada versi legenda Anarkali selain yang diceritakan pada kumpulan cerpen cinta romantis di atas. Versi lain menceritakan bahwa sebelum dihukum, Anarkali melakukan perjanjian dengan raja. Ia akan diampuni nyawanya, tapi akan diasingkan dan tidak boleh lagi bertemu pangeran. Cerpen romantis dengan akhir yang sedih tadi menceritakan tentang pengorbanan. Memang, ketika kita sangat mencintai seseorang, apa pun akan rela kita berikan. Jika kamu masih mengeluh dengan pacar yang minta ditelepon pada malam hari, mungkin cintamu harus dipertanyakan. Baca juga Contoh Puisi tentang Guru sebagai Rasa Terima Kasih 6. Tembok Terbesar Aku bertemu dengan Sandy lewat teman SMA-ku yang ada di Jakarta. Sejak pertama berjumpa dengannya, aku langsung tertarik dengan Sandy. Ditambah lagi, ia adalah orang yang ramah, baik, dan sopan, sosok lelaki yang sempurna di mataku. Kami berdua pun semakin dekat sampai akhirnya memutuskan untuk menjalin hubungan. Aku sangat gembira ketika Sandy menyatakan perasaannya padaku, tapi aku sedikit khawatir sebab kami memiliki kepercayaan yang berbeda. Kuputuskan untuk menjalani hubungan ini dulu. Saat waktunya tepat, aku akan membicarakan ini dengannya. Hari-demi-hari berlalu, hubungan kami semakin erat, tapi kekhawatiranku juga semakin meningkat. Aku bahagia dengan Sandy, tapi masalah perbedaan kami seperti menjadi bom waktu yang suatu saat akan meletus. Suatu hari, kuputuskan untuk membicarakan masalah perbedaan kita ini dengan Sandy. Tapi ia berkelit, memilih untuk membahasnya lain waktu dan menjalani hubungan ini dulu. Hal itu terus terulang hingga akhirnya hubungan kami sudah berjalan hampir dua tahun. Bom waktu yang kami bawa dalam hubungan ini sudah hampir meledak. Tekanan dari keluargaku untuk menikah juga semakin berat. Khawatir, bingung, dan sedih yang kurasa hampir tak terbendung lagi, kuputuskan untuk bersikap tegas dengan Sandy. Kami bertemu di sebuah taman dekat apartemenku, tempat favoritku saat merenung. Tidak ada upaya sedikit pun darinya untuk menghindari pembicaraan kali ini. Kami berdiskusi selama berjam-jam tapi tidak menemukan solusi. Keluarga, agama, dan budaya seakan menjadi tembok besar yang memisahkan kami. Tidak ingin memberatkan satu orang saja, kami pun memilih untuk mengakhiri hubungan kami. Jalan cinta memang tidak akan selalu mulus tanpa hambatan, cobaan bisa datang dalam bentuk apa saja. Seperti kisah pada kumpulan cerpen cinta romantis tadi, kisah cinta mereka dihalangi oleh perbedaan agama dan budaya. Pernikahan beda agama masih merupakan suatu hal yang sulit diterima di Indonesia. Biasanya saat akan menikah, salah satu dari pasangan akan pindah agama meski mungkin akan dikucilkan keluarganya. Karena itu, pasangan dalam kumpulan cerpen cinta romantis di atas mengakhiri hubungan mereka daripada harus membuat pasangannya berkorban untuk dirinya. Baca juga Kumpulan Kata-Kata Pantun Cinta Romantis untuk Pacar, Gebetan, dan Mantan 7. Bukan Siti Nurbaya Aku bertemu Dhini saat bandku mengisi sebuah acara di kampusnya. Ia sebagai panitia acara sementara, aku masih merangkap sebagai manager bandku. Pertama kali bertemu dengannya aku sudah mulai tertarik, lama-kelamaan berbincang, ternyata aku sudah jatuh dalam cinta. Sejak pertemuan dari acara kampus itu, kami berdua menjadi sangat akrab. Hingga akhirnya, aku dan teman-temanku meminta Dhini menjadi manager band kami. Aku dan Dhini menjadi sangat akrab, hampir setiap saat kita selalu bersama. Meski begitu, aku belum memiliki keberanian untuk mengungkapkan perasaanku. Suatu hari, Dhini memutuskan untuk memelihara anjing dan memintaku untuk membantunya. Kupilih seekor labrador berumur dua bulan yang kemudian kami beri nama Komeng. Aku dan Dhini akhirnya memelihara Komeng kecil bersama-sama. Tanpa terasa dua tahun berlalu, Dhini masih menjadi manager band kami. Aku pun masih memendam perasaanku kepadanya selama itu. Tiba hari di mana Dhini bersiap menghadapi sidang kelulusannya. Untuk bisa lulus Dhini perlu belajar dengan tekun, aku pun menemaninya belajar. Saat melihatnya belajar, tiba-tiba sebuah pertanyaan yang spontan terucap, “Dhin, setelah lulus kamu mau ke mana?” Dhini pun berhenti membaca, “Pulang ke Jambi bang, ada urusan keluarga.” Otakku berpikir, Dhini menceritakan hampir semua hal padaku sampai urusan pribadinya. Menyadari kebingunganku, Dhini mengatakan bahwa untuk urusan kali ini, aku tidak tahu dan suatu saat akan diceritakannya. Tapi apa pun urusan itu, waktuku bersama Dhini hanya tinggal beberapa bulan lagi. Tidak ingin mengganggu proses sidangnya, kuputuskan untuk menyatakan cintaku setelah Dhini dinyatakan lulus. Aku tidak keberatan meski harus melakoni hubungan jarak jauh. Hari demi hari berlalu hingga tiba hari pengumuman, Dhini dinyatakan lulus. Malamnya, masuk pesan dari Dhini yang memintaku untuk menemui dirinya keesokan pagi. “Kebetulan sekali, tidak akan kutunda lagi, akan kunyatakan perasaanku padanya,” batinku. Pagi harinya, kutemui Dhini di kosnya, ia sudah menungguku. Kulihat ada dua buah koper besar di sisinya dan Komeng di pangkuan Dhini. Ia mempersilahkanku duduk lalu bicara, “Bang, aku mau cerita dulu. Jadi abang kan juga tahu, dulu waktu aku masih SMP almarhum bapakku itu sakit keras, sampai bertahun-tahun. Hampir seluruh uang keluarga habis terpakai, sampai harus hutang…” Dhini masih terus bicara. Pikiranku berkecamuk, perasaanku tidak enak. “Jangan bilang ini kayak cerita Siti Nurbaya,” harapku dalam hati. Tekadku untuk menyatakan cintaku sudah luntur, aku hanya berharap tidak gagal sebelum menyatakan. “Tapi yang abang belum tahu adalah saking besarnya hutang itu, kita tidak sanggup melunasi. Kebetulan salah satu yang dihutangi itu temannya Bapak. Setelah aku bicara dengan ibu dan kakak, sepertinya memang jalan keluarnya dengan dijodohkan. Kebetulan teman bapak juga sudah duda, orangnya juga baik, dia yang membiayai kuliahku di sini,” cerita Dhini. “Aku tahu abang ada perasaan sama aku, aku juga. Tapi makin aku sayang sama abang, rasanya makin salah. Aku titip Komeng ke abang, tolong dijaga biar abang ngga lupa sama aku.” “Buat ganti kamu nih?” gurauku sambil mengelus Komeng. Dhini hanya tertawa, wajahnya memerah, air mata mulai berlinang. Sampai akhir kuputuskan untuk tak menyatakan cintaku, aku tak ingin ia bertambah sedih. Seniman dan penulis buku Sujiwo Tejo mengatakan, “Kamu bisa memilih dengan siapa kamu menikah, tapi kamu tidak bisa memilih dengan siapa kamu jatuh cinta.” Mungkin kisah dalam kumpulan cerpen cinta romantis ini membuktikan hal itu. Salah satu bentuk cinta adalah pengorbanan, sementara pengorbanan yang paling tinggi adalah bisa merelakan orang yang kamu cintai pergi. Pria dalam kumpulan cerpen cinta romantis tadi bisa melakukannya, bagaimana denganmu? Relakah bersedih untuk kebahagiaan orang tercinta? Baca juga Yuk, Baca Kumpulan