cerita rakyat dari nusa laut
Balijuga pernah diguncang gempa bumi tahun 1976 berkekuatan 6,5 magnitudo, sekitar 5 kilometer di sebelah selatan pesisir Laut Bali. Peristiwa ini terekam dalam cerita rakyat yang beredar di Bali Utara, yang mengisahkan bagaimana Bukit Umanyar konon awalnya tidak berada di dekat laut.
NUSRAMEDIACOM — Dinilai penting agar hasil cipta kebudayaan para leluhur bisa terdokumentasi secara utuh, Tim Ekspedisi akan tetap menelusuri setiap cerita rakyat para Leluhur Lombok yang terserak. Demikian hal itu ditegaskan Ketua Tim Ekspedisi Mistis PDI Perjuangan NTB dan Mi6, Ruslan Turmuzi pada Kamis 4 Agustus 2022 di Mataram. Dengan menelusuri setiap rekam jejak sejarah []
WajibTahu Jejak Sejarah Gedung Pertama Tempat Pengibaran Bendera Merah Putih Di Ja https:// via . @khoirulamin77. 2:20. 6 views. 4. 4. Pakar SEO Indonesia Retweeted. Pakar SEO Indonesia.
besarterhadap pelestarian cerita rakyat sehingga hal ini perlu disikapi serius demi menyelamatkan warisan budaya tersebut. Salah satu cara adalah melalui penulisan cerita yang diadopsi dari cerita rakyat. Cerita Putri Waeruwondo dan Sepatu yang Hilang diadopsi dari cerita rakyat Buton Utara, Sulawesi Tenggara yang dituturkan oleh Bapak Ali Nurdin.
RaksasaMatahaa", adalah salah satu cerita rakyat di daerah Kecamatan Nusalaut, Kabupaten Maluku Tengah. Cerita ini menggambarkan sosok pe-mimpin yang selanjutnya disebut sebagai "Primus Inter Pares", atau seorang pemimpin yang mendapat kepercayaan penuh dan berwibawa. Dari cerita ini, dapat ditanamkan budi pekerti seorang Pemimpin yang bijaksana, dan selalu memperhatikan kesejahteraan rakyatnya.
Danke Dass Wir Dich Kennenlernen Durften. Memang belum terlalu banyak kumpulan cerita rakyat Nusa Tenggara Timur yang telah kami posting. Namun kami pastikan legenda dri NTT yang ada di blog ini mengandung pesan moral didalamnya. Pada kesempatan kali ini kami membagikan beberapa koleksi dongeng rakyat pendek yang pernah kami posting sebelumnya. Selamat mendongeng dan selamat membaca yah Papa dan Mama. Kumpulan Cerita Rakyat Nusa Tenggara Timur yang Paling Populer Legenda Rakyat Watu Maladong Dahulu kala di Sumba, hiduplah seorang petani yang sehari hari mengerjakan kebun miliknya. Pada suatu pagi, sang petani yang bermaksud melihat kondisi kebunnya sangat terkejut manakala melihat tanaman miliknya hancur berantakan. Ia mengamati sekeliling dan menemukan jejak babi hutan. Sang petani tak habis pikir bagaimana babi babi itu bisa masuk ke dalam kebunnya yang sekelilingnya dipagar tinggi. Pintu masuk kebunnyapun selalu tertutup dan dikunci kalau sang petani pulang ke rumah. Rasa penasaran membuat sang petani memutuskan untuk menunggui kebunnya malam itu. Dengan bekal tombak sakti warisan leluhurnya yang bernama Numbu Ranggata, sang petani duduk diam diatas sebuah pohon sambil mengamati sekeliling. Dugaan petani itu benar. Tak berapa lama ia menunggu, terdengarlah suara sekawanan babi hutan mendatangi kebunnya. Sungguh aneh, kawanan babi itu mampu menembus tembok pembatas kebunnya dengan mudah. Sang petani mengamati seekor babi yang tengah asyik memakan umbi keladi persis dibawah pohon tempat ia duduk. Karena penasaran, sang petani melempar tombak Numbu Ranggata miliknya yang tepat mengenai perut babi sial itu. Sekawanan babi hutan itu langsung pergi meninggalkan kebun begitu mengetahui ada anggotanya yang terluka. Tombak Numbu Ranggata milik sang petani itupun ikut terbawa pergi. Pagi pagi sekali sang petani mulai menyusuri jejak darah dari perut babi yang terluka. Kali ini bukan hanya rasa penasaran yang ada dihatinya, sang petani juga resah karena tombaknya ikut terbawa. Tombak Numbu Ranggata miliknya itu harus kembali. Tombak itu adalah tombak sakti yang diwariskan leluhurnya turun temurun. Lagi lagi timbul keanehan. Jejak darah si babi hutan berhenti di tepi pantai. Sang petani bingung bagaimana mungkin kawanan babi itu datang dari pulau lain. Hal itu membuat sang petani termenung beberapa saat di tepi pantai. Ia tak habis pikir apa yang sebenarnya terjadi. Tiba tiba sang petani dikejutkan oleh sebuah suara yang menyapanya. “Apa yang sedang kau lamunkan hai manusia ?”, tanya seekor penyu yang rupanya bisa bercakap cakap. Lagi lagi sang petani terkejut. Belum pernah ia bertemu dengan hewan yang mampu berbicara layaknya seorang manusia. Meski jantungnya masih berdebar kencang karena terkejut, sang petani menceritakan apa yang dialaminya kepada si penyu. “Aku akan mengantarmu ke pantai seberang jika kau mau”, tawar penyu kepada sang petani. “Aku yakin kau akan menemukan apa yang kau cari disana”, ujarnya lagi. Sang petani semula ragu untuk menerima tawaran penyu besar itu. Namun ketakutannya dikutuk karena telah menghilangkan tombak sakti warisan leluhurnya, membuat sang petani akhirnya setuju. Ia pun segera naik ke punggung penyu. Si penyu bergerak membawa sang petani ke pulau seberang. Setelah menempuh perjalanan sehari semalam, tibalah penyu dan sang petani di sebuah pulau berpantai indah. “Semoga kau menemukan apa yang kau cari disini”, kata penyu seraya pamit kepada sang petani. “Jika kau memerlukanku, panjatlah sebuah pohon di pantai dan berteriaklah kearah laut, aku akan datang menjemputmu”, pesannya lagi. Tak lama kemudian penyu itu kembali berenang ke tengah laut. Sang petani berjalan menyusuri pantai sambil berharap menemukan seseorang tempat ia bertanya. Tak memerlukan waktu lama matanya menangkap sebuah rumah sederhana tak jauh dari tempatnya berdiri. Ia segera menghampiri rumah itu dan mengetok pintunya. Sang petani berharap empunya rumah bisa memberinya petunjuk. Pemilik rumah itu adalah seorang nenek yang tinggal seorang diri. Setelah memberikan sang petani sedikit makan dan minum, si nenek menanyakan apa maksud kedatangan sang petani ke pulau itu. Ia mendengarkan cerita sang petani sambil terkadang menganggukkan kepala tanda mengerti. “Aku paham ceritamu. Babi babi yang merusak kebunmu adalah babi jadi jadian dari pulau ini”, kata si nenek. “Mereka adalah sekelompok manusia yang mempunyai ilmu gaib. Mereka merupakan orang orang yang menguasai pulau ini ”, tambahnya lagi. Kelihatannya si nenek tahu pasti tentang penduduk pulau tempatnya berdiam. Sang petani sungguh senang karena pertanyaannya tentang babi babi yang merusak kebunnya terjawab sudah. Namun demikian ia tak dapat meninggalkan pulau itu tanpa membawa pulang tombak saktinya, Numbu Ranggata. Beruntunglah nenek yang baik hati itu mau melatih sang petani beberapa jurus ilmu sakti yang ia miliki. Setelah beberapa hari tinggal di rumah nenek itu, sang petani segera pergi ke perkampungan sesuai petunjuk si nenek. Disana ia tinggal sebagai pendatang yang diterima bekerja pada seorang penduduk yang cukup berada. Dari hari ke hari sang petani terus memasang telinganya dengan baik. Ia senantiasa menyimak setiap pembicaraan orang di sekitarnya. Sang petani berharap segera memperoleh informasi yang ia perlukan. Pada suatu malam tanpa sengaja sang petani mendengar percakapan tuannya tentang kepala suku mereka yang sedang sakit. Sudah banyak tabib yang mencoba mengobatinya, bahkan yang didatangkan dari pulau pulau lain, namun semuanya gagal. Sang kepala suku masih saja terbaring sakit. Sang petani memberanikan diri untuk mengobati kepala suku itu. Ia pun memohon bantuan tuannya untuk dibawa ke kepala suku. Sang petani menduga kepala suku dan keluarganya adalah orang orang sakti pemilik ilmu gaib seperti yang diceritakan si nenek. Keesokan harinya, dengan ditemani tuannya, sang petani berhasil menemui kepala suku. Atas ijin keluarga yang mulai putus asa, sang petani diijinkan untuk melihat kondisi kepala suku. Rupanya firasat petani itu benar adanya. Matanya langsung tertuju pada perut sebelah kanan kepala suku yang terus meneteskan darah. Ia teringat akan tombaknya yang menancap di perut seekor babi jadi jadian tempo hari. “Kalau boleh saya menebak, apakah perut bapak tertikam sebilah tombak ?”, tanya