cerita yang bertema lingkungan hidup

MadingKelas Bertema Lingkungan. contoh mading - bertema lingkungan (contohposter.com) Kamu bisa memuat informasi mengenai kesehatan, tips dan trik menjaga kesehatan, serta menjelaskan tentang pola hidup buruk yang berdampak pada kesehatan. Hiasi pula dengan pernak-pernik yang berkaitan dengan kesehatan, ya. 15. Bertema Musik atau Kesenian Sumberilustrasi: FREEPIK/Rawpixel. Hubungan Lingkungan Hidup dengan Pembangunan. Peningkatan usaha pembangungn, maka akan terjadi pula peningkatan penggunaan sumber daya untk menyokong pembangunan dan timbulnya permasalahan-permasalahan dalam lingkungan hidup manusia. Dalam pembangunan, sumber alam merupakan kompnen yan gpenting karena sumber MahasiswaStudi Ilmu Lingkungan Didorong Kuliah Lintas Negara. Webinar Bincang Karya (Bianka) ke-20 yang bertema lingkungan hidup. (Dok. Kemendikbud Ristek) Perubahan iklim, pemanasan global, kenaikan air laut dan isu lingkungan lainnya tengah menjadi fokus negara-negara di seluruh dunia. Atase Pendidikan dan Kebudayaan Republik 8Contoh Karangan Persuasi Singkat Tentang Lingkungan - Karangan persuasi merupakan sebuah karya tulis yang bertujuan untuk mempengaruhi dan mengubah sudut pandang pembaca agar melakukan suatu kegiatan sesuai dengan apa yang ditulis pengarang. Dalam konteks kehidupan nyata, kita bisa menemukan berbagai contoh karangan persuasi singkat yang bersifat baik dan membangun seperti karangan Nah dari banyaknya film bertema yang dirilis oleh Netflix, 6 film bertema Lingkungan ini wajib kamu nonton. 1. Our Planet. Our Planet adalah film dokumenter Netflix yang bekerjasama dengan World Wide Fund yang rilis pada tahun Agustus 2019 kemarin. Sesuai dengan judulnya, film ini menceritakan tentang planet kita yakni Bumi. Danke Dass Wir Dich Kennenlernen Durften. Jakarta - Memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 5 Juni 2023, Belantara Foundation berkolaborasi dengan Perhimpunan Filantropi Indonesia PFI dan Dompet Dhuafa Volunteer DDV menyelenggarakan kontes foto pada periode 5 Juni sampai dengan 19 Juni 2023 di Instagram. Kontes foto ini merupakan salah satu dukungan dengan tema yang dipilih sejalan dengan tema global Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2023, yaitu Beat Plastic Pollution atau Solusi untuk Polusi Plastik. Tema tersebut menjelaskan bahwa setiap orang merupakan bagian dari solusi untuk mengatasi polusi utama dari kontes foto di Instagram adalah untuk mengajak dan mendorong masyarakat menjadi bagian solusi atas polusi plastik. Menurut Direktur Eksekutif Belantara Foundation, Dolly Priatna, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat akan pentingnya menjaga dan melestarikan lingkungan hidup dari polusi plastik.“Kami akan terus mengajak dan mendorong masyarakat untuk berpartisipasi dalam aksi mengatasi polusi plastik,” ujarnya lewat rilis yang dibagikan, 10 Juni 2023. Ia berharap melalui kegiatan kontes foto ini dapat mendukung target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan/Sustainable Development Goals SDGs ke-12’. Target yang diharapkan berupa konsumsi dan produksi yang bertanggung plastik merupakan ancaman nyata bagi kehidupan. Program lingkungan PBB UNEP memperkirakan pada 2040 terdapat 29 juta ton plastik masuk ke ekosistem perairan dunia, termasuk laut. Sampah plastik tersebut sebagian besar berasal dari sumber polusi darat yang tidak tertangani dengan Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional, pada 2022 Indonesia menghasilkan sekitar 68,5 juta ton sampah. Sekitar 18,5 persen di antaranya berupa sampah