Puisi Roman Picisan yang Bikin Baper di Sini! 8. Cinta yang Lain Umar bin Abdul Aziz, khalifah termasyhur dalam Bani Umayyah, suatu kali pernah jatuh cinta pada seorang gadis. Gadis itu pun juga mencintai Umar. Ia kemudian mengungkapkan hal tersebut kepada istrinya. Namun istrinya, Fatimah binti Abdul Malik, tak mengizinkannya menikah lagi. Suatu saat dikisahkan bahwa Umar terjangkit sakit akibat kelelahan bekerja. Melihat suaminya yang menderita, Fatimah pun mencoba bermacam cara untuk mengobati dan menghiburnya. Sampai akhirnya, Fatimah datang membawa gadis yang pernah disukai suaminya itu. Pada saat itu, Fatimah berkata bahwa ia memberikan izin suaminya apabila ingin menikahi gadis tersebut. Gadis yang dibawanya pun mengatakan bahwa dirinya bersedia dinikahi Umar. Tapi Umar malah berkata tidak pada usulan itu. Saat itu ia menyadari betapa besar cinta Fatimah padanya. Umar pun malah menawarkan untuk menjodohkan gadis yang dicintainya itu dengan pemuda lain. Saat hendak pulang, gadis tadi bertanya, “Dulu engkau mencintaiku, apakah cinta itu hilang?” Umar menjawab, “Perasaan itu tidak hilang, hanya saja, aku menemukan cinta lain yang lebih dalam.” Menurut sejarah, pada zaman itu praktik pernikahan matrimonial kerap dilakukan, terutama di kalangan elit negara. Karena itulah, banyak pernikahan yang berlangsung meski awalnya tidak saling mencinta. Seperti kisah Umar dan Fatima pada kumpulan cerpen cinta romantis di atas. Lewat cerpen romantis nan islami di atas, kita bisa mengetahui bahwa cinta bisa datang dalam bentuk yang berbeda. Cinta tidak hanya keinginan untuk bersama dengan seseorang, tapi juga bisa berbentuk dedikasi. Seperti Fatima, sebagai istri ia mendedikasikan dirinya untuk mendukung kesembuhan Umar, meski mungkin berat baginya melihat suaminya menikahi wanita lain. 9. Ketika Babi Bisa Terbang Mary dibesarkan di keluarga yang sangat memanjakan dirinya. Ia terbiasa mendapatkan apa saja yang diinginkan dari pakaian, kosmetik, dan barang-barang lainnya. Mary juga bukanlah orang yang terbiasa bekerja keras dan tahan dengan keadaan sulit. Meski begitu, sejak kali pertama bertemu pada sebuah pesta, aku langsung jatuh hati padanya. Tak butuh waktu yang lama, hanya butuh dua minggu sampai kami resmi berpacaran. Aku dan Mary sangat dimabuk cinta. Sekitar 2 bulan sejak kami mulai berpacaran, sebuah tragedi menimpaku. Mobil yang kukendarai tergelincir di jalan tol sehingga mengakibatkan kecelakaan yang cukup parah. Meski berhasil selamat, aku divonis tidak akan lagi bisa berjalan. Hari itu rasanya aku ingin mati saja. Mary yang mendengar kabar bahwa aku akhirnya sadar kemudian mengunjungiku. Ketika kulihat ia masuk ke kamarku, kusadari bahwa aku harus mempersiapkan diriku suatu saat ketika Mary akan meninggalkanku. Hari demi hari berlalu, kondisi tubuhku semakin membaik dan hampir diperbolehkan dokter untuk pulang. Mary tetap rutin mengunjungiku, ia selalu datang setiap sore hingga malam untuk menemani. Suatu ketika, saat kami hanya berdua di ruangan aku berkata padanya, “Mary, jika kamu ingin mencari laki-laki lain, tinggalkan saja aku. Aku tidak akan keberatan.” Mary yang saat itu masih memotong buah untukku hanya tersenyum, “Mungkin suatu saat aku akan meninggalkanmu, ketika babi bisa terbang.” Kini aku dan Mary telah menikah dan memiliki seorang anak laki-laki. Tak pernah kusangka wanita yang manja itu justru menjadi wanita paling tangguh yang pernah mencintaiku. “When the pigs fly,” atau, “Ketika babi bisa terbang,” adalah ungkapan untuk menggambarkan sesuatu yang tidak mungkin terjadi. Jadi, Mary sebenarnya berkata bahwa ia tidak akan meninggalkan kekasihnya sampai kapan pun. Cinta bisa menjadi motivasi seseorang untuk mampu berbuat apa pun. Dalam kumpulan cerpen cinta yang romantis dan mengharukan tadi, Mary menunjukkan hal itu. Ia yang semula bersifat manja berubah menjadi sangat mandiri dan dapat diandalkan demi kekasihnya. 10. Terpisah 11 Tahun Pada tahun 1974, Irina dan Woodford Mclellan menikah di Moskow. Woodford adalah seorang professor dan ekonom asal Amerika Serikat yang sedang menjalankan tugasnya di Rusia. Sementara Irina adalah warga negara asli Rusia yang saat itu bekerja di institut ekonomi bagian hubungan internasional. Sayangnya kisah cinta mereka tidak berjalan lancar. Pada Agustus di tahun yang sama, Woodford harus kembali ke Amerika Serikat karena visanya telah habis. Woodford pun sesegera mungkin mengurus izin agar bisa kembali ke sisi istrinya. Tapi, permohonan visa Woodford selalu ditolak oleh departemen imigrasi. Irina yang mendengar kabar tersebut kemudian juga berusaha mengunjungi suaminya. Tapi sama seperti Woodford, permohonan visanya juga ditolak. Memang, pada saat itu hubungan kedua negara sedang memanas sehingga tidak mudah untuk orang Soviet masuk ke Amerika, begitu pula sebaliknya. Tidak menyerah, mereka berdua tetap berhubungan lewat telepon, saling berkirim surat, dan juga foto. Sambil terus mencoba untuk mendapatkan izin berkunjung dari pemerintah masing-masing. Setelah 11 tahun, akhirnya Iriana mendapatkan izin untuk masuk ke Amerika Serikat. Tepatnya pada Januari 1986, Iriana mendarat di Bandara Internasional Baltimore-Washington dan disambut oleh suaminya yang hanya pernah tinggal bersama selama beberapa bulan. Reuni kekasih beda negara dalam kumpulan cerpen romantis tadi sempat diabadikan oleh wartawan Amerika Serikat pada saat itu. Dalam buku berjudul Of Love and Russia The Eleven-Year Fight for My Husband and Freedom, Iriana menceritakan perjuangan lengkap mereka. Dari upaya mereka mendesak pemerintah, saat kesetiaan mereka diuji, hingga pertemuan kembali. Jika kamu masih bisa dengan mudah bertemu sang kekasih, maka kamu adalah orang yang beruntung. Karena itu, jagalah hubunganmu agar tetap mesra, misalnya dengan sesekali mengirim ucapan cinta atau menyiapkan kejutan. Belajar dari Kumpulan Cerpen Cinta Romantis di Atas Demikian kumpulan cerpen cinta romantis yang telah kami rangkum. Semoga dengan membaca kisah-kisah ini, ada pelajaran tentang moral yang bisa kamu petik. Sehingga, kamu bisa lebih menghargai kekasihmu. Lewat kumpulan cerpen romantis tadi kita bisa tahu bahwa cinta yang tulus bisa menjadi semangat bagi seseorang. Sayangnya, tidak semua orang mengalami perjalanan cinta yang mulus. Banyak kisah yang harus menghadapi rintangan berat, misalnya Anarkali, Irina, atau Pradyumna. Jika kamu suka membaca cerita-cerita pendek seperti ini, kunjungi artikel-artikel lain Ruang Pena di KepoGaul. Tidak hanya bertema cinta, kamu juga bisa membaca cerita rakyat, horor, dan cerita nabi-nabi yang mungkin bisa menghibur harimu. PenulisBayu SetoMochammad Bayu Seto merupakan alumni Ilmu Hubungan Internasional UMY. Lelaki dengan hobi menulis ini sempat terjun di bidang film pendek sebagai script writer dan sutradara dan memenangkan