sang petani langsung pada kepala suku. Kepala suku dan seluruh anggota keluarganya yang ada di ruangan itu terkejut. Mereka tak menyangka sang petani mengetahui penyebab sakitnya kepala suku. Kepala suku mengangguk perlahan seraya berkata, “Ya, perutku tertikam tombak”, ujarnya pelan. “Jika kau berhasil mengobati lukaku ini, aku akan memberikan apa saja yang kau mau”, janjinya lagi. Kepala suku berharap sang pendatang di kampungnya itu mampu mengobatinya. “Baiklah..”, kata sang petani singkat. “Besok pagi aku akan kembali membawa ramuan untuk bapak minum”, ujarnya lagi. Sang petani dan tuannya segera pamit pulang. Sore itu sang petani datang lagi menemui nenek tua di tepi pantai. Sang nenek memberinya ramuan untuk mengobati kepala suku. “jika kepala suku itu telah sembuh, selain tombak Numbu Ranggata milikmu, mintalah juga batu yang disebut Watu Maladong miliknya. Batu itu mampu menciptakan sumber air dan menumbuhkan tanaman palawija dimana saja yang kau kehendaki”, kata si nenek lagi. Sang petani tertarik sekali atas usul si nenek, iapun menyetujuinya. Si nenek memberinya beberapa jurus ilmu sakti lagi kepada sang petani. Si nenek tahu kepala suku itu tak akan memberikan Watu Maladong dengan cuma cuma. Ia pasti akan mengajak sang petani mengadu kesaktian lebih dulu. Sungguh ajaib, ramuan sakti yang diberikan sang petani kepada kepala suku langsung membuat lukanya sembuh. Kepala suku seketika itu juga merasa dirinya pulih seperti sediakala. Hatinya sungguh senang. Ia sangat berterima kasih kepada sang petani. “Apa yang kau minta sebagai balasan atas jasamu menyembuhkanku ?”, tanya kepala suku kepada sang petani. “Kalau tak keberatan, ada dua permintaanku”, kata sang petani sambil menatap kepala suku. “Aku minta tombak yang menghujam perutmu dikembalikan. Sesungguhnya tombak itu adalah milikku yang merupakan warisan dari leluhurku”, kata sang petani perlahan. Wajah kepala suku merah padam mendengar ucapan sang petani. “Berarti orang ini mengetahui rahasia keluargaku yang bisa menjadi babi jadi jadian”, pikirnya sambil mencoba menahan amarah. “Bukankah ia yang melemparkan tombaknya ke perutku sewaktu aku berwujud seekor babi ?”, ujar kepala suku dalam hati sambil menatap tajam kearah sang petani. “Baiklah..”, kata kepala suku singkat dengan suara bergetar. “Aku akan mengembalikan tombakmu”, katanya singkat. “Lalu apa permintaanmu yang kedua ?”, tanyanya tak sabar. Sang petani semula ragu mengutarakan keinginannya. Tapi mengingat kampung halamannya memerlukan mata air dan tanaman palawija yang bisa tumbuh subur disana, akhirnya ia berkata. “Aku menginginkan Watu Maladong milikmu”, ujarnya dengan suara sedatar mungkin. “kampungku memerlukannya”, tambahnya lagi sambil mengamati reaksi kepala suku. Kepala suku bagaikan disambar petir mendengar permintaan sang petani. “Tentulah orang ini bukan orang sembarangan”, pikirnya mengambil kesimpulan. “Kalau tidak, bagaimana mungkin ia tahu Watu Maladong kepunyaanku ?”, gumamnya perlahan sambil menahan tubuhnya yang mulai gemetar menahan emosi. “Kau tahu kesaktian Watu Maladong milikku bukan ?”, tanya kepala suku. Sang petani mengangguk. “Aku akan memberikannya padamu dengan satu syarat”, ujar kepala suku dengan tegas. “Kau harus bisa mengalahkan kesaktianku lebih dulu”, kepala suku berkata sambil berdiri. “Jika kau setuju, aku menunggumu nanti malam untuk bertempur di tanah lapang belakang rumahku”. Sang petani setuju. Ia kembali ke rumah si nenek di tepi pantai sambil membawa Numbu Ranggata yang dikembalikan kepala suku kepadanya. “Tak usah gentar”, kata si nenek kepada sang petani yang terlihat ragu. “Sesungguhnya kaupun memiliki kesaktian sebagai pemilik Numbu Ranggata”, ujar si nenek pelan. “Kau bisa mendatangkan petir dengan mengarahkan tombakmu ke langit”, lanjutnya lagi. “Petir itu akan menyambar siapa saja yang menjadi lawanmu”. Sang petani mendengarkan kata kata si nenek dengan seksama. “Satu hal yang perlu kau ketahui”, si nenek berkata sambil memandang kearah laut. “Jurus andalan mereka adalah mengguncang bumi. Jangan panik jika bumi mengguncangmu. Diam saja dan menyatulah dengan bumi. Niscaya goncangannya akan segera berhenti”, lanjut si nenek membuka rahasia kepala suku. Setelah mendengar penjelasan si nenek, petani itu yakin dirinya akan menang bertarung melawan kepala suku. Ketika matahari mulai terbenam, ia berangkat menuju rumah kepala suku dengan membawa tombak saktinya. Seluruh keluarga kepala suku telah berkumpul di lapangan belakang rumah mereka. “Lawanlah putra sulungku”, kata kepala suku sambil berdiri menyambut kedatangan sang petani. “Jika kau berhasil mengalahkannya maka itu berarti kau telah mengalahkanku”, katanya seraya menepuk nepuk pundak seorang pemuda yang berdiri di sampingnya. Pertempuranpun dimulai. Setelah beradu kesaktian lewat perkelahian sengit, sang petani dan putra kepala suku sama sama tangguh. Mereka telah bertempur selama dua jam lebih ketika akhirnya putra kepala suku menggunakan jurus andalannya. Ia segera memejamkan mata, menunjuk bumi dengan kedua belah telapak tangannya dan seketika itu juga bumi tempat sang petani berdiri berguncang dengan hebatnya. Sang petani teringat akan kata kata si nenek. Iapun segera berbaring sambil memegang Numbu Ranggata di tangan kanannya. Matanya terpejam, ia membiarkan tubuhnya seolah olah menyatu dengan bumi. Sang petani merasakan bumi terbelah dan ia tertelan bumi. Meski sedikit panik, ia terus memejamkan mata sambil menenangkan diri. Cukup lama sang petani merasakan tubuhnya terguncang sebelum akhirnya guncangan itu semakin berkurang. Kira kira satu jam kemudian sang petani mendapati dirinya berada dalam posisi terlentang di atas tanah tempatnya berdiri. Sang petani bersyukur dirinya baik baik saja. Tak mau membuang waktu, sang petani segera mengarahkan tombak saktinya kearah langit malam. Tak lama kemudian petir menyambar nyambar membelah langit yang gelap. Sinarnya sungguh menyilaukan mata. Sebuah petir yang diikuti suara menggelegar menyambar tubuh pemuda lawannya. Tubuh sang pemuda itu hangus terbakar. Seketika itu juga sang pemuda tewas. Kepala suku dan seluruh keluarganya memekik. Mereka terkejut melihat kematian sang pemuda. Meski menahan kesedihan yang begitu mendalam, kepala suku berjiwa besar dan menerima kekalahannya. Ia menyerahkan Watu Maladong yang sedari tadi dibawanya kepada sang petani. “Batu ini ada tiga”, katanya sambil menyerahkannya kepada sang petani. “Ketiga batu ini akan mengeluarkan air di tempat yang kau inginkan. Ketiganya juga akan menumbuhkan padi, jagung, dan jewawut di tanah kelahiranmu kelak”, tambahnya. Kepala suku dan seluruh keluarganya mengantarkan sang petani ke pinggir desa. Sang petani yang membawa Numbu Ranggata dan Watu Maladong itupun singgah di rumah nenek yang telah menolongnya untuk pamit. Ia memanjat pohon kelapa di depan rumah si nenek dan memanggil penyu yang segera datang untuk membawanya pulang kembali ke Sumba. Ia naik ke punggung penyu dan menghilang di lautan. Watu Maladong yang dibawa sang petani memberikan empat mata air di Sumba yaitu mata air Nyura Lele di Tambolaka, mata air Weetebula di Weetebula, mata air Wee Muu di perbatasan Wewewa Barat dan Wewewa Timur dan mata air Weekello Sawah di Wewewa Timur yang bentuknya menyerupai juluran lidah seekor naga. Ketiganya juga menumbuhkan padi, jagung, dan jewawut di tanah Sumba. Dari berbagai sumber Kumpulan Cerpen Singkat – Dongeng Rakyat Nusa Tenggara Timur Di Pulau Timor, ada seorang petani yang memiliki empat belas anak, tujuh laki-laki dan tujuh perempuan. Hasil kebun mereka tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup karena sering dirusak babi hutan. Petani itu pun menugaskan anak laki-lakinya untuk menjaga kebun. Namun, hanya ada satu anaknya yang pemberani, yaitu Suri Ikun. Suatu malam, kakak tertua mengajak Suri Ikun mencari gerinda milik ayahnya di tengah hutan. Namun saat mencari, Suri Ikun ditinggal sendiri di