plastik. Hal ini disebabkan oleh pergeseran pola hidup dan pola konsumsi masyarakat dalam menggunakan plastik sekali Eksekutif Perhimpunan Filantropi Indonesia PFI, Gusman Yahya, mengatakan pihaknya melihat perlunya bergotong royong untuk mewujudkan perubahan positif dalam mengatasi masalah plastik dan menjalankan solusi yang memberikan dampak berkelanjutan guna menjaga lingkungan kita untuk generasi mendatang. “Kami melihat pentingnya aksi kolektif multipihak antara pemerintah, sektor swasta, masyarakat sipil, dan konsumen, dalam pengurangan plastik sekali pakai,” kata Gusman. Sementara itu, GM Komunikasi dan Aliansi Strategis Dompet Dhuafa, Haryo Mojopahit, menjelaskan bahwa masyarakat selama ini mungkin tidak terlalu paham bahwa plastik yang digunakan lalu dibuang. Sampah tersebut berakhir dengan kepunahan makhluk lain di Bumi, meningkatkan jumlah bencana, dan mencemari air konsumsi update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari di kanal Telegram “ Update”. Klik untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu. Judul Kisah Seekor Camar dan Kucing yang Mengajarinya Terbang Penulis Luis Sepulveda Penerbit Marjin Kiri Tahun Terbit Oktober 2020 Tebal vi + 90 hlm Luis Sepulveda memang pandai bercerita dan berdongeng. Kali ini, penulis asal Cile yang meninggal 2020 silam karena Covid-19 ini, hadir dengan novela fabel yang memikat dan menggugah “Kisah Seekor Camar dan Kucing yang Mengajarinya Terbang”. Novela fabel ini memang tipis hanya 90 halaman, ringan dan sangat menghibur—namun demikian, isu lingkungan dengan manusia sebagai terdakwa-pengrusak’-nya kental hadir pada beberapa halaman. Dalam sekali duduk sambil menyeruput kopi atau menikmati sajian penganan, novela ini dapat menarik kita pada arus narasinya yang sederhana terkadang juga kocak. Alurnya yang bergerak maju diisi dengan dialog antar-kucing yang mengharukan dan menginspirasi. Keseluruhan kisahnya sebetulnya sederhana belaka tentang seekor kucing hitam bernama Zorbas yang berupaya keras memenuhi janjinya kepada seekor burung camar yang meninggal setelah lelah terbang dan tak mampu lagi melanjutkan perjalanan karena sayapnya lengket terkena tumpahan minyak dari kapal tanker yang dioperasikan manusia. Zorbas berjanji akan menjaga telur sang camar, dan jika menetas, anak camar tersebut akan dirawat dan diajar terbang oleh Zorbas—ya, seekor kucing mengajar seekor burung untuk bisa terbang. Nah, seluruh bab berikutnya berisi gambaran upaya si Zorbas menunggui si telur menetas, lalu memelihara dan menjaganya serta mengajari si anak burung—yang kelak dinamakan Fortuna—untuk bisa terbang. Dalam upaya super keras dan tidak mudah ini, Zorbas dibantu oleh kucing lain. Tiga di antara kucing lain yang membantunya itu bernama Kolonel, Secretario, dan Profesor. Menurut hemat saya, buku ini tentang kasih sayang dan solidaritas bangsa binatang dalam hal ini bangsa kucing terhadap jenis binatang lain yang terancam punah karena ulah manusia pada lingkungan. Gugatan Pada Aktivitas Manusia Merusak Alam Kisah novela fabel tentang si kucing hitam bernama Zorbas ini berlatar lingkungan pelabuhan yang khas. Makhluk-makhluknya digambarkan oleh si narator sebagai makhluk yang penuh solidaritas dan senang membantu sama lain—termasuk bangsa kucing pelabuhan. Sebab itulah, si Zorbas, kucing hitam dalam cerita ini, nyaris tak pernah merasa kesepian dan selalu dikelilingi kucing-kucing lain yang siap membantu menyelesaikan masalah-masalahnya—ada Kucing Profesor yang siap membantu dengan kitab ensiklopedia andalannya; ada kucing Kolonel dan Secretario yang selalu