beberapa penghargaan. Tidak hanya film, ia juga merupakan coffee enthusiast. EditorNurul ApriliantiMeski memiliki latar belakang pendidikan Sarjana Pertanian dari Institut Pertanian Bogor, wanita ini tak ragu "nyemplung" di dunia tulis-menulis. Sebelum berkarier sebagai Editor dan Content Writer di Praktis Media, ia pun pernah mengenyam pengalaman di berbagai penjuru dunia maya. Contoh Cerpen Sedih – Cerpen atau dapat disebut juga dengan cerita pendek merupakan suatu bentuk prosa naratif fiktif. Cerpen cenderung singkat, padat, dan langsung pada tujuannya dibandingkan karya-karya fiksi lain yang lebih panjang, seperti novella dan novel. Cerpen adalah salah satu jenis karya sastra yang berisi kisah atau cerita mengenai manusia beserta seluk-beluknya lewat tulisan pendek dan singkat. Ada juga pengertian cerpen yang lainnya yakni sebuah karangan fiktif yang berisi perihal kehidupan seseorang atau pun kehidupan yang diceritakan secara ringkas dan singkat yang berfokus pada suatu tokoh saja. Cerita pendek biasanya mempunyai kata yang kurang dari kata atau kurang dari 10 halaman saja. Selain itu, cerpen atau cerita pendek hanya memberikan sebuah kesan tunggal yang demikian serta memusatkan diri pada salah satu tokoh dan hanya satu situasi saja [gopengertian]. Berikut di bawah ini kami berikan beberapa cerpen singkat dan menarik yang menurut penulis adalah yang terbaik. Cerpen tentang kehidupan yang sedih, serta penuh makna. Cerpen Cinta Sedih Akhir Sebuah Pagi Tubuhku masih tergolek diatas kasur empuk dengan mata terpejam seakan tak ingin mengakhiri sisa-sisa malam yang perlahan habis. Ingatanku dengan segar mem-flash back kejadian menakjubkan di malam ini namun kurasakan dengan pasti sinar matahari telah mengintip, memaksa menerobos masuk melalui celah-celah jendela seakan ingin mengingatkan kalau hari tak lagi malam. Dengkuran halus terdengar dari orang yang rebah di sampingku. Seulas senyum tersungging di bibirku. Masih dengan mata terpejam, kugerakan tangan dan dengan lembut jari-jari halusku mulai menelusuri lekukan wajah di sampingku. Aku mengenal lekukan wajah dan mengenal setiap bagian dari tubuhnya dengan baik dan bahkan sangat baik. Aku mengenali semua yang merupakan bagian dari dirinya seperti aku mengenali diriku. Kurasakan wajahku bersinar terang seterang matahari yang menyapa alam di luar sana. Dengan perasaan hangat dan lembut, ku-rewind rekaman tadi malam yang kusimpan rapat dalam memoriku dan kemudian kuputar lambat-lambat. Di sebuah kamar vila di kawasan Lembang yang sejuk, sebuah tempat yang jauh dari keramaian kota Bandung, sebuah tempat yang cukup nyaman untuk melepas semua lelah dengan segala kepenatan, sebuah tempat yang cukup aman untuk melindungi diri dari peliknya problematika hidup, dan juga sebuah tempat yang mampu membawa beberapa tahun silam kembali dalam genggamanku. Tadi malam, di tempat itu, ketika rembulan dengan malu-malu menampakan diri, ketika gemintang berkelip tajam tanpa terhalang mendung, ketika malam semakin pekat, ketika suara jangkrik dan binatang lainnya bersahutan jauh di luar sana, ketika angin berhembus lirih, ketika tembok dan seluruh isi di kamar itu diam membisu, aku dan dia terhanyut, larut dalam kerinduan yang makin berkarat. Kerinduan akan keindahan yang selama ini selalu kami inginkan, kerinduan akan saat-saat seperti itu, yang ternyata terjadi bahkan setelah bertahun-tahun perpisahan. Tak ada suara, tak ada kata-kata. Kebisuan kami menambah bisunya ruangan itu. Hanya desahan nafas yang memburu, bertarung dengan gelapnya malam yang kian pekat. Seulas senyum tersungging di bibirku. Jari tanganku semakin lincah menelusuri tubuh yang rebah di sampingku. Mataku masih terpejam tanpa ada keinginan untuk membukanya. Sungguh, malam ini begitu berbaik hati kepadaku sehingga aku bisa bermimpi indah. Aku bisa melewati malam ini dengan baik dan lancar, tanpa harus terbebani dengan berbagai perasaan yang selalu menghinggapi setiap malamku merasa jijik dengan bau keringat yang selalu terasa asing meski telah sering kucium bau itu, merasa risih mendengar deru nafas penuh birahi, merasa terganggu jika ada air ludah bercampur dengan air ludahku, juga merasa perih dan tertusuk hatiku hingga aku harus meneteskan air mata. Sungguh, malam ini begitu menakjubkan. Ia mampu mengantarkan sebuah keindahan yang kuinginkan dari beribu malamku yang terenggut. Ia mampu mewujudkan mimpi dan kerinduan yang kian berkarat setiap detiknya. Ia mampu mengubah rasa jijik, risih, terganggu, atau rasa perih hati menjadi sebuah keinginan dan harapan untuk terus bisa merasakan damainya malam ini di malam-malam lainnya. Betapa keinginan itu terus membara, betapa keinginan itu tak pernah padam meski tahun-tahun telah aku lewati dengan berbagai dinamika kehidupan. Sentuhan jari-jari tanganku sepertinya tidak mengusik tidur lelapnya. Ia hanya menggeliat sejenak dan kemudian terlelap lagi. Akupun sama sekali tak berniat membangunkannya. Tiba-tiba bunyi nada polyphonic terdengar menggelitik telinga. Kuraih telpon genggam miliknya, darimana bunyi itu berasal. Dengan segera aku mengetahui dari siapa panggilan tersebut. Pandanganku berpindah-pindah pada telpon genggam dan pada pria yang rebah di sampingku. Haruskah aku membangunkannya? Pikirku ragu. Namun bunyi tersebut tak pernah berhenti dan makin lama semakin kencang. Dengan hati-hati akhirnya ia kubangunkan dan kusodorkan benda itu padanya yang ia sambut dengan enggan. “Pagi…,” sapanya dengan suara serak yang langsung mendapat jawaban dari seberang. “Ya, Papa baru bangun. Seminar kemarin sangat menguras energi sehingga terasa melelahkan,” ujarnya. “Apa? Hp Papa mati? O…ya, tadi malam sengaja dimatikan supaya tidak mengganggu istirahat Papa. Papa terlalu capek hingga tertidur lelap dan tidak tahu lagi apa yang terjadi hingga Mama membangunkanku.” kulihat keningnya berkerut mendengar ocehan dari ujung sana. “Ya…ya, Papa usahakan segera pulang. Mungkin sore atau malam ini akan tiba dirumah. Okay, baik-baik dirumah ya, byebye, mmuach…,” katanya yang dengan segera mengakhiri pembicaraan tersebut dengan meletakkan kembali telpon genggam itu pada tempat semula. Tanpa berkata apa-apa ia menarik selimut yang sedang kupakai dan kemudian membenamkan tubuhnya ke dalam selimut tersebut. “Istrimu?” tanyaku dengan nada cemburu. Ia tidak menjawab. Telunjuknya menempel di bibirku. Jari-jari tangannya menyibakkan lembar-lembar rambut yang menutupi sebagian kening dan mataku. Kemudian dengan erat ia membenamkan wajahku di tubuhnya sehingga dapat kurasakan degup jantungnya. “Aku tak ingin pagi ini berakhir. Aku tak ingin lagi melewati malam-malam tanpamu. Aku ingin… aku ingin selalu merasakan indahnya tadi malam,” ucapku tersendat. Ia membelai rambutku dan dengan lembut berkata. “Kita tak ingin saat indah ini berakhir. Kita tak ingin