tengah hutan. Lalu, Para hantu hutan menangkap Suri Ikun. Mereka mengurung Suri Ikun di dalam gua. Pada gua itu ada celah kecil, membuat sinar matahari bisa masuk. Karena kurus, para hantu memberi Suri Ikun makanan agar lekas gemuk. Setelah gemuk, barulah Suri Ikun akan mereka mangsa. Kumpulan Cerpen Singkat Anak Untuk lebih jelas baca posting kami berikut ini Kumpulan Cerpen Singkat – Dongeng Rakyat Nusa Tenggara Timur Contoh cerita rakyat pendek dari Nusa Tenggara Timur Dikisahkan, ada seorang gadis jelita, putri seorang raja, bernama Putri Bete Dou, di Kerajaan Nusa Tenggara Timur. Ia hidup seorang diri di rumah pohon di dalam hutan. Suatu malam ia kedatangan tamu tak diundang. “Siapa di luar? Ada apa gerangan datang ke mari?” Tanya Putri dari balik pintu. “Aku putra raja Kerajaan Loro. Namaku Mare Loro,” jawab Mare Loro. “Suaramu sangat merdu, aku senang mendengarnya. Bolehkah aku masuk?” lanjut Mare Loro penuh kekaguman dan harapan. Putri Bete Dou merasa melayang perasaannya dipuja puji oleh seorang putra raja. Pintu dibuka dan sejenak terdiam kaku seperti tersihir pesona wajah masing-masing. Contoh cerita rakyat pendek NTT Untuk lebih lengkap cerita ini silahkan kunjungi link berikut ini Contoh cerita rakyat pendek dari Nusa Tenggara Timur Cerita Rakyat NTT – Dongeng Nusa Tenggara Timur Tampe Ruma Sani Alkisah pada zaman dulu ada seorang anak perempuan yang suka menguncir rambutnya yang panjang bernama Tampe Ruma Sani. Namanya memang agak sulit, tetapi artinya begitu bermakna untuk masa depannya. Tampe Ruma Sani sudah setahun ditinggal mati oleh ibunya. Kini dia hidup bernama ayah dan adik lelakinya. Karena ayahnya bekerja sebagai nelayan dan adiknya masih sangat kecil, maka hampir semua pekerjaan rumah dilakukan oleh Tampe Ruma Sani. Setiap hari ia bertugas memasak, membersihkan rumah serta ikut menjual hasil tangkapan ayahnya. Meskipun demikian, gadis kecil itu tak pernah mengeluh. Cerita Rakyat NTT Dongeng Nusa Tenggara Timur Cerita lengkap legenda ini bisa diikuti dilink berikut ini Cerita Rakyat NTT – Dongeng Nusa Tenggara Timur Tampe Ruma Sani Cerita Rakyat Nusa Tenggara Timur Bete Dou Pada zaman dahulu kala di daerah Nusa Tenggara Timur, terdapat sebuah Kerajaan yang di pimpin oleh seorang Raja yang memiliki dua orang anak, laki-laki dan perempuan yaitu Manek Bot dan Bete Dou. Bete Dou adalah seorang putri yang cantik jelita, ia sangat dicintai dan dikasihi oleh Raja dan Permaisuri juga kakak Iaki-lakinya yaitu Manek Bot. Sri Baginda Raja serta permaisuri sangat berharap Putri Bete Dou akan membawa berkah kesejahteraan, mereka memiliki rencana akan memingit Bete Dou supaya selalu terjaga kesuciannya. Cerita Rakyat Nusa Tenggara Timur Bete Dou Baca dongeng lengkapnya di link berikut ini Cerita Rakyat Nusa Tenggara Timur Bete Dou Pesan moral dari Kumpulan Cerita Rakyat Nusa Tenggara Timur ini adalah Jadilah anak yang rajin belajar dan mengasah kemampuan, anak yang cerdas dan memiliki berbagai keahlian akan sukses dimasa yang akan baik kepada siapapun dan kapanpun maka kamu akan disukai oleh orang lain. Dan saat kamu mendapatkan kesulitan kamu akan mendapat bantuan dari yang tidak pernah kamu duga sebelumnya. Pranala Luar fanspage ini berisi dongeng dan cerita rakyat Nusantara dan Dunia Channel youtube yang berisi kumpulan dongeng duniaKumpulan Cerita Rakyat KalimantanCerita Rakyat Indonesia
KATA PENGANTARAlhamdulillah hirobbil „alamin segala puji bagiALLAH SWT Tuhan semesta alam atas karunia yangtelah ia berikan sehingga penulis bisa menyusun E-Book ini dengan sebaik-baiknya. E-book yangberjudul “Mutiara Nusa Laut” ini dibuat untukmemenuhi salah satu tugas Simulasi KomunikasiDigital oleh Ibu Habibah. E-Book yang berjudul“Mutiara Nusa Laut” Ini dalam penyusunannyapenulis melibatkan berbagai pihak, oleh karena itupenulis mengucapkan banyak terimakasih atassegala dukungan yang diberikan untukmenyelesaikan makalah telah disusun secara maksimal oleh penulis,akan tetapi penulis sebagai manusia biasa, sangatmenyadari bahwa E-Book ini masih mempunyaibanyak kekurangan dan jauh dari kata penulis sangat mengharapkan kritik dansaran yang membangun dari pembaca. Serta E-Bookini bertujuan untuk menambah wawasan dan ilmuserta untuk mempermudah pembaca memperolehinformasi secara cepat karena E-book ini berisikanrangkuman atau resume. I1 Mutiara Nusa LautDAFTAR ISIKATA PENGANTAR . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .1DAFTAR ISI . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .2BAB I Latar Belakang . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Tujuan Penulisan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Manfaat Penulisan. . . .. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 7BAB II Profil MARTHA CHRISTINA TIAHAHU. . . . . . Kisah Perjuangan Martha Christina Tiahahu.. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Keistimewaan Martha Christina Tiahahu. . 16BAB III Kesimpulan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Sumber . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 23BAB 1 Latar BelakangPahlawan Nasional adalah gelar penghargaan tingkattertinggi di Indonesia. Gelar anumerta ini diberikanoleh Pemerintahan Indonesia atas tindakan yangdianggap heroik – didefinisikan sebagai "perbuatannyata yang dapat dikenang dan diteladani sepanjangmasa bagi warga masyarakat lainnya" – atau "berjasasangat luar biasa bagi kepentingan bangsa dannegara" Kementerian Sosial Indonesia memberikantujuh kriteria yang harus dimiliki oleh seorangindividu, yakni Warga Negara Indonesia yang telahmeninggal dunia dan semasa hidupnya1. Telah memimpin dan melakukan perjuanganbersenjata atau perjuangan politik atau perjuangandalam bidang lain mencapai / merebut /mempertahankan / mengisi kemerdekaan sertamewujudkan persatuan dan kesatuan Telah melahirkan gagasan atau pemikiran besaryang dapat menunjang pembangunan bangsa dannegara. I3 Mutiara Nusa Laut3. Telah menghasilkan karya besar yangmendatangkan manfaat bagi kesejahteraanmasyarakat luas atau meningkatkan harkat danmartabat bangsa Pengabdian dan Perjuangan yang dilakukannyaberlangsung hampir sepanjang hidupnya tidaksesaat dan melebihi tugas yang Perjuangan yang dilakukan mempunyaijangkauan luas dan berdampak Memiliki konsistensi jiwa dan semangatkebangsaan/nasionalisme yang tinggi. Memilikiakhlak dan moral yang Tidak menyerah pada lawan/musuh Dalam riwayat hidupnya tidak pernahmelakukan perbuatan tercela yang dapat merusaknilai perjuangannya. Pemilihan dijalankan dalamempat langkah dan harus mendapatkanpersetujuan pada setiap tingkatan. I4 Mutiara Nusa LautSebuah proposal dibuat oleh masyarakat di kota ataukabupaten kepada wali kota atau bupati, yangkemudian harus membuat permohonan kepadagubernur di provinsi tersebut. Gubernur kemudianmembuat rekomendasi kepada Kementerian Sosial,yang kemudian diteruskan kepada Presiden, yangdiwakili oleh Dewan Gelar; dewan tersebut terdiri daridua akademisi, dua orang dari latar belakang militer,dan tiga orang yang sebelumnya telah menerimasebuah penghargaan atau gelar. Pada langkah terakhir,pemilihan dilakukan oleh Presiden, yang diwakili olehDewan, yang menganugerahi gelar tersebut padasebuah upacara di ibu kota Indonesia Jakarta. Sejak2000, upacara diselenggarakan setiap Hari Pahlawanpada tanggal 10 November. Kerangka undang-undanguntuk gelar tersebut awalnya menggunakan namaPahlawan kemerdekaan Nasional yang dibuat padasaat dikeluarkannya Dekret Presiden No. 241 Tahun1958. Gelar pertama dianugerahi pada 30 Agustus 1959kepada politisi yang menjadi penulis bernama AbdulMuis, yang wafat pada bulan sebelumnya. Gelar inidigunakan saat pemerintahan Sukarno. KetikaSuharto berkuasa pada pertengahan 1960-an gelarterbut berganti nama menjadi Pahlawan Nasional. I5 Mutiara Nusa LautGelar khusus pada tingkat Pahlawan Nasional jugadianugerahkan. Pahlawan Revolusi diberikan padatahun 1965 kepada sepuluh korban peristiwaGerakan 30 September, sementara Sukarno