ada disisinya. Jadi, memang benar, seperti dikatakan si Kucing Kolonel, bahwa “masalah satu kucing di pelabuhan ini adalah masalah semua kucing di pelabuhan ini.” Namun demikian, kisah novela ini tidak melulu berkisar pada cerita menggugah si Zorbas dan teman-temannya dalam upaya mengajar si anak burung camar bernama Fortuna itu untuk bisa terbang. Namun, akar masalah sejatinya adalah adanya aktivitas manusia yang merusak alam—khususnya alam bahari atau laut. Tokoh-tokoh kucing dalam novela ini, betapapun solidnya mereka, tetap menyadari bahwa aktivitas manusia saat ini banyak merusak dan merugikan makhluk lain seperti hewan kucing seperti mereka. Mari kita simak keluhan si Kucing bernama Kolonel ini, “…Dan sekarang kita ucapkan selamat tinggal kepada camar ini, korban bencana yang disebabkan oleh manusia…”hlm 38. Tidak sampai di sini, masih dari Kucing bernama Kolonel di atas, lagi-lagi manusia disebut-sebut sebagai pihak yang merusak alam atau lingkungan. Coba kita simak kalimatnya, “Manusia, sayangnya, tak bisa ditebak. Kerap Kali dengan niat terbaik mereka malah menyebabkan kerusakan malah menyebabkan kerusakan terberat,” Kolonel memvonis. hlm 54. Lalu ada tokoh lain bernama Banyubiru, Kucing Pelabuhan yang memiliki banyak pengetahuan tentang dunia bahari, yang geram pada makhluk bernama manusia. “Demi tinta sotong. Hal-hal mengerikan terjadi di laut. Kadang aku berpikir apa manusia memang benar-benar sudah gila, sebab mereka seperti ingin mengubah lautan menjadi tempat pembuangan sampah raksasa…” Banyubiru bercerita geram hlm 62. Begitulah. Novela fabel super ringkas nan menghibur dan menggugah ini memang berpusat pada usaha inspiratif dan penuh solidaritas dunia kucing dalam menangani masalah bangsa binatang lain—namun akar masalah sejatinya tetap ada pada aktivitas manusia yang destruktif terhadap alam. Barangkali detail informasi tentang dunia laut dalam novela ini berangkat dari fakta penulisnya—Luis Sepulveda—yang menjadi awak kapal Greenpeace dan giat dalam kampanye lingkungan hidup. Ona Mariani Saat ini dunia sedang giat-giatnya melakukan perlawanan terhadap krisis iklim. Hal ini dibuktikan dengan adanya Paris Agreement yang disetujui berbagai negara di belahan dunia. Bukan hanya itu, banyak tokoh dari berbagai kalangan yang telah mengampanyekan tentang pentingnya menjaga lingkungan. Kampanye yang berkaitan dengan lingkungan ini dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya adalah merilis film-film bertema Lingkungan. Nah, dari banyaknya film bertema yang dirilis oleh Netflix, 6 film bertema Lingkungan ini wajib kamu Our Planet Planet adalah film dokumenter Netflix yang bekerjasama dengan World Wide Fund yang rilis pada tahun Agustus 2019 dengan judulnya, film ini menceritakan tentang planet kita yakni Bumi. Alur ceritanya berfokus pada keanekaragaman hayati, hutan di berbagai negara dan samudera yang menyimpan banyak keindahan misterius. Selain itu, film ini berlatar lebih dari 50 negara dengan waktu pengerjaan kurang lebih 4 A Plastic Ocean berdurasi 100 menit ini adalah film yang berkisah tentang permasalahan sampah plastik yang begitu banyak masuk ke dalam lautan. Cerita ini bermula dari Craig Lesson yang mencari paus biru. Pada proses pencarian ini, bukan paus yang temukan Craig Lesson melainkan sampah plastik yang mengambang di lautan. Sangat miris, bukan?3. Okja yang disutradarai oleh Bong Joon Ho ini menceritakan tentang Mija yang diperankan oleh Ahn So Hyun. Mija merupakan gadis kecil yang berusaha untuk mengambil kembali babi piaraannya, Okja. Rencananya Okja akan dibawa ke New York