mengakhiri malam, mengakhiri pagi dan mengakhiri segalanya. Dulu pun kita tak ingin mengakhiri kebersamaan kita meski kemudian semuanya berakhir,” “Berjanjilah..,” ucapku bergetar, “Berjanjilah bahwa akan selalu ada hari lain, malam lain, dan kita akan selalu saling memiliki,” Ia melepaskan pelukannya dan terlentang dengan mata lurus menatap langit-langit kamar. Dijadikannya kedua tangan sebagai bantal. Desah nafas panjang terdengar darinya. “Aku tak menyangka kita akan bertemu lagi setelah bertahun-tahun perpisahan yang menyakitkan itu. Dan di sinilah kita sekarang, di sebuah tempat yang dulu selalu kita idam-idamkan. Apakah aku bermimpi?” desisnya. “Tidak, kau tidak bermimpi, kita tidak sedang bermimpi. Kita sedang berusaha mewujudkan impian dan harapan kita dan aku yakin kita akan bisa melakukannya bersama-sama seperti apa yang kita inginkan dulu,” ujarku penuh semangat. Ia terdiam. “Aku tahu kau terluka. Aku pun begitu. Kita sama-sama terluka. Hanya saja aku tidak bisa mencucurkan dan bersimbah air mata sepertimu…” katanya tercekat, “Aku tak pernah berhenti mencintaimu. Tapi ingatlah, kita masing-masing telah mempunyai keluarga dan tidak bisa meninggalkan mereka,” lanjutnya kemudian. “Kau… kau tidak tahu betapa menderitanya aku melalui malam-malam menjijikan. Mencium bau keringat orang yang tidak aku sukai, memperhatikannya, dan melahirkan anak untuknya. Kenapa aku tidak melahirkan anak untukmu? Kenapa? Semua itu begitu menyakitkan,” kataku disela isak tangis. Ia memejamkan mata. Wajahnya menyeringai kesakitan; bibirnya bergetar. Perlahan dari sudut matanya kulihat butiran bening yang kemudian membasahi bulu-bulu matanya. Aku tertegun. Betapa ia pun merasakan sakit yang sama sepertiku. Begitulah, akhirnya pagi pun berakhir, berlalu dalam kepedihan. Keindahan sekejap di malam itu tak mungkin lagi aku miliki. Dengan tegar namun hampa, kubuka gorden kamar; kubuka jendela. Kubiarkan matahari menerobos langsung menerpa kulitku. Dan sepertinya bukan hanya matahari yang akan menerpaku, tapi akulah yang akan menyongsong dan menantangnya dengan segala ketegaran yang kumiliki. Kutatap hari dengan penuh kehampaan. Kubiarkan rasa di hatiku hancur berkeping-keping hingga aku berharap tak akan ada lagi rasa dalam diriku. Biarlah rasa ini mati; biarlah gulita selalu menyelimuti hidupku karena bagiku bersinar atau tidaknya matahari tak berarti banyak. “Kapan seminarnya berakhir, Ma? Cepat pulang ya, Nia kangen…,” rengek suara dalam telpon genggamku. Aku tertegun. Mataku menatap tajam, membelah matahari yang kian memerah. *** Cerpen Singkat dan Menarik Aku Memang Cantik Perkenalkan, namaku Cantik. Orang tua menamakanku begitu karena mereka menginginkanku menjadi anak yang cantik. Dan mujur, aku memang tumbuh menjadi wanita yang cantik. Aku memang cantik. Semua orang yang mengenalku mengakui hal itu. Wajahku oval dengan hidung mancung dan mata yang indah. Bibirku merah segar meski tanpa pemoles. Kulitku putih halus dan akan nampak kemerah-merahan jika panas matahari menyengat. “Laksana buah ranum yang setiap lelaki ingin memetiknya,” kata Om Naryo, salah satu fansku. Rambutku hitam bergelombang. Tubuhku sintal dengan dada membusung. Badanku akan terlihat gemulai jika aku berjalan. “Bak gitar atau biola yang setip lelaki ingin memainkannya,” ujar Om Doni, fansku yang lain. Aku memang cantik. Semua orang pasti mengakuinya. Jika ada yang tidak setuju dengan pendapat itu, maka orang itu biasanya iri dengan kecantikanku. Para lelaki hidung belang sangat memujaku. Mereka selalu memimpikanku untuk mereka miliki. Mereka selalu mendekati dan berharap dapat menikmati tubuhku, membelai kulit putihku, dan merasakan segarnya bibir merahku. Tetapi, banyak sekali wanita yang membenciku. Mereka tidak suka jika para suami atau ayah mereka mendekatiku. *** Suatu hari di rumah Pak Nata. “Pantas saja beberapa hari ini nggak pulang. Rupanya ngebooking perempuan jalang itu lagi,” teriak bu Ria, istri pak Nata. “Sabar, Bu, sabar. Mana ada aku pergi main perempuan? Aku kan mencari uang untuk kamu. Nih…,” jawab pak Nata tenang. Disodorkannya beberapa lembar uang lima puluh ribuan pada istrinya. Masih dengan cemberut, bu Ria menerima uang itu. “Ya, sudah. Mandi dulu sana. Air hangatnya sudah siap,” suara bu Ria melunak. Ia tak lagi sewot seperti sebelumnya. “Untung tak ketahuan,” batin pak Nata sambil mengusap dada. Diingatnya lagi tadi malam saat ia menyalipkan beberapa lembar ratusan ribu pada belahan dada si Cantik. *** Aku memang cantik. Aku tak bosan mengatakan hal itu karena aku memang cantik. Banyak lelaki bertekuk lutut karena kecantikanku. Tetapi, sebenarnya modalku bukan hanya kecantikan wajah. Ada rahasia-rahasia lain yang kumiliki untuk membuat kaum Adam tak berdaya. Ingin tahu rahasianya? Ssst…. ini antara kita saja. Orang lain tak usah tahu. Pertama, aku selalu bertutur kata halus dan lembut agar meraih simpati semua orang terutama para pria. Malahan, terkadang aku pun mengenakan kerudung gaul dan baju panjang. Bukan untuk menutupi aurat, melainkan untuk menutupi profesiku sebenarnya. Kedua, aku selalu memperlakukan lelaki sesuai dengan yang mereka inginkan. Aku tahu pasti dimana letak kelemahan mereka dan aku pun punya cara agar mereka bisa berpaling dari para istrinya. Dan yang ketiga, Ssst…ini yang paling rahasia, sebenarnya aku menggunakan sedikit pelet, susuk, dan jampi-jampi dari Mbah Dukun kepercayaanku supaya profesiku ini laku keras. *** Di rumah Pak Ryan “Prang…” Suara piring pecah membuka suasana pagi. Wajah pria itu terlihat merah dan membesi. Piring yang barusan di lemparnya pecah berkeping-keping. “Aku tak suka setiap kali kamu menuduhku berbuat serong,” teriaknya. Bu Noni, isterinya, terdiam dengan linangan air mata di pipi. Piring pecah dan sedikit tamparan dari sang suami cukup membuatnya ketakutan setengah mati. “Tapi… aku melihat sendiri kamu pergi dengan perempuan itu,” Ujar bu Noni, di sela isak tangis. “Dengar! Aku pergi dengannya hanya untuk urusan bisnis. Kamu dengar? Hanya untuk urusan bisnis. Tak lebih dari itu. Dasar perempuan tak tahu diuntung!” ujarnya garang. Dibantingnya pintu dan kemudian ia pun pergi. Bayangan si Cantik menari-nari di pelupuk matanya. Ingin sekali hatinya untuk segera memeluk boneka itu. *** Aku memang cantik. Aku tak takut dengan ketuaan yang menggerogoti karena aku telah memakai susuk dari Mbah dukun. Aku pun tak takut dengan kemarahan suamiku jika ia tahu keberadaanku dengan lelaki lain. Malahan, ia sangat mendukung profesiku karena ia tak perlu capek-capek cari uang. Anak-anakku pun, yang juga sama cantiknya sepertiku, mendukung pekerjaanku. Dan pada mereka, yang aku sendiri tak tahu lelaki mana yang menjadi bapak mereka, ku ajarkan bagaimana caranya menekuni bidang ini. Siapa tahu mereka tertarik dengan apa yang kulakukan. Karena mereka