danmantan wakil presiden Mohammad Hatta diberikangelar Pahlawan Proklamator pada 1988 karena peranmereka dalam membacakan ProklamasiKemerdekaan pria dan 15 wanita telah diangkat sebagaiPahlawan Nasional, yang paling terbaru adalahArnold Mononutu, Baabullah, Machmud SinggireiRumagesan, Raden Mattaher,Soekanto Tjokrodiatmodjo, dan Sutan MohammadAmin Nasution pada tahun tersebut berasal dari seluruhwilayah di kepulauan Indonesia, dari Aceh di bagianbarat sampai Papua di bagian timur; Untuk kalipertama Maluku Utara dan Papua Barat memilikiPahlawan Nasional pada tahun 2020, sementaraKalimantan Timur dan Kalimantan Utara samasekali belum memiliki Pahlawan Nasional. I6 Mutiara Nusa Tujuan PenulisanTujuan utama saya membuat E-Book ini adalah Agaranak bangsa zaman sekarang dapat kembaimengenal sosok pejuang yang telah berjasa untukindonesia dan untuk memberitahukan kepadapenerus bangsa yang belum mengetahui salah satutokoh pahlawan bangsa yang sangat pemberani danberjasa semasa hidupnya. Tujuan lain saya membuatE-Book ini adalah untuk memenuhi tugas pelajaranSimulasi Komunikasi Digital pada Materi Manfaat PenulisanDalam penulisan makalah ini sangat bermanfaatbagi kami semua dalam hal mengetahui sejarahtentang Perjuangan Salah satu tokoh PahlawanNasional yatitu Martha Christina Tiahahu,Gerilyawan dari Maluku yang wafat saat ditahanBelanda. E-Book ini sendiri juga akan membahas danmemberikan tambahan ilmu pengetahuan mengenaiKisah Perjuangan Martha Christina Tiakalah Tulisanini akan membantu pembaca Kembali mengenal danmengenang pengorbanan serta mengetahui nilaijuang yang telah diberikan dan dikorbankan selamamasa hidup Martha Christina Tiahahu I7 Mutiara Nusa LautBAB 2 Profil MARTHA CHRISTINA TNama Lengkap Martha Christina TiahahuAlias MarthaProfesi Pahlawan NasionalTempat Lahir Nusa Laut, MalukuTanggal Lahir Sabtu, 4 Januari 1800Gugur Laut Banda, 2 Januari 1818Warga Negara IndonesiaBIOGRAFIMartha Christina Tiahahu adalah Pahlawan Nasionalperempuan pertama yang gugur di medan perangsaat bertempur melawan Belanda demimempertahankan tanah Maluku yang kaya akanhasil bumi. Ia lahir di Nusa Laut, Maluku, 4 Januari1800 dan dibesarkan seorang diri oleh ayahnya,Kapitan Paulus Tiahahu yang merupakan kawan baikdari Thomas Mattulessi atau Kapitan kecil, perempuan yang akrab disapa MarthaChristina ini sering mengikuti ayahnya dalam rapatpembentukan kubu-kubu pertahanan I8 Mutiara Nusa Lauthingga pada akhirnya di usia yang ketujuh belastahun ia turut andil dalam pertempuran melawanBelanda di desa Ouw, Ullath, pulau Saparua. Dalampertempuran itu, ia memimpin pasukan perangwanita dan mengobarkan semangat juang padapasukan agar terus ikut mendampingi pasukan laki-laki dalam perebutan wilayah Maluku dari penjajahhanya berbekal bambu runcing dengan ikat kepalamelingkar di dengan para pejuang tanah Maluku yanglain, Martha Christina cukup membuat kerepotanBelanda. Saat itu, pimpinan Belanda, Richemont,tewas tertembak dalam pertempuran membuatBelanda semakin sengit dalam melancarkan persenjataan lengkap, pasukan Indonesiaberhasil dipukul mundur dan beberapa pentolanpasukan ditangkap untuk dijatuhi hukuman matitermasuk ayah Martha Christina, Kapitan PaulusTiahahu. Mendengar kabar eksekusi yang akandilakukan Belanda terhadap ayahnya, MarthaChristina berusaha untuk membebaskan ayahnyadari hukuman yang dijatuhkan. I9 Mutiara Nusa LautNamun usahanya sia-sia, ayah Martha Christinameninggal dalam eksekusi yang dilakukan Belandaterhadap beberapa pejuang Indonesia di tanahMaluku yang berhasil ayahnya, Martha Christina digiringbersama pejuang lainnya yang tertangkap untukdipekerjakan secara paksa di perkebunan kopi yangada di pulau Jawa. Namun, dalam perjalanan menujupulau Jawa, tepatnya di kapal Eversten, MarthaChristina melanjutkan aksi pemberontakannyaterhadap Belanda dengan aksi mogok makan danmogok pengobatan. Dalam aksinya tersebut,akhirnya Martha Christina meninggal di perjalananmenuju pulau Jawa pada tanggal 2 Januari kemudian dibuang di laut Banda dannamanya ditetapkan sebagai Pahlawan Nasionalpada tahun 1969. Berkat pengorbanannya tersebut,pemerintah Maluku membuat monumen untukmengenang jasa Martha Nasional menurut SK Presiden RI 1969, tanggal 20 Mei 1969I10 Mutiara Nusa Kisah Perjuangan MarthaChristina TiahahuMartha Christina Tiahahu dilahirkan di AbubuNusalaut pada tanggal 4 Januari 1800 merupakananak sulung dari Kapitan Paulus Tiahahu dan masihberusia 17 tahun ketika mengikuti jejak ayahnyamemimpin perlawanan di Pulau Nusalaut. Padawaktu yang sama Kapitan Pattimura sedangmengangkat senjata melawan kekuasaan Belanda diSaparua. Perlawanan di Saparua menjalar keNusalaut dan daerah sekitarnya. Pada waktu itu,sebagian pasukan rakyat bersama para raja danpatih bergerak ke Saparua untuk membantuperjuangan Kapitan Pattimura sehingga tindakanBelanda yang akan mengambil alih BentengBeverwijk luput dari perhatian. Guru Soselissa yangmemihak Belanda melakukan kontak dengan musuhmengatas-namakan rakyat menyatakan menyerahkepada 10 Oktober 1817 Benteng Beverwijk jatuh ketangan Belanda tanpa perlawanan. Sementara itu, I11 Mutiara Nusa Lautdi Saparua pertempuran demi pertempuran terusberkobar. Karena semakin berkurangnya persediaanpeluru dan mesiu pasukan rakyat mundur kepegunungan Ulath Ouw. Di antara pasukan ituterdapat pula Martha Christina Tiahahu besertapara raja dan Patih dari 11 Oktober 1817 pasukan Belanda di bawahpimpinan Richemont bergerak ke Ulath, tetapiberhasil dipukul mundur oleh pasukan kekuatan 100 orang prajurit, Meyer besertaRichemont kembali ke Ulath. Pertempuran berkobarkembali, korban berjatuhan di kedua belah pertempuran ini Richemont tertembak dan pasukannya bertahan di tanjakan negeriOuw. Dari segala penjuru pasukan rakyatmengepung, sorak sorai pasukan bercakalele. Ditengah keganasan pertempuran itu muncul seoranggadis remaja bercakalele menantang peluru adalah putri Nusahalawano, Martha ChristinaTiahahu, srikandi berambut panjang terurai kebelakang dengan sehelai kain berang kain merahterikat di kepala. Dengan mendampingi sang ayahdan memberikanI12 Mutiara Nusa Lautmenghancurkan musuh, Marta Christina telahmemberi semangat kepada kaum perempuan dariUlath dan Ouw untuk turut mendampingi kaumlaki-laki di medan pertempuran. Baru di medan iniBelanda berhadapan dengan kaum perempuanfanatik yang turut bertempur. Pertempuran semakinsengit katika sebuah peluru pasukan rakyatmengenai leher Meyer, Vermeulen Kringermengambil alih komando setelah Meyer diangkat keatas kapal Eversten. Tanggal 12 Oktober 1817Vermeulen Kringer memerintahkan serangan umumterhadap pasukan rakyat, ketika pasukan rakyatmembalas serangan yang begitu hebat ini denganlemparan batu, para opsir Belanda menyadaribahwa persediaan peluru pasukan rakyat telahhabis. Vermeulen Kringer memberi komando untukkeluar dari kubu-kubu dan kembali melancarkanserangan dengan sangkur terhunus. Pasukan rakyatmundur dan bertahan di hutan, seluruh negeriUlath dan Ouw diratakan dengan tanah, semua yangada dibakar dan dirampok Christina dan sang ayah serta beberapatokoh pejuang lainnya tertangkap dan dibawa kedalam kapal Eversten. I13 Mutiara Nusa LautDi dalam kapal ini para tawanan dari JasirahTenggara bertemu dengan Kapitan Pattimura dantawanan lainnya. Mereka diinterogasi oleh Buyskesdan dijatuhi hukuman. Karena masih sangat muda,Buyskes membebaskan Martha Christina Tiahahudari hukuman, tetapi sang ayah, Kapitan PaulusTiahahu tetap dijatuhi hukuman mati. Mendengarkeputusan tersebut, Martha Christina Tiahahumemandang sekitar pasukan Belanda dengantatapan sayu namun kuat yang menandakankeharuan mendalam terhadap sang ayah. Tiba-tibaMartha Christina Tiahahu merebahkan diri di depanBuyskes memohonkan ampun bagi sang ayah yangsudah tua, tetapi semua itu sia-sia. Tanggal 16Oktober 1817 Martha Christina Tiahahu beserta sangAyah dibawa ke Nusalaut dan ditahan di bentengBeverwijk sambil menunggu pelaksanaan eksekusimati bagi ayahnya. Martha