untuk sebuah penelitian karena dianggap sebagai babi super terbaik yang pernah ini menampilkan sebuah potret epik interaksi antara manusia dan makhluk hidup lainnya. Bagaimana pun, manusia bukanlah satu-satunya penghuni bumi dan sudah semestinya untuk saling menjaga dan melestarikan alam. Lalu di akhir cerita akankah Mija bisa bertemu kembali Okja dan berhasil membawanya pulang? Baca Juga 5 Film Dokumenter Tentang Sisi Gelap Dunia Bisnis yang Menohok 4. How to Change The World yang dirilis 22 januari 2015 lalu ini bercerita tentang kelompok aktivis dari Vancouver, Kanada yang berusaha menghentikan uji coba bom atom di Alaska. Para aktivis ini berlayar dari Kanada ke Alaska untuk menghentikan uji coba atom tersebut. Film ini juga menceritakan kelahiran sebuah organisasi lingkungan yang saat ini dikenal sebagai Greenpeace. 5. Rotten adalah film yang pertama kali dirilis pada tahun 2018. Pada tahun berikutnya yakni tahun 2019 dirilis Rotten season 2 pada bulan Oktober. Film ini bercerita tentang dunia produksi makanan, cara distribusi, limbah makanan serta bahaya tersembunyi di balik kebiasaan makan manusia sehari-hari. Mesti diketahui bahwa salah satu penyumbang terbesar krisis iklim ada di bidang industri makanan baik dari proses produksi, distribusi bahkan hingga ke konsumen. Nah, dari film ini juga kamu akan mendapat wawasan lebih tentang hal-hal kecil yang dapat merusak Semesta adalah film yang diproduseri oleh Nicholas Saputra dan Mandy Marahimin yang dirilis Netflix pada 17 Agustus 2020 kemarin. Film ini menceritakan tentang tokoh-tokoh yang berjuang melawan krisis iklim di tujuh tempat berbeda di Indonesia. Dalama film ini juga menunjukkan keterkaitan antara budaya dan agama di masing-masing tempat untuk menjaga kelestarian lingkungan itu aktor dan aktris beserta latar tempat yang ada di film ini adalah Tjokorda Raka Kerthyasa di Bali, Romo Marselus Hasan di Nusa Tenggara Timur, Muhammad Yusuf di Aceh, Agustinus Pius Inam diKalimantan Barat, Iskandar Waworuntu di Yogyakarta, Almina Kacili di Papua Barat dan Soraya Cassandra di Jakarta. Nah, itu 6 film Netflix bertema Lingkungan yang bisa menemani keseharianmu. Selain mendapat hiburan, film di atas juga meningkatkan wawasan dan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan. So, jangan ragu buat nonton. Baca Juga 5 Film Dokumenter di Netflix yang Wajib Kamu Tonton Tahun 2021 IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis. Laporan Wartawan Eko Sutriyanto JAKARTA - PT Permodalan Nasional Madani PNM terus berupaya melakukan edukasi kepada nasabah ultra mikro binaannya agar berpartisipasi aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan. PNM sebagai perusahaan yang telah menyalurkan pembiayaan lebih dari Rp 24 T kepada nasabah selama Januari – April 2023 berkomitmen untuk terus tumbuh dan menginspirasi dengan memberikan kontribusi mendukung pencapaian SDG’s. Selain itu PNM membangun kepedulian atas lingkungan yang bersih dan sehat, peningkatan ekonomi atas dampak pemilahan sampah juga mendukung tujuan SDGs dalam aspek konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab. Baca juga Ratusan Keluarga Insan PNM Kompak Ikut Jalan Sehat, Diharapkan Jaga Produktivitas Direktur Bisnis PNM, Tjatur H Priyono mengatakan, berbagai upaya yang dilakukan ini, PNM ingin menunjukkan komitmen bukan hanya modal sosial tetapi juga intelektual dan sosial. “Kami akan terus meningkatkan integrasi dan kolaborasi dalam peningkatan ekonomi dari dampak pengelolaan sampah sehingga nasabah tidak hanya mendapatkan modal usaha tetapi juga literasi yang bisa