pun tahu bahwa profesi ini sangat menjanjikan, hi…hi…hi.. Mungkin ada sebagian yang heran kenapa keluargaku begitu kompak. Jawabannya adalah karena aku selalu menggunakan mantra penakluk dari mbah dukun kesayanganku. Selain itu, mungkin karena nasibku yang selalu mujur bahwa aku memiliki wajah cantik dan juga keluarga yang sangat mendukung. *** Di penghujung malam yang dingin Bu Dina masih bersimpuh pada sajadahnya. Mulutnya komat-kamit dengan kedua angan terangkat. Butiran air mata membasahi kelopak dan bulu-bulu matanya. “Ya Allah. Sadarkanlah suamiku dari apa yang selama ini diperbuatnya. Yang dia lakukan telah lebih dari sekedar menyakiti hamba sebagai istrinya, tetapi juga telah keluar dari jalan-Mu, yaitu selalu berzina dengan perempuan jalang. Kehidupan kami pun menjadi hancur setelah ia sering pergi pada perempuan itu. Hati ini terasa sangat sakit dan hamba yakin bahwa banyak wanita-wanita lain yang merasa sakit karena perselingkuhan suaminya. Karena itu, sadarkanlah mereka, suami hamba dan juga perempuan itu. Jika tidak, maka hamba serahkan semuanya pada-Mu, yang Maha Mengetahui dan Menguasai,” *** Kukatakan sekali lagi, aku memang cantik. Aku tak bosan dan tak akan pernah bosan mengatakan kalimat itu, seperti halnya om Diki yang tak pernah bosan merayuku untuk menjadikanku isteri kesekiannya. Tapi aku tak mau sedikit pun untuk menjadi isteri dari para penggemarku. Yang kuinginkan dari mereka hanyalah uang, tak lebih dari itu. Masih kuingat kata-kata rayuan Om beristeri tujuh beranak sembilan ini. “Kamu begitu hebat. Permainanmu lincah dan menggemaskan. Akan kuberikan semua yang kamu minta jika kamu bersedia menjadi istriku,” ujarnya. Tapi segala rayuan yang ia lontarkan bahwa aku cantik, bahwa aku hebat tak akan mempan bagiku. Aku tak perlu rayuan itu, aku tak butuh kegombalan itu. Aku sudah merasa cukup puas jika berhasil membuat para pria bertekuk lutut, dan para wanita merasa sakit hati dan mengecamku. Ada kepuasan tersendiri jika aku melakukan hal itu. Dan selain itu, tentu karena uang. Jika uang tersedia, maka si cantik dengan segala kehebatannya menjadi milikmu. Tak percaya? *** Contoh Cerpen Sedih Aku Wanita Kuikat kata dalam mata batinku; kuredam rasa dalam sanubariku; kutelan sakit yang merajai; dan harus kukatakan dengan tegar aku adalah wanita. Kurangakaikan kata demi kata, dan setelah sekian lama semua tercipta menjadi sebuah pengungkapan dari alunan kepedihan. Kepedihan yang telah mengeras yang kemudian menjadikan jiwaku membatu. Ingin kubagi duka-lara, pada siapa aku bisa menyandarkan asa. Ingin kuungkapkan kepedihan, dengan siapa aku bisa merasakan kebahagiaan dan cinta. Angan adalah tunas dari sebuah asa; khayal adalah impian dan keinginan. Setelah sekian lama aku hidup dalam lumpur kepedihan, dalam sebuah rumah tangga yang membuat rasaku sebagai wanita terhempaskan maka salahkah bila aku berangan untuk mendapat kebahagiaan yang nyata? Salahkah jika aku berkhayal bahwa aku, wanita, ingin dihargai seutuhnya? Dan salahkah aku jika akibat dari perlakuan mengerikan dari partner hidupku, maka aku lalu memimpikan kasih sayang yang lain? Aku adalah seorang istri; aku adalah manusia. Kebutuhanku sebagai seorang istri lebih dari sekedar permainan di atas ranjang. Aku butuh lebih dari sekedar materi, kedudukan, ataupun gelar bahwa aku adalah istri yang baik dan penurut. Perasaanku adalah sebagai wanita seutuhnya yang ingin perhatian, kasih sayang dan kelembutan. Aku merasa kesepian tatkala suamiku sering membiarkan aku kedinginan bermalam-malam. Aku merasa sakit hati tatkala ia dengan sengaja memasukkan perempuan diantara kami yang kemudian semakin menghempaskan perasaanku sebagai seorang istri, sebagai seorang wanita. Aku bukanlah robot yang diciptakan untuk memenuhi kebutuhannya, sementara ia mengabaikan kebutuhanku. Aku bukanlah sukarelawan yang harus selalu memperhatikannya dan tak boleh mengharapkan imbalan sedikit pun yang sebenarnya sangat kuinginkan perhatian dan kasih sayangnya. Bahwasanya kehidupan yang selama ini kujalani tidaklah begitu menyenangkan sehingga aku berharap seseorang datang mengeluarkanku dari ketidakpastian yang menjemukan ini. Namun atas dasar apapun, aku, wanita, pada akhirnya tetap harus melalui ketentuan. Aku harus siap setiap kali suamiku membutuhkanku. Aku harus tetap mengurus rumah tangga. Aku harus tetap melakukan semua kewajiban meski suamiku bahkan telah lupa bahwa dia pun harus juga melakukan kewajibannya. Bahkan akupun harus rela menerima cacian tatkala kutemukan kedamaian dan cinta dari pria lain yang mampu menunjukan kasih sayang sesungguhnya. Ia adalah pria yang bersedia mendekapku di kala aku lelah dan sedih. Ia adalah yang menasehatiku di kala aku melakukan kesalahan. Bukanlah ia yang membiarkan aku lelah dan sedih. Bukanlah ia yang bahkan tak tahu betapa cantiknya aku, betapa berharganya aku. Bukanlah ia yang memarahi dan menamparku saat aku melakukan kesalahan. Bukanlah ia yang selalu marah dan beringas saat problema melanda. Kekasih adalah jiwa terindah yang pernah tercipta setiap dekapnya janjikan kedamaian tuturnya adalah untaian cinta dan kelembutan dan semua tentangnya adalah lukisan indah tentang kebahagiaan Dan aku terpasung pada dinding sepi yang mendingin gelap bertaut di setiap relung mengiris dan merambati dinding hati kemudian aku terhempas dalam bimbang dan keputusasaan. Namun berapa banyak pun perempuan yang menjadi mainan atau bahkan menjadi maduku, maka tak boleh sedikitpun bagiku untuk menerima dan memberi bahkan hanya untuk satu cinta yang lain. Semua perasaan itu harus kuredam karena terbentur oleh norma yang mengikat. Aku tak butuh orang membenarkan perkataanku. Aku tak butuh justifikasi atas apapun atas apa yang kulakukan. Aku hanya ingin hidup damai dan bahagia bersama orang yang kucintai, bersama orang yang rela menghabiskan sisa hidupnya bersamaku. Dan andai saja tak ada norma apapun yang mengikat, andai saja aku hidup di negri dongeng, negeri angan dan khayal, maka dengan mudahnya aku akan memilih jalanku untuk hidup bersama kekasih dalam kebahagiaan. Dan aku selalu menunggu tibanya kebahagiaan. Mungkinkah ?? *** Cerpen Atas Nama Cinta, Atas Nama Kesetiaan ATAS nama Cinta, atas nama kesetiaan dan kasih sayang. Demi tuhan, semua itu telah membelengguku begitu erat. Tanah basah itu perlahan mengering. Rumput dan pucuk-pucuk hijau menguning. Pohon-pohon meranggas dan alam mengerang setiap kali perputaran musim berganti. Namun aku tak bergeming, tetap mematung dalam belenggu cinta dan kesetiaan. Tanah basah lagi, tanah kering lagi. Rumput hijau lagi, rumput menguning lagi. Alam meradang. Perputaran waktu telah mencekik leher dan menyeretnya kedalam lingkaran ketuaan. Kulitnya semakin mengerut dan wajahnya kusam. Rumput dan pucuk-pucuk telah berganti beberapa generasi. Beberapa pinangan