Christina Tiahahumendampingi sang Ayah pada waktu memasukitempat eksekusi, kemudian Martha ChristinaTiahahu dibawa kembali ke dalam bentengBeverwijk dan tinggal bersama guru ayahnya, Martha Christina Tiahahumasuk ke dalam hutan dan berkeliaranI14 Mutiara Nusa Lautseperti orang kehilangan akal. Hal ini membuatkesehatannya suatu Operasi Pembersihan pada bulanDesember 1817 Martha Christina Tiahahu beserta 39orang lainnya tertangkap dan dibawa dengan kapalEversten ke Pulau Jawa untuk dipekerjakan secarapaksa di perkebunan kopi. Selama di atas kapal inikondisi kesehatan Martha Christina Tiahahusemakin memburuk, ia menolak makan pada tanggal 2 Januari 1818, selepasTanjung Alang, Martha Christina Tiahahumenghembuskan napas yang terakhir. JenazahMartha Christina Tiahahu disemayamkan denganpenghormatan militer ke Laut Surat Keputusan Presiden RepublikIndonesia Nomor 012/TK/Tahun 1969, tanggal 20Mei 1969, Martha Christina Tiahahu secara resmidiakui sebagai Mutiara Nusa Keistimewaan Martha Christina TiSosok Pahlawan Nasional wanita yang berasal dariNusa Laut, Maluku ini adalah tokoh yangsangat gigih memperjuangkan kemerdekaan tempatasalnya. Bahkan aksi pemberontakansudah dilakukannya saat masih berusia remaja,siapa lagi kalau bukan Martha Christina gadis pemberani, Martha tak pernah takutkepada penjajah, sekalipun nyawanya menjaditaruhan. Untuk itu, Martha kerap disebut sebagaisrikandi dari tanah sejarah, Martha lahir di Nusa Laut,Maluku pada 4 Januari 1800. Martha adalah putrisulung dari Kapitan Paulus Tiahahu yang dikenalsebagai salah satu pemimpin tentara rakyat dari National Geographic Indonesia, meskidengan usia yang begitu muda, Martha memilikireputasi yang mampu membuat musuh bergidikketakutanMeski mampu membuat musuh ketakutan,penampilan Martha sehari-hari tidak ada yangmencolok. I16 Mutiara Nusa LautDia seperti gadis biasa. Rambutnya terurai kebelakang dengan kepala berikat sehelai kainberang Merah. Akan tetapi, dalam usia baru 17tahun, Martha telah mendampingi ayahnya angkatsenjata mengusir penjajah. Seperti saatmelindungi Pulau Nusa Laut maupun PulauSaparua pada dengan perjuangan Martha, KapitanPattimura juga ikut mengangkat senjata melawanBelanda di Saparua. Yang mana, perlawanankemudian menjalar ke Nusa Laut dan peristiwa itu, Martha aktif membakarsemangat kaum wanita setempat untuk beranimendampingi kaum laki-laki di medan kata Zacharias dalam buku MarthaChristina Tiahahu 1981, wanita muda itu sangatberpengalaman dalam pertempuran. Marthadisebutkan telah ikut bertempur melawan Belandasebanyak tiga kali. Bahkan, dari seluruhpertempuran yang diikuti Martha, semuanyadilarang oleh sang ayah. Kendati demikian,larangan itu tak digubris Mutiara Nusa Laut“Dalam suasana pertempuran bukan saja ia telahmenolong memikul senjata ayahnya, tetapi jugatelah ikut serta dengan pemimpin perangmengadakan tarian perang dan telahmemperlihatkan kecakapan, keberanian dankewibawaannya,” ujar perwira Belanda Verheul yangdikutip Zacharias. Pada pertempuran tersebut,seorang pimpinan Belanda Richemont dapatdibunuh oleh pasukan Martha. Keungulan strategimembuat pasukan Martha terus mengumandangkanpenyerangan. Belanda yang merasa kehilanganorang terbaiknya tampak tak terima. Buahnya,Belanda menurunkan pasukan penyerangan yangdipimpin oleh Vermeulen Kringer. Belanda terusmenyerang habis-habisan rakyat Maluku. Imbasnya,pertempuran sengit pun tak dapat berjatuhan dari kedua belah persediaan peluru pasukan rakyattelah habis. Sejurus dengan itu, Vermeulen Kringermemberi komando untuk keluar dari kubu-kubudan kembali melancarkan serangan dengan sangkurterhunus. Pada akhirnya, pasukan rakyat mundurdan bertahan di hutan. Lalu seluruh negeri Ulathdan Ouw diratakan dengan tanah, semua yang adadibakar dan dirampok habis-habisan. I18 Mutiara Nusa LautAyahnya, Marha, dan pejuang lainnya tertangkapdan dibawa ke dalam kapal Eversten. Merekadiinterogasi dan dijatuhi hukuman. SemangatMartha kemudian menurun ketika sang ayahmendapatkan vonis hukuman dirinya sendiri hanya mendapatkanhukuman buangan ke Jawa. Rasa sedih Marthasemakin menjadi-jadi ketika ayahnya dihukum matipada 17 November 1817. Martha pun semakinterpuruk dan jatuh sakit. Berkali-kali Marthamenolak untuk meminum obat yang diberikan olehBelanda. setali dengan itu, tubuh Martha kemudiansemakin itu, pada dini hari 2 Januari 1818, Marthamenghembuskan napas terakhirnya di tengahperairah antara Pulau Buru dan Manippa. Sebagaibentuk penghargaan atas jasanya, Marthadianugerahi gelar Pahlawan Nasional pada 20 Mutiara Nusa LautBAB III kesimpulanMartha Christina Tiahahu lahir di Nusa Laut,Maluku, 4 Januari 1800 – meninggal di Laut Banda,Maluku, 2 Januari 1818 pada umur 17 tahun adalahseorang gadis dari Desa Abubu di Pulau sekitar tahun 1800 dan pada waktumengangkat senjata melawan penjajah Belandaberumur 17 tahun. Ayahnya adalah Kapitan PaulusTiahahu, seorang kapitan dari negeri Abubu yangjuga pembantu Thomas Matulessy dalam PerangPattimura tahun 1817 melawan Christina Tiahahu tercatat sebagai seorangpejuang kemerdekaan yang unik yaitu seorang putriremaja yang langsung terjun dalam medanpertempuran melawan tentara kolonial Belandadalam Perang Pattimura tahun 1817. Di kalanganpara pejuang dan masyarakat sampai di kalanganmusuh, ia dikenal sebagai gadis pemberani dankonsekuen terhadap cita-cita perjuangannya. Sejakawal perjuangan, ia selalu ikut mengambil bagiandan pantang Mutiara Nusa LautDengan rambutnya yang panjang terurai kebelakang serta berikat kepala sehelai kain berangmerah ia tetap mendampingi ayahnya dalam setiappertempuran baik di Pulau Nusalaut maupun diPulau Saparua. Siang dan malam ia selalu hadir danikut dalam pembuatan kubu-kubu pertahanan. Iabukan saja mengangkat senjata, tetapi juga memberisemangat kepada kaum wanita di negeri-negeri agarikut membantu kaum pria di setiap medanpertempuran sehingga Belanda kewalahanmenghadapi kaum wanita yang ikut berjuang. Didalam pertempuran yang sengit di Desa Ouw –Ullath jasirah tenggara Pulau Saparua yang tampakbetapa hebat srikandi ini menggempur musuhbersama para pejuang rakyat. Namun akhirnyakarena tidak seimbang dalam persenjataan, tipudaya musuh dan pengkhianatan, para tokoh pejuangdapat ditangkap dan menjalani hukuman. Ada yangharus mati digantung dan ada yang dibuang kePulau Jawa. Kapitan Paulus Tiahahu divonis hukummati tembak. Martha Christina Tiahahu berjuanguntuk melepaskan ayahnya dari hukuman mati,tetapi ia tidak berdaya dan meneruskanbergerilyanya di hutan, tetapi akhirnya tertangkapdan diasingkan ke Pulau Jawa. I21 Mutiara Nusa LautDi Kapal Perang Eversten, Martha Christina Tiahahumenemui ajalnya dan dengan penghormatan militerjasadnya diluncurkan di Laut Banda menjelangtanggal 2 Januari 1818. Untuk menghargai jasa danpengorbanannya, Martha Christina Tiahahudikukuhkan sebagai Pahlawan KemerdekaanNasional oleh Pemerintah Republik Christina TiahahuLahir 4 Januari 1800 Abubu, Nusa Laut, Maluku,Hindia BelandaMeninggal 2 Januari 1818 umur 17 Laut Banda,Maluku, IndonesiaMonumen patung di Ambon, Maluku; patung diAbubuPekerjaan GerilyawanTahun aktif 1817Penghargaan Pahlawan Nasional IndonesiaMartha Christina Tiahahu lahir di Nusa Laut,Maluku, 4 Januari 1800 – meninggal di Laut Banda,Maluku, 2 Januari 1818 pada umur 17 Mutiara Nusa Sumber christina-tiahahuI23 Mutiara Nusa LautBiodata penulisNAMA LENGKAp vici fathir susiloEmail [email protected]akun instagram vicifathir68blog Riwayat pendidikanASAL SD SD NEGERI 111 PEKANBARUASAL SMP SMP NEGERI 8 PEKANBARUASAL SMA/SMK SMK NEGERI 4 PEKANBARU BUKU DAN TAUN TERBIT1. Dengarkan curhatku 20192. Antologi puisi rindu tak bertitik 20203. Antologi cerpen angan di atas pena 2021Mutiara NUSA LAUT VICI FATHIR SUSILO