menambah value mereka,” kata Tjatur dalam keterangannya, Sabtu 10/6/2023. Baca juga PNM Bidik Jumlah Nasabah Aktif Sebanyak 16 Juta di 2023 Salah satu wujudnya adalah melakukan edukasi lingkungan hidup di 10 kampung madani untuk memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Kampung madani berada di Desa Negeri Katon Lampung, Desa Cinta Rakyat Kabanjahe, Desa Waru Balikpapan, Desa Koronua Kendari, Desa Tambalang Blitar, Desa Kopeng Semarang, Desa Guntur Wonogiri, Desa Terusan Pontianak, Cibodas Cimahi dan Desa Tumpuk Pacitan. “Kampung Madani sendiri merupakan konsep kampung binaan yang mengintegrasikan aspek sosial ekonomi dan pendidikan dengan mengajak nasabah serta masyarakat lokal berperan aktif dalam mengelola desanya yang merupakan implementasi Sustainable Development Goals SDGs,” kata Tjatur H Priyono. Berkolaborasi dengan Pegadaian sebagai bagian dari Holding Ultra Mikro, dalam kegiatan edukasi bertema MengEMASkan Kampung Madani, sebanyak nasabah PNM Mekaar diharapkan mendapat literasi mengenai manfaat ekonomi dari pemilahan sampah. Edukasi ini disampaikan oleh pemateri dari Bank Sampah binaan Pegadaian bernama Forum Sahabat Emas Peduli Sampah Indonesia FORSEPSI. Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Hari Lingkungan Hidup Sedunia atau World Environtment Day diperingati setiap tanggal 5 Juni. Peringatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya lingkungan yang sehat serta ajakan untuk melestarikan aksi dalam memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Environmental Green Society salah satu komunitas pegiat lingkungan Kota Malang bersama Mahasiswa Universitas Brawijaya yang tergabung dalam Filkom Greeneration menggelar aksi clean up & brand audit 4/6/2023 di Sungai Gang Kepuh Kota Malang. Aksi ini sebagai perwujudan dari tema Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2023 yang dikutip dari situs World Environtment Day yaitu "Beat Plastic Pollution". Tema ini menjadi pengingat bahwa tindakan masyarakat terhadap polusi plastik adalah hal yang penting. Dok. Pribadi Sungai Gang Kepuh Kota Malang merupakan salah satu aliran anak Sungai Brantas yang mengalir di tengah pemukiman padat penduduk di Kota Malang. Tingginya aktivitas penduduk di sepanjang aliran sungai menimbulkan banyaknya timbunan-timbunan sampah baik di tengah maupun di bantaran Clean up & Brand Audit dengan Tema "Which's the most?" ini bertujuan sebagai wujud nyata kepedulian terhadap kebersihan sungai sekaligus ajang kampanye untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga ekosistem sungai dari sampah. Selain itu, aksi brand audit ini juga dapat dijadikan bahan advokasi terhadap produsen-produsen kemasan non-degradable yang mengotori lingkungan. Dok. Pribadi Hasil dari kegiatan ini berupa sampah yang terkumpul seberat 200 Kg yang didominasi plastik sekali pakai dan produk kemasan plastik. Sampah yang terkumpul kemudian dipilah untuk dilakukan brand audit. Berdasarkan brand audit terhadap 340 sampah yang terkumpul teridentifikasi Top 3 Polluters yaitu Wings 24,1%, Unilever 10,6%, dan 9,7% serta produsen lain 55,6 % dengan didominasi oleh produk Food Packaging Dok. Pribadi Salah satu Mahasiswa Universitas Brawijaya mengatakan "Saya jadi dapat ilmu baru dari kegiatan brand audit ini, kalau sampah kemasan dapat dipiliah berdasarkan produsen maupun jenis plastik penyusunya". Berdasarkan UU Tahun 2008 bahwasanya produsen memiliki tanggung jawab mengelola barang yang diproduksinya yang sulit terurai. Dok. Pribadi 1 2 Lihat Ilmu Alam & Tekno Selengkapnya

cerita yang bertema lingkungan hidup