datang, namun semua berujung penolakan. Dan pinangan pun pulang sia-sia, namun aku merasa tegar. Dengan senyum kemenangan kukatakan Atas nama cinta, atas nama kesetiaan. Atas nama cinta dan kesetiaan. Aku terbelenggu, tanganku terikat, dan kakiku terpasung dalam kesetiaan. Badanku semakin membesar dan tambun. Orok dalam rahimku menendang dan menerjang-nerjang. Sesaat dia menggeliat, kemudian diam. Aku menarik nafas lega. Aku teringat pada malam-malam terkutuk yang menyeretku pada kenistaan ini. Udara dingi, alam senyap, pekat memukat malam. “Rebahlah disampingku, Dik. Aku akan menitipkan cinta ini padamu,” ujarnya saat itu. “Tapi… apakah yang aku kita lakukan ini benar?” tanyaku ragu. “Tentu saja. Kita saling mencintai. Lantas apa lagi?” ujarnya menenangkanku. Aku membenarkan perkataannya. Aku tak berkutik. Dan aku tak menolak saat tangannya melucuti kain yang kupakai satu persatu dan kemudian tubuh kekarnya menindihku. Semua itu, setiap gerakan tubuhnya dan juga penerimaanku, kujabarkan sebagai arti cintaku dan cintanya. Aku diam, atas nama cinta, atas nama kesetiaan. Malam yang indah itu berlalu. Kemudian kutemui malam-malam indah lainnya. Seperti sebelumnya, gulitanya alam pun terlewati dengan penuh gairah. Beberapa adegan percintaan dan kisah romantis tercipta dan terukir menjadi sekelumit sejarah dalam kehidupanku. Dan setiap suatu malam berujung, aku memulai lagi dengan malam yang baru, dengan adegan cinta yang baru, namun dengan gelora yang tetap membara. Lagi. lagi, dan lagi. Aku tak perduli pada malam yang mengingatkanku. Aku tak malu pada dinding yang menunduk sendu, pada tanah malam yang basah, pada udara yang meneteskan embun-embun pagi. Aku tak perduli, aku tak merasa malu. Atas nama cinta, atas nama kesetiaan. Dan bahkan, saat mereka mengingatkanku, dengan lantang aku berteriak. “Persetan dengan petuah dan nasihat kalian. Matilah. Aku berada pada jalanku,” ucapku penuh kemarahan. Semua atas nama cinta, atas nama kesetiaan. “Tunggulah aku, Dik. Aku akan kembali suatu saat. Telah kusemaikan benih di rahimmu, pertanda aku akan kembali. Karena itu, setialah padaku, dan waktu akan menguji kesetiaanmu,” Dengan lugu, aku pun mengangguk. Sompret! Kenapa aku bisa sebego itu? Demi Tuhan. Cinta itu telah mengekangku. Kesetiaan telah membelengguku. Dan kenistaan mengiringiku. Kecaman datang bertubi-tubi. Mulut-mulut nyinyir menusukku. Sinar mata penuh jijik menamparku berulang-ulang. Aku tertunduk. Rasa malu menggelayut. Perih mengiris-iris. “Hhhh…” Desah penuh kebingungan keluar dari mulutku. Dadaku tersa sesak dan berat. Orok semakin gencar menendang-nendang perutku. Aku meringis. Atas nama cinta, atas nama kesetiaan. Shit! Demi malam yang kutaburi dengan kenistaan. Demi perbuatan terkutuk yang kulakukan. Demi cinta dan kesetiaan yang begitu keagungkan. Lihatlah aku terduduk lesu, terpuruk dalam belenggu cinta dan kesetiaan. Namun, kenapa cinta itu tak memperdulikanku sama sekali? Kenapa ia tak menoleh pada apa yang kusebut dengan pengorbanan? Pengorbanan yang membelengguku dalam kata kesetiaan, hingga aku tak boleh berpaling; pengorbanan yang menggantungku pada kenistaan seumur hidup; pengorbanan yang membuat kecaman dan mulut nyinyir itu mencabikku. Apakah cinta dan kesetiaan itu adalah ayat-ayat yang harus selalu kuagungkan? Keparat! Tanah basah lagi, tanah kering lagi. Aku masih tertunduk, merenda penyesalan. Kabar darinya tak kunjung datang, cinta pun tak menyapa. Hanya aku yang terkubur dalam kubangan kehinaan dan keputusasaan. Aku menggigil kedinginan. Aku berteriak kepanasan. Tak ada yang peduli. Tidak juga dengan dirinya. Nadiku semakin melemah. Namun orok itu semakin menendang keras, pertanda bahwa ia semakin kuat, dan tak lama lagi lahir. Atas nama cinta, atas nama kesetiaan. Ah… *** Cerpen Singkat Dara di Batas Usia Dara berkulit gelap itu termenung dengan tangan kiri tertopang ke dagu. Mata lelahnya menerobos pekatnya malam dari balik gorden yang sedikit tersingkap. Desah kegundahan tak henti keluar dari mulutnya. Sesekali disekanya air mata yang menitik melintasi pipi yang memang tak mulus. Tak mulus memang. Namun pipi tersebut masih bisa merasakan kulit punggung tangannya yang kini mulai mengendur seiring dengan kerut penuaan yang menghiasi bagian wajah. Malam semakin larut. Semilir angin hinggap di pucuk-pucuk yang kemudian bergoyang pelan. Dingin udara malam terasa menusuk hingga ke tulang. Sang dara meringis. Ada segaris rasa sakit mengiris seiring hembusan angin. Ada setangkup haru mengoyak kala udara malam mencengkram. Ringkih. Pilu. Dalam nafas yang terhela setiap waktunya, ada doa yang selalu terpanjat, sebagaimana doanya saat itu, akan datangnya seorang pendamping hidup. Seperti menjadi rutinitas, jika alam mulai gelap, ia akan mengintip malam melalui celah gorden yang terbuka, menembus kepekatan diantara gigilnya alam. Selalu ia berharap, ada rahasia alam yang terkuak di gelap malam, yang dapat memberinya jawaban tentang teka-teki atas penantiannya tersebut. Dan diantara gelapnya semesta, langit raya dan gemintangnya adalah hal yang paling ia rindukan. Ada banyak kerlipan bintang disana. Sebersit harap kerap terlintas satu dari ribuan kerlip cahaya tersebut akan jatuh melesat dengan pijaran cahayanya, yang kemudian muncul di hadapannya sebagai seorang pangeran yang datang dikhususkan untuknya. Datang sebagai seorang yang kemudian akan menemani dan menjadi pengisi kekosongan hatinya, menjadi penenang jiwanya yang gundah. Namun sayang, bintang jatuh dan pangeran hanyalah dongeng belaka, hanya cerita khayal semata. Tak ada bintang jatuh, tak ada pangeran, dan tak ada pula pendamping baginya. Hingga kini, hingga batas usia bagi lazimnya perempuan dewasa untuk berumah tangga, belum juga ia mendapat belahan jiwa. Empat puluh lima tahun. Ya, di usianya tersebut belum juga Tuhan memberkahinya jodoh. Cukuplah usia setua itu bagi seorang perempuan untuk mempunyai suami dan menimang dua atau tiga orang anak. Sebagaimana kawan-kawannya, kerabatnya, dan bahkan dua adik perempuannya yang sudah menikah melangkahinya. Dan tadi siang, tepat di tengah hari yang menyengat, adik bungsunya dengan ragu-ragu memberitahu dan meminta izin untuk melangkahinya pula. Sejenak ia terdiam, menatap sang adik yang menunggu dengan kepala tertunduk. Akhirnya ia mengangguk juga. Sang adik bersuka ria yang kemudian memeluknya penuh dengan kegembiraan. Air mata merembes, membasahi kelopak dan sudut-sudut matanya. Sang adik melepaskan pelukan, mundur perlahan, dan menatapnya dengan haru biru. Kata maaf terlontar dari mulut sang adik. Namun kemudian ia berujar. “Tak perlu meminta maaf. Tangis ini adalah tangis bahagia untukmu, bukan tangis kesedihan,” Ucapnya. Namun percayalah! Hatinya saat itu meleleh, seperti melelehnya es krim di tangan keponakannya yang terbakar matahari siang