Artikel legenda dan sejarah nusa penida kali ini kami suguhkan untuk sobat travela yang penasaran akan kisah sejarah dan cerita rakyat legenda Nusa penida Bali. Namun sudah tahukah Anda wisata 3 Nusa di Bali yang terdiri atas Nusa Penida, Nusa Ceningan dan Nusa Lembongan? Ya, ketiga nusa itu dipisahkan oleh Selat Badung dengan pulau besar Bali, atau biasa disebut mother of island. Selain keindahan alamnya, Nusa Penida juga menarik dengan sejarahnya. Demikian pula dengan riwayat 2 nusa lainnya. Legenda Dan Sejarah Nusa PenidaLegenda Rakyat Nusa PenidaDukuh JempunganManusa PanditaSejarah Nusa PenidaDinasti GelgelKesepakatan Dalem Watu RenggongKyai Jelantik Untuk sejarah Nusa Penida sendiri, pastinya sangat menarik bagi para wisatawan yang berkunjung. Sebab, disini pun masih terdapat adanya ritual khusus di pura yang ada di pulau Nusa Penida. Nusa Penida sendiri merupakan daerah yang sudah masuk Kabupaten Klungkung Bali. Diantara ketiga pulau yang sudah disebut di atas, maka Nusa Penida adalah kawasan yang memiliki area paling luas. Cukup banyak tempat rekreasi serta obyek wisata disini sehingga para pengunjung dapat menikmati bermacam wisata bahari yang pastinya indah. Sebelum kita bahas lebih banyak mengenai sejarah Nusa Penida, maka ada baiknya bila kita bahas terlebih dahulu tentang letak geografisnya. Nah untuk anda yang ingin berkunjung ke nusa penida maka anda pun bisa melalui empat pelabuhan utama seperti; Pantai Sanur-Denpasar, Benoa, Pelabuhan Padangbai dan Kusamba-Klungkung. Atau juga bisa baca di artikel kami lainnya “Tips Bagaimana Cara Ke Nusa Penida“. Mengenai Transportasi laut diatas, tentu anda tak perlu lagi khawatir sebab keempat pelabuhan tersebut sudah menyediakan fast boat dengan fasilitas terbaik hingga anda selamat sampai tujuan pulau nusa. Fast boat bisa disewa dengan tiket sebagai sarana transportasi umum hingga private. Setelah membahas kondisi geografis dan jalan menuju ke lokasi diatas, maka kini waktunya kita fokus membahas legenda dan sejarah Nusa Penida Kita mulai dari legenda kisah rakyat nusa penida Legenda Rakyat Nusa Penida Alkhisah pada tahun Saka 50, Ida Bhatara Siwa bersama sakti Dewi Uma istri beliau tedun turun ke bumi beserta para pengikut Beliau seperti Tri Purusa, Catur Lokha Pala dan Asta Gangga. Turun disebuah Gunung yang sekarang Gunung tersebut bernama Gunung Mundhi. Di Gunung Mundhi inilah Ida Bhatara Siwa dan Sakti Ida Dewi Uma menjelma dari Meraga be-Raga Dewata menjadi manusia. Bhatara Siwa & Dewi Parwati Selain turun di puncak Gunung Mundhi, Ida Bhatara Siwa juga turun di sebuah tempat pada tahun Saka 55, yang sekarang bernama Tunjuk Pusuh. Namun Dewi Kwan Im lebih dahulu turun pada tahun Saka 45 beristana di sebuah goa. Lalu Dewi Parwati menyusul turun ke bumi pada tahun Saka 60. Sekarang tempat tersebut bernama Goa Giri Putri yang menjadi Pusering Jagat sedangkan Dewi Parwati yang bergelar Bhatari Hyang Giri Putri sebagai penjaga tirta yang ada di dalam Goa Giri Putri. Selain beristana di Pura Goa Giri Putri dan Pura Tunjuk Pusuh mereka juga yang beristana di pura Batu Medau. Baca juga Upacara Adat Yang Jangan Terlewati Saat Berada Di Bali! Dukuh Jempungan Ida Bhatara Siwa menjelma menjadi seorang laki-laki, menjadi seorang Pandita pendeta yang bergelar Dukuh Jumpungan. Dari penjelmaan inilah daratan gunung mundi menjadi cikal bakal nama Nusa Penida. Ida-Bhatara-Siwa Nama sebenarnya Nusa Penida adalah Manusa Pandita, manusa adalah seorang/manusia yang bernama Jumpungan, dan Dukuh adalah Seorang Pandita/pendeta. ** Kata dukuh dalam Kamus Jawa Kuno oleh Zoetmulder 1994233 berarti pertapaan di hutan, bertempat tinggal di hutan dan dalam Kamus Bahasa Bali Simpen, 198559 kata dukuh artinya wang mdwijati, adan soroh dukuh. Manusa Pandita Dari kata “Manusa Pandita” inilah lama-kelamaan berubah menjadi Nusa Penida. Sedangkan sakti dari Ida Bhatara Siwa yaitu Dewi Uma menjelma menjadi seorang perempuan yang bernama Ni Puri yang merupakan istri Dukuh Jumpungan. Turunnya Ida Bhatara Siwa dan Istrinya ke bumi dari Siwa Lokha selain itu juga membawa pengikut sebanyak 150 meraga manusia. Turunnya Ida Bhatara Siwa dan Saktinya ke bumi, beserta pengikutnya tersebut-lah awal baru adanya manusia pertama di Nusa Penida. Membangun desa dan pesraman Dukuh Jumpungan beserta pengikutnya mulai membangun tempat tinggal yang disebut Padukuhan didaerah sekitar Gunung Mundhi yang rata sekarang lokasi tersebut bernama Desa Rata. Sedangkan puncak Gunung Mundhi dibangun sebuah pesraman yang dikelilingi tetamanan yang berasal dari sumber air yang jumlahnya 8 disebut Asta Gangga yang berasal dari Siwa Lokha, yang ikut turun bersama Ida Bhatara Siwa. Membangun sebuah perahu Karena pulau Nusa Penida ini dikelilingi dengan lautan yang sangat luas maka Ida Dukuh Jumpungan berpikir untuk membuat sebuah perahu. Pada tahun Saka 60, Ida Dukuh Jumpungan ber-semedhi di pesraman puncak Gunung Mundhi. Dari kekuatan adnyana-nya lah muncul sebuah perahu yang sangat indah dan besar sekali. Setelah perahu sudah selesai maka perahu tersebut diturunkan dari daerah puncak Mundhi menuju ke arah Utara dan sampai ke laut, tepat di pesisir daerah Bodong yang sekarang disebut Tukat Bodong, dan perahu tersebut digunakan berlayar menikmati indahnya lautan bersama istri beliau. Melahirkan seorang anak laki Dan kemudian pada tahun Saka 90, Ni Puri melahirkan seorang anak laki-laki yang diberi nama I Merja. I Merja tidak begitu senang berlayar. Dia lebih senang bersemedhi melakukan tapa brata yoga semedhi di Batu Beya memohon keselamatan dunia dan seisi alam semesta. Pada jaman ini bumi Nusa Penida menjadi makmur, aman sentosa, gemah ripah loh jinawi, berkat kepemimpinan Dukuh Jumpungan. Setelah Dukuh Jumpungan berumur 95. Ia melakukan yoga semedhi di puncak gunung dan sekarang berdiri pura Puncak Gunung Mundhi sebagai stana Ida Dukuh Jumpungan. Dan istri Ida Dukuh Jumpungan yaitu Ni Puri, juga,melakukan yoga semedhi di sebuah tempat pada saat berumur 230 dan moksa pada tahun Saka 280. Sekarang ditempat semedhi nya berdiri pura Batu Melawang sebagai istana Ida Ni Puri. Goa Betel Ni Puri Dikisahkan pula bahwa Ni Puri juga pernah melakukan yoga semedhi dan dengan kekuatan adnyana Ida sehingga mampu membuat Goa Betel dari arah Barat pulau Nusa Cenik hingga tembus ke arah Timur pulau Nusa Cenik. ** Nusa cenik nama lain nusa ceningan Dengan melobangi mulai dari arah Barat maka di Barat pulau Nusa Cenik disebut Batu Melawang. Sedangkan di Timur pulau Nusa Cenik karena tembusan Goa Betel itu kelihatan ninggias dari pulau Nusa Gede maka dari arah timur pulau Nusa Cenik tepatnya di sekitar goa disebut Batu Banglas. Goa Betel merupakan istana payogan Ida Batara Ciwa dan Dewi Uma. Selain tempat itu sebagai istana/payogan juga sebagai tempat penyimpanan barang-barang pusaka milik I Renggan. Merja dan Nu Luna Diceritakan setelah I Merja dewasa menikah dengan Ni Luna. Yang mana Ni Luna berasal dari Indra Loka, yang turun ke bumi bersama saudarinya Dewi Rohini pada tahun Saka 97. Tempat turunnya Ni Luna dengan saudarinya itu sekarang disebut daerah Sukun. Selain bersama saudarinya mereka juga membawa pengikut sebanyak 125 orang, pengikutnya ini semua meraga Denawa Ksatria indra loka, sedangkan Ni Luna dengan saudaranya dari Dewata menjelma menjadi manusia. Dewi Rohini di ambil oleh Empu Agni Jaya dijadikan istri yang tinggal di Jungut Batu. Di kisahkan pula bahwa Empu Agni Jaya mempunyai 2 orang putra angkat yang bernama Hyang Naon dan I Rundan yang sekarang mejadi istana Pura Sakenan Jungut Batu. Melahirkan I Renggan I Merja pada waktu berumur 160 melakukan yoga semedhi di Batu Beya dan moksa pada tahun Saka 250. Sedangkan istri I Merja yaitu Ni Luna melakukan yoga semedhi di daerah Batu Banglas pada saat berumur 153 dan moksa pada tahun Saka 250. Sekarang berdiri sebuah pura sebagai istana Ida Ni Luna yaitu Pura Batu Banglas. Dari perkawinan mereka I Merja & Ni Luna lahirlah I Renggan pada tahun Saka 150. I Renggan menikah dengan I Merahim yang lahir tahun Saka 160. Pages 1 2 3 4
Cerita rakyat Putri Mandalika dari Nusa Tenggara Barat NTB menjadi salah satu kisah yang populer di Indonesia Timur. Bila kamu belum tahu, mari simak dongengnya secara lengkap dalam artikel ini!Tak hanya memiliki banyak destinasi wisata cantik, NTB juga mempunyai produk budaya yang beragam. Salah satunya adalah cerita rakyat Putri Mandalika yang diwariskan secara turun-temurun oleh orang-orang di artikel ini, kamu tidak hanya akan menjumpai kisah legendaris dari suku Sasak itu secara lengkap, melainkan juga pembahasan mengenai unsur-unsur intrinsiknya. Tak lupa, ada pula fakta menarik yang barangkali bisa menambah Sudah tak sabar ingin mengetahui cerita rakyat Putri Mandalika dari NTB? Yuk, langsung saja simak informasinya dalam pembahasan berikut! Semoga dari legenda itu, ada pesan moral yang bermakna yang bisa kamu Rakyat Putri Mandalika dari NTB Sumber YouTube – Dongeng Kita Pada zaman dahulu kala, terdapat sebuah kerajaan yang berdiri di daerah Lombok. Kerajaan itu dipimpin oleh seorang raja yang bijaksana dan adil bernama Raja Tonjang Beru. Ia memimpin kerajaannya bersama sang istri, Dewi Seranting. Dipimpin oleh raja yang mumpuni, rakyat kerajaan ini hidup aman, tentram, dan makmur. Oleh sebab itu, tak heran jika rakyatnya sangat mencintai raja mereka. Kebahagiaan semakin menyelimuti negeri ketika raja dan ratu dikaruniai seorang anak perempuan. Raja Tonjang Beru dan Dewi Seranting memberikan nama Putri Mandalika kepada anaknya yang baru lahir itu. Sang putri tumbuh menjadi pemudi yang cantik jelita dan berkepribadian luhur. Kabar tentang keberadaan putri cantik jelita dengan kepribadian yang luhur pun tersebar ke seluruh negeri. Banyak putra mahkota dari kerajaan-kerajaan lain di Nusa Tenggara yang datang menghadap ke Raja Tonjang Beru. Raja Tonjang Beru dengan senang hati menerima kedatangan tamu-tamu tersebut. “Pangeran, kamu datang dari negeri yang jauh. Kira-kira apa maksud kedatanganmu kemari?” tanya sang raja kepada salah satu pangeran. “Maafkan atas kelancangan saya, Yang Mulia. Hamba sudah mendengar tentang Putri Mandalika yang tak hanya cantik parasnya, tapi juga luhur kepribadiannya. Jika Yang Mulia berkenan, saya bermaksud untuk meminang sang putri sebagai permaisuri,” jawab sang pangeran. “Sebagai seorang ayah, saya tentunya merasa senang dan tersanjung apabila ada pangeran yang ingin menjadikan putri saya sebagai seorang permaisuri. Namun, untuk keputusan akhirnya, saya sepertinya perlu berbincang-bincang dahulu dengan sang putri,” terang Raja Tonjang Beru. “Terima kasih Yang Mulia karena telah mempertimbangkan lamaran saya. Saya akan menunggu keputusan Yang Mulia dengan sang putri,” ujar sang pangeran. “Baiklah kalau begitu. Silakan pangeran beristirahat dahulu di istana khusus tamu kerajaan,” ucap sang raja. Pangeran tersebut kemudian mengundurkan diri. Lamaran dari Para Pangeran untuk Sang Putri Raja Tonjang Beru bertemu dengan belasan pangeran yang hendak melamar putri semata wayangnya. Sang raja kemudian melakukan rapat terbatas dengan istri dan putri kesayangannya. “Mandalika, belasan pangeran dari penjuru negeri datang untuk melamarmu. Ayah tidak akan mengambil keputusan siapa pangeran yang akan menjadi suamimu karena keputusan itu akan ayah serahkan kepadamu,” ujar Raja Tonjang Beru. “Putriku Mandalika, ibu dan ayah akan menyetujui siapa pun pangeran yang kamu pilih sebagai suami. Kami hanya berharap kamu akan mendapatkan suami yang baik hati, bijaksana, dan cinta kepadamu,” jelas Dewi Seranting. Mendengar pendapat dari kedua orangtuanya, Putri Mandalika hanya mengangguk dan mencari waktu untuk menentukan pilihan. Ia tidak serta merta langsung memutuskan siapa pangeran yang akan ia terima pinangannya. Putri Mandalika lalu meminta seluruh pangeran yang melamarnya untuk berkumpul di balairung istana. Wanita ini ingin mengenali satu per satu pangeran yang telah menghadap ke ayahnya itu. Baca juga Legenda Si Penakluk Rajawali Asal Sulawesi Selatan dan Ulasan Menariknya, Pelajaran Berharga tentang Ketulusan Perdebatan antar Para Pangeran, Ketakutan Sang Putri Sumber YouTube – Dongeng Kita Setelah mencoba mengenali para pangeran itu, Putri Mandalika berpikir keras untuk menentukan pilihan. Namun, ketika sang putri tengah sibuk dengan pemikirannya, terjadi keributan yang disebabkan oleh para pangeran yang ingin menjadi suami Putri Mandalika. “Sang putri pasti akan memilihku. Ayahku adalah raja besar penguasa wilayah utara,” ujar salah satu pangeran. “Tidak. Akulah yang paling cocok menjadi suami sang putri. Ia tidak akan menolakku karena aku adalah putra mahkota dari kerajaan besar di wilayah barat,” jawab pangeran lainnya. “Harapan kalian tidak akan terwujud. Sang putri pasti akan memilihku karena aku adalah pewaris dari kerajaan di wilayah timur yang memiliki armada laut yang sangat kuat,” tukas pangeran yang lain. “Tidak mungkin. Jika sampai kamu atau kamu yang terpilih, aku pastikan bahwa pasukanku akan menyerang kerajaan kalian,” ancam salah satu pangeran. Pangeran yang lain langsung menimpali ancaman itu, “Kamu pikir aku takut dengan pasukanmu?! Tidak sama sekali. Pasukanku memiliki persenjataan yang lebih lengkap.” “Jika kalian berani mengirimkan pasukan ke kerajaanku, bisa aku pastikan bahwa para prajurit dan armada lautku akan menghancurkan seluruh kerajan kalian tanpa sisa,” ujar pangeran yang berasal dari wilayah timur. Mendengar para pangeran yang saling melontarkan ancaman, Putri Mandalika tidak kuat menahan emosinya. Sang putri langsung memerintahkan para pangeran untuk diam dan berhenti berdebat. Dalam benak sang putri, ia tidak mau kalau ada peperangan antar kerajaan hanya karena memperebutkan dirinya. “Pada hari ke-20 bulan ke-10 atau tiga hari dari sekarang, saya mohon para pangeran datang ke pantai pagi-pagi sekali. Saya akan memberikan jawaban atas lamaran yang telah para pangeran sampaikan kepada ayah saya,” pinta Putri Mandalika. Para pangeran menyanggupi permintaan sang putri. Mereka kembali ke tempat peristirahatan masing-masing. Sementara itu, Putri Mandalika pergi bersemedi ke pantai untuk meminta pertolongan pada Yang Maha Kuasa supaya bisa mengambil keputusan bijak. Keputusan Bijak yang Diambil oleh Putri Mandalika Putri Mandalika sudah bisa membayangkan akan terjadi peperangan besar yang akan memakan banyak korban jika ia mengambil keputusan dengan terburu-buru. Ia berharap Yang Maha Kuasa akan memberikan petunjuk untuk bisa menyikapi permasalahan yang sedang ia hadapi. Hari yang ditunggu-tunggu pun tiba. Pagi hari sekali, belasan para pangeran yang melamar Putri Mandalika berkumpul di tempat yang sang putri pinta. Selain itu, rakyat kerajaan juga berkumpul pinggir pantai yang sama karena penasaran siapa pangeran yang akan dipilih oleh putri kerajaan mereka. Tak lama, tibalah Putri Mandalika bersama Raja Tonjang Beru dan Dewi Seranting. Mereka berjalan kaki dari istana menuju pinggir pantai yang telah menjadi tempat berkumpul para pangeran dan rakyat kerajaan. Putri Mandalika lalu pergi berjalan menuju karang tempat ia bersemedi beberapa hari yang lalu. Sang putri kemudian menghadap ke arah para pangeran dan berkata, “Wahai para pangeran, tolong dengarkan perkataan saya ini dengan baik karena saya tidak akan mengulanginya.” “Jika aku menerima lamaran dari salah satu pangeran di antara kalian, maka akan ada peperangan yang akan menelan korban jiwa. Padahal aku hanya ingin rakyat kita di negeri ini hidup makmur, aman, dan tentram,” jelas sang putri. Putri Mandalika lalu melanjutkan, “Sungguh saya tidak akan sanggup melihat pertumpahan darah antar kerajaan yang ada di wilayah ini. Para pangeran mungkin masih bisa hidup dengan nyaman, tapi rakyat kalian akan hidup dalam penderitaan akibar dari perang.” “Maka dari itu, saya memilih untuk tidak menerima lamaran dari kalian. Saya ingin kalian semua memiliki saya, tapi tidak sebagai seorang istri. Saya ingin menjadi seseorag yang semua orang bisa miliki. Sebab itulah, saya akan menjadi nyale cacing laut yang bisa berguna untuk semua orang,” ucap sang putri. Asal-Usul Nyale yang Merupakan Jelmaan Sang Putri