tadi. Sungguh pilu hidup tanpa seorang pendamping. Tak ada tempat untuk mengadu, tak ada penghibur di kala sendu. Dan seperti kebiasaan wanita tanpa pendamping, ia pun sibuk digunjing, menjadi buah bibir orang sekeliling. Dilempar ke sana kemari tak ada henti-hentinya. Dirinya seolah menjadi cerita menarik yang seperti tak akan pernah usai. Cerita tentang perempuan yang akan tetap menjadi perawan karena tak menikah. Dulu sewaktu umurnya masih belia dan pipinya masih ranum, beberapa pria ingin mempersuntingnya. Mereka datang dengan berbagai macam janji dan buah tangan. Ada yang datang dengan uang dan perhiasan. Ada yang datang dengan gelar dan kedudukan. Pun ada yang datang dengan sebongkah cinta yang konon katanya bongkahan tersebut bisa berkuasa atas segalanya. Janjipun terburai dari mulut mereka. Ada yang menjanjikan gunung mas. Ada yang menjanjikan takhta dan kejayaan. Dan pula ada yang menjanjikan lautan cinta dengan romantisme buta di dalamnya. Namun tak satupun dari mereka mampu menggoyangkan apalagi meruntuhkan hatinya. Ia memandang mereka dengan mata terpicing. Sebuah keyakinan dipegangnya kuat bahwa ini zaman modern di mana seorang wanita akan mampu hidup sendiri setidaknya sampai semua mimpi dan angannya terkejar. Semua pinanganpun terpental, tak sanggup menembus dinding baja yang melingkupi hatinya. Dan sang dara terus berlari mengejar puncak kehidupan yang sebenarnya tak lebih dari sebuah fatamorgana. Ia meninggalkan semua di bawahnya dan tersenyum penuh kemenangan saat mencapai puncak mimpi. Detik bergulir, masa berselang. Beberapa letusan pesta kembang api di pergantian tahun telah berulang-ulang berlalu melewatinya. Lambat laun kulitnya mulai mengendur dan penglihatannya merabun. Saat ia sadar, ia mendapati tak seorangpun di sekelilingnya. Kawan-kawan dan kerabat telah menjauh dan sibuk dengan urusan keluarga masing-masing. Pria pun sepertinya tak ada lagi yang tertarik padanya. Tak ada apapun dan seorang pun ia miliki kecuali sepi yang menikam. Seperti sepinya ubun-ubun malam yang kini selalu ia lalui dalam sesal dan penantian. *** Cerpen Romantis Sedih Dari Balik Tirai Di seberang sebuah hotel, saat matahari tertutup awan. Wanita itu bersimpuh pada jalanan yang becek. Tangannya mempermainkan sisa-sia hujan tadi malam. Rambut kusutnya beriap diterpa angin pagi hingga tampak jelaslah wajah rupawannya. Sebuah longdress kumal membalut tubuh sintalnya yang kotor. Namun sobekan di beberapa bagian membuat kulit putihnya jelas terlihat. Ia nampak tertegun tatkala seorang pejalan kaki melemparkan kepingan uang receh padanya. Ditatapnya orang tersebut dengan bibir komat-kamit layaknya sedang melafalkan do’a atau mantra. Mungkin ia mengucapkan terima kasih atau mungkin juga berusaha menyapa dan mengajak berbincang-bincang pada pejalan kaki tersebut, karena di hari sepagi itu belum ada seorang pun yang bisa ia ajak bicara kecuali tetasan-tetesan air hujan yang masih menggenang. Bahkan mataharipun seakan enggan untuk sedikit beramah-tamah dan menghangatkan alam. Ia tetap bersembunyi dibalik awan hitam yang sejak semalam menggayuti. “Bukan, bukan,” bisiknya sambil menatap pejalan kaki tersebut. Ia pun segera menundukkan wajah sambil terus mempermainkan genangan air dengan jari-jari tangannya. Sebuah mobil mewah berhenti di halaman parkir hotel tersebut, dan tampaklah seorang pria dan wanita berjalan menuju pintu hotel. Ia mengangkat wajah dan memandang kedua insan tersebut. Namun kemudian ia menggelengkan kepala dengan dahi mengkerut. “Bukan, bukan,” gumamnya. Wajahnya kembali menunduk. Hari beranjak siang. Hotel mulai ramai oleh para pengunjung dan jalan dipenuhi oleh kendaraan dan para pejalan kaki. Ia segera menegakkan wajah dan matanya meneliti satu persatu dari setiap orang yang dilihatnya. “Ah, bukan. Tak ada satupun. Tak ada..,” ucapnya lesu. Wajahnya menampakkan kekecewaan namun matanya tetap meneliti. Ia sama sekali tak mempedulikan kepingan-kepingan uang receh yang berhamburan di hadapannya, yang dilemparkan oleh para pejalan kaki Matahari semakin meninggi dan membakar kulit. Awan hitam musnah seketika. Kesibukan kota siang itu mulai terlihat seperti biasanya. Kendaraan berlalu lalang menebar asap yang menyesakkan. Deru bis kota bersahutan dengan teriakan pengamen yang menyuguhkan tembang-tembang. Para pedagang kaki lima dan kedai-kedai makanan di penuhi pembeli. Harum makanan menggelitik hidung, membuat perut keroncongan di siang hari bolong begitu. Namun wanita tersebut seperti tak terganggu oleh suasana yang ada. Kedua matanya tetap memandangi dan meneliti para tamu hotel dan setiap orang yang lewat di hadapannya, namun berkali-kali pula ia menggelengkan kepala. Bibirnya terus berkomat-kamit dan sesekali tangannya menggaruk tubuh yang dihinggapi lalat dan nyamuk. Ketika matahari telah bergulir ke sebelah barat, wanita itu tetap dalam penantian. Raut mukanya terlihat resah. Desisan sesekali terdengar dari mulutnya yang kadang diselingi oleh cipratan ludah. Hingga warna jingga membayangi langit dan kemudian matahari perlahan mulai tenggelam, kedua matanya masih tetap meneliti dan mencari-cari. Ia tak beranjak dari tempat itu kecuali saat mengais sisa makanan dari tong sampah. “Dia… mana dia? Mengapa tak datang juga? Kemanakah dia?” Bibir keringnya bergumam. Tangannya mengusap wajah pucatnnya. Matanya dengan nanar memandang orang-orang yang masih tersisa di penghujung hari. Lesu, lelah, putus asa…. Akhirnya dengan lemas ia merebahkan tubuh dan dengan segera matanya terpejam. Rambut kusamnya menutupi wajah dan bagian dada yang sedikit terbuka. Sisa-sisa makanan yang tadi ia dapat dari tong sampah berceceran di sampingnya. Namun ia tak peduli. Ia tertidur dalam rasa lelah dan penat, beralaskan bumi, beratapkan langit, dan berselimutkan udara malam gemintang berkelip, mengucapkan selamat malam padanya. *** Di malam itu, di sebuah kamar hotel yang temaram, dua jiwa berpadu rindu, dua raga bertaut dalam cumbu. Seperti malam-malam sebelumnya, malam itu pun mereka lewati dengan penuh gairah. Beberapa adegan percintaan dan beberapa kisah romantis tercipta dalam beberapa malam di kamar itu, dan terukir menjadi sekelumit sejarah dalam kehidupan mereka. Dan setiap suatu malam berujung, mereka mulai lagi malam yang baru, dengan kisah cinta yang baru, namun dengan gelora yang tetap membara. Seperti halnya malam ini, keduanya terbuai keindahan yang tak berujung. “Roy..,” terdengar bisikan seorang wanita. “Hmmm..?” gumam sang peria. “Apakah yang kita lakukan ini benar?” Tanya wanita tersebut lirih. “Tentu saja. Kita saling mencintai. Lantas apa lagi?” jawab si peria. “Tapi, benarkan kau akan bertanggung jawab dan menikahiku?” bisik wanita tersebut. “Menikahimu? Tentu saja. Tapi sementara, kita nikmati saja yang ada. Kau mencintaiku, aku mencintaimu, itu sudah cukup bagi kita,” “Tapi… aku ingin secepatnya. Aku ingin kau segera menikahiku,” suara wanita itu terdengar resah. “Kenapa?” “Karena… karena aku telah berbadan dua. Benih yang telah kau semaikan di rahimku ini telah tumbuh,” “Apa?” Tanya pria itu dengan nada terkejut. “Ya, aku hamil dan aku sangat bahagia. Bukankah kau pun begitu? Bukankah kau pun bahagia?” di balik temaramnya lampu, sekilas terlihat wajah riang wanita tersebut. Pria itu diam. Pikirannya berkecamuk. Wajahnya berubah pucat dan jantungnya berdegup kencang. Keringat dingin perlahan membasahi dahi. “Kenapa diam? Bukankah kau pun bahagia?” ulang wanita tersebut sambil memeluknya erat. “Ya… ya, aku bahagia.” ucap peria tersebut dengan suara bergetar. Wanita itu tersenyum senang. Namun ia tak menangkap getaran pada suara kekasihnya. *** Roy memarkir mobilnya di tempat biasa, di depan sebuah hotel di mana ia sering menghabiskan waktu. Tempat di mana ia menikmati dan menjalani hidup sebagaimana adanya tanpa banyak terbebani. Ia menikmati hidupnya sebagaimana ia menikmati berbagai tubuh indah yang berhasil masuk dalam pelukannya. Saat itu, dari seberang sana, sepasang mata tampak memperhatikannya. Mata itu terbeliak dengan wajah tegang. Kemudian sesaat menyipit dengan kening berkerut. Namun lagi, mata itu terbeliak. Hal itu terjadi berulang-ulang. Mimik wajahnya pun berubah-ubah mengiringi gerakan mata. Roy membuka pintu mobil dan tangannya menyambut tangan kekasihnya. Sebuah senyum yang memikat dilemparkan Roy saat membuka pintu mobil. Dengan sedikit membungkuk dan seulas kecupan di tangan sang kekasih, Roy mempersilahkan kekasihnya turun. Sepasang mata itu kembali terbeliak. Digosoknya mata itu dengan tangannya untuk meyakinkan apa yang sedang dilihatnya. Tiba-tiba ia berdiri. Dengan tertatih-tatih, ia berjalan meyeberangi jalanan yang ramai menuju halaman parkir hotel. Bibirnya meringis kesakitan tatkala ia rasakan perut buncitnya bergerak. “Roy…Roy,” bibir keringnya berteriak. Roy, yang sedang menggandeng kekasihnya dengan penuh cinta, menghentikan langkah dan menoleh seketika. Dilihatnya seorang wanita dengan langkah tertatih-tatih menghampirinya. Pakaiannya kumal dan tubuhnya menebar bau busuk. Kedua tangan wanita itu memegangi perut buncitnya. “Siapa dia?” Tanya gadis di samping Roy sambil menutupi hidung dengan tangannya. “Tau! Orang gila kayaknya,” jawab Roy. “Tapi, kenapa dia tahu namamu?” gadis itu bertanya lagi. Roy menggedikan bahu dan segera berbalik arah. Namun sebuah tangan meraihnya. “Roy, aku Lina. Aku menunggumu lama sekali. Bayi kita akan segera lahir,”ujar wanita itu dengan wajah memelas. “Aku tak mengenalimu, dasar orang gila! Pergi sana, badanmu bau busuk,” Roy menepis tangan itu dengan jijik. “Satpam, tolong singkirkan orang gila ini. Mengganggu saja,”teriaknya pada satpam. “Hush… pergi sana. Dasar orang gila,” usir satpam sambil memamerkan pentungannya. Wanita itu pergi dengan tubuh terseok-seok. *** Wanita itu menyandarkan tubuh pada sebuah pohon besar. Wajahnya kusam dan kotor dengan bibir kering pecah-pecah. Sang bayu mempermainkan rambut panjangnya yang kusut dan sesekali membuat longdress kumalnya tersingkap. Kaki yang telanjang terlihat kotor dan pecah-pecah. Kulitnnya nampak diselimuti debu dan daki yang bertumpuk yang semuanya itu menebar bau tidak sedap. Bibirnya komat-kamit dan sesekali kepalanya menggeleng. Tangannya menunjuk-nunjuk dan kadang membentak setiap orang yang lewat di depannya. Derai tawa kerap keluar dari mulutnnya yang dipenuhi busa ludah. Langit gelap, kilat menyambar, halilintar menggelegar. Tak terelakkan, air hujan mengucur dengan derasnnya, membasahi setiap benda yang berada di bawahnya. Wanita itu berdiri tegak dengan wajah menantang langit. Kedua tangannya terentang keatas. Rambut panjangnya beriap mengikuti arah sang bayu. Derai tawa, yang sebenarnnya mirip lengkingan, keluar dari bibir mengiringi gemuruhnya air hujan. Di seberang sana, dari balik tirai pada sebuah kamar hotel yang hangat, sepasang mata memperhatikannya. “Tunggulah, seseorang akan segera menyusulmu dan kau tidak akan sendirian lagi,” gumamnya sambil menoleh pada tubuh indah di atas ranjang yang sedang tertidur lelap. Kemudian ia tersenyum aneh, senyum penuh misteri. *** Itulah beberapa cerpen singkat dan menarik yang dapat kami berikan. Dari contoh cerpen di atas, kita dapat mengambil pelajaran hidup sehingga tidak gegabah dalam mengambil keputusan yang hanya mengikuti hawa nafsu sesaat. Semoga bermanfaat. Cerpen Sedih Bikin Nangis. Dia pernah menuliskan 6 kata berisi “for sale Sehingga tidak heran apabila banyak orang yang mencari cerita cinta untuk dijadikan referensi serta Cerita Lucu Cerpen Remaja Sedih Bikin Nangis from minta maaf ayah empat tahun yang lalu, kecelakaan telah merenggut orang yang kukasihi. Sehingga tidak heran apabila banyak orang yang mencari cerita cinta untuk dijadikan referensi serta inspirasi. Untuk mencari cerita pendek cerpen berdasarkan kata kunci tertentu, kamu bisa gunakan kotak pencarian di bawah ini!Aku Minta Maaf Ayah Empat Tahun Yang Lalu, Kecelakaan Telah Merenggut Orang Yang gambar kata kata sedih tentang cinta buat pacar dp bbm. Bahkan melewati yang seharusnya tak dilewati. Untuk mencari cerita pendek cerpen berdasarkan kata kunci tertentu, kamu bisa gunakan kotak pencarian di bawah ini!Kasih Seorang Ibu Masuk Baca Dan cerita wattpad yang menarik juga berhasil diterbitkan dalam bentuk buku fisik, sehingga pembaca dapat menikmati setiap ceritanya dengan membaca dikala waktu senggang. Reviews review policy and info. Untuk mencari cerita pendek cerpen berdasarkan kata kunci tertentu, kamu bisa gunakan kotak pencarian di bawah ini!Berikut Cerpen Sedih Kasih Seorang Ibu Yang Merupakan Kisah Sedih Dari Sang pujaan hatinya mengetahui isi hatinya, dan menghargai setiap pengorbanan yang selama ini telah dilakukan sebagai wujud ketulusan cintanya pada kekasih tersayang. Tentu saja cerita wattpad sedih dapat dibaca semua kalangan, dari remaja hingga dewasa. Karya tersebut bahkan diklaim sebagai novel paling pendek Ini Merupakan Kumpulan Cerpen Cinta Sedih Terbaru Karya Para Sahabat Cerpenmu Yang Telah Diterbitkan, Total Diketemukan Sebanyak 2434 Cerita Pendek Untuk Kategori cinta sedih bikin nangis baper banget. Sehingga tidak heran apabila banyak orang yang mencari cerita cinta untuk dijadikan referensi serta inspirasi. Cerpen sedih bikin nangis bukamdm pt 1 part 1Cerita Sedih Yang Bisa Bikin Kamu Nangis Terharu Tadi Juga Mengajarkan Pada Kita Bahwa Cinta Bisa Berbentuk itu mantan terbaikku* cewek Sebuah cerpen cinta singkat, cerita cinta sedih bikin nangis, cerpen sedih bikin nangis berikut ini 30 cerpen super pendek yang sedih dan mengharukan bicara karya fiksi terpendek, kita akan diingatkan pada karya ernest hemingway, ya.

cerpen sedih bikin nangis tentang cinta