Tak lama setelah melontarkan pernyataannya, tiba-tiba datanglah ombak besar yang menggulung tubuh Putri Mandalika. Tanpa perlu diperintah, semua pangeran beserta rakyat yang berkumpul di pinggir pantai berenang ke arah dimana tubuh sang putri ditelan ombak. Namun, usaha para pangeran dan orang-orang yang terjun ke dalam air laut berujung sia-sia. Tubuh Putri Mandalika telah hilang dan menyatu dengan laut. Karena kelelahan, mereka pun memutuskan untuk kembali ke bibir pantai untuk beristirahat. Tiba-tiba saja, muncullah ribuan nyale berwarna-warni dari arah laut. Orang-orang yang berada di pinggir pantai itu pun lantas terkejut. Namun, mereka kemudian memahami maksud pesan dari sang putri. Rakyat lalu berbondong-bondong mengambil nyale yang mereka percaya sebagai titisan Putri Mandalika. Nyale-nyale itu warnanya beragam, dari coklat tua hingga hijau. Mereka kemudian memanfaatkan nyale sebagai bahan makanan ataupun dilepas ke area persawahan untuk menyuburkan tanah. Begitulah akhir dari cerita rakyat Putri Mandalika asal NTB. Harapan sang putri untuk bisa menjadi seseorang yang bermanfaat untuk semua orang telah terkabul. Sampai sekarang, cacing-cacing laut itu muncul setahun sekali di area pinggiran Pantai Seger, Kuta, Lombok Selatan. Baca juga Cerita Rakyat Batu Ajuang Batu Peti dan Ulasan Menariknya, Kebohongan yang Membuat Kapal Berubah Menjadi Batu Unsur Intrinsik Dongeng Putri Mandalika Sumber YouTube – Dongeng Kita Nah, kamu telah mengetahui kisah lengkap Putri Mandalika dari informasi di atas. Selanjutnya, uraian berikut akan membahas tentang unsur-unsur intrinsik yang terkandung dalam legenda dari suku Sasak tersebut. Yuk, simak! 1. Tema Gagasan utama atau tema dari cerita rakyat Putri Mandalika dari NTB adalah tentang pengorbanan. Sang putri mengorbankan dirinya sendiri karena tidak mau menjadi alasan timbulnya peperangan antar kerajaan di wilayah Lombok. 2. Tokoh dan Perwatakan Ada beberapa tokoh yang memiliki peran penting dalam legenda dari Pulau Lombok di atas. Pertama, Putri Mandalika yang digambarkan mempunyai paras yang cantik dan kepribadian yang luhur. Selanjutnya, ada Raja Tonjang Beru yang memiliki watak bijaksana, adil, dan sayang terhadap keluarganya. Ia tidak memaksakan kehendaknya dan percaya kepada pilihan yang diambil sang putri. Dewi Seranting dijelaskan sebagai sosok ibu yang arif dan sayang terhadap keluarganya. Ia adalah ratu yang baik hati dan dicintai oleh rakyat kerajaan. Sementara itu, tokoh para pangeran yang digambarkan dalam cerita rakyat Putri Mandalika dari NTB ini memiliki beragam watak. Ada yang angkuh, arogan, dan bertindak semaunya sendiri. Ada juga yang mudah tersulut emosi dan bertindak ceroboh. 3. Latar Latar atau tempat kejadian di mana legenda di atas terjadi ada di istana, balairung, pinggir pantai, dan karang tempat sang putri bersemedi. 4. Alur Alur kisah putri kerajaan di Pulau Lombok di atas termasuk alur maju atau progresif. Legenda diawali dengan pengenalan karakter keluarga kerajaan dan kondisi kehidupan di wilayah itu. Selanjutnya, jalan cerita berkembang dengan kehadiran para pangeran dari berbagai kerajaan yang hendak melamar Putri Mandalika. Hal itu menjadi sumber dilema sang putri. Puncak konflik terjadi ketika Putri Mandalika melontarkan penolakannya kepada semua lamaran yang ia terima. Wanita ini tidak mau menjadi alasan kenapa kerajaan dan rakyatnya hidup dalam penderitaan karena para pangeran saling menyerang satu sama lain. Pada akhirnya, sang putri memilih berubah menjadi nyale yang bisa bermanfaat untuk semua orang. Dengan begitu, peperangan yang bisa menumpahkan darah bisa terhindarkan. 5. Pesan Moral Pesan moral atau amanat yang bisa kamu ambil dari cerita rakyat Putri Mandalika asal NTB adalah pengorbanan tanpa pamrih yang ditunjukkan oleh sang putri. Ia rela mengorbankan nyawanya sendiri demi keselamatan orangtua dan rakyat yang ia cintai. Selain itu, kebijaksanaan yang ditunjukkan oleh Raja Tonjang Beru juga perlu ditiru. Ia tidak memaksakan kehendaknya dan menyerah seluruh keputusan pernikahan kepada sang putri. Hal yang sama juga dilakukan oleh Dewi Seranting selaku ibu sang putri. Tak hanya unsur instrinsik, kamu juga bisa menyimpulkan unsur ektrinsik dari legenda dari Pulau Lombok di atas. Sebut saja nilai-nilai yang berlaku di masyarakat pada saat itu, misalnya saja nilai sosial, moral, dan budaya. Baca juga Legenda Si Tanduk Panjang dari Tanah Batak dan Ulasan Lengkapnya yang Menarik untuk Disimak Fakta Menarik Sumber Wikimedia Commons – Festival Bau Nyale Kamu sudah mengetahui tentang cerita rakyat Putri Mandalika dari NTB beserta unsur-unsur intrinsiknya. Namun, belum lengkap rasanya kalau kamu melewatkan ulasan tentang fakta-fakta menarik yang berkaitan dengan legenda itu. Langsung cek saja, yuk! 1. Festival Bau Nyale Festival Bau Nyale adalah acara setahun sekali yang diselenggarakan pada sekitar bulan Februari dan Maret. Kata bau dari bahasa Sasak artinya adalah menangkap, sedang nyale berarti cacing laut. Upacara Bau Nyale dilaksanakan di Pantai Seger, Kuta, Lombok Selatan. Secara tradisi, puncak perayaan upacara ini digelar pada tanggal 20 bulan 10 kalender Sasak. Biasanya, perkiraan kedatangan nyale di pantai akan dilakukan oleh para penyamo. Penyamo merupakan orang yang ditunjuk oleh perwakilan dari empat penjuru di wilayah Lombok. Mereka akan membahas kedatangan nyale dengan menggunakan pendekatan perpaduan ilmu perbintangan, maritim, dan angin. Masyarakat di wilayah Pantai Seger sendiri memiliki tradisi unik ketika sedang mengikuti bau nyale. Mereka percaya bahwa mengeluarkan umpatan kasar akan semakin mengundang kedatangan nyale. Festival Bau Nyale tidak hanya dihadiri oleh penduduk setempat, tapi juga menarik perhatian wisatawan dalam ataupun luar negeri. Tak jarang, turis dari luar kota Lombok, seperti Mataram, datang ke festival ini untuk bisa membawa nyale ke rumah. 2. Manfaat Nyale Nyale ternyata mempunyai kandungan gizi yang bermanfaat untuk kesehatan. Cacing laut ini memiliki kandungan protein yang lebih tinggi daripada telur ayam dan susu sapi. Bahkan, hewan yang muncul setahun sekali ini kalsiumnya lebih tinggi daripada susu sapi. Selain itu, nyale bermanfaat sebagai anti diabet alami. Dalam tradisi pengobatan dari Tiongkok sendiri, cacing laut biasa digunakan sebagai obat untuk penyakit tuberkulosis, pemulihan kesehatan yang disebabkan oleh patogen, dan bermanfaat dalam pengaturan fungsi lambung dan limpa. 3. Kawasan Wisata Mandalika Mandalika menjadi sebutan untuk kawasan wisata yang terletak di Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Kawasan wisata ini memiliki luas sekitar hektar dan diresmikan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus KEK sejak tahun 2017. Mandalika dijadikan sebagai representatif tempat liburan di Lombok yang terdiri dari tujuh spot wisata alam. Sebut saja Pantai Kuta, Pantai Seger, Pantai Sereting, Bukit Merese, Pantai Tanjung Aan, Batu Payung, dan Pantai Gerupuk. Selain itu, ada juga destinasi rekreasi buatan manusia dan beragam fasilitas penginapan untuk para wisatawan dari luar kota. Baca juga Kisah Asal Mula Nagari Minangkabau dan Ulasannya, Bukti Kalau Kekerasaan Bukanlah Segalanya Cerita Rakyat Putri Mandalika dari NTB yang Menghibur Demikian ringkasan legenda Putri Mandalika yang bisa kami rangkum. Bagaimana? Apakah kamu tertarik untuk membagikan kisah tersebut kepada orang-orang tersayang? Jika tertarik dengan dongeng-dongeng keren lainnya, kamu bisa sering-sering mengunjungi PosKata. Beberapa di antaranya adalah cerita rakyat Mentiko Betuah, kisah Telaga Alam Banyu Batuah, dan legenda Putri Pukes. Selamat membaca! PenulisAulia DianPenulis yang suka membahas makeup dan entertainment. Lulusan Sastra Inggris dari Universitas Brawijaya ini sedang berusaha mewujudkan mimpi untuk bisa menguasai lebih dari tiga bahasa. EditorKhonita FitriSeorang penulis dan editor lulusan Universitas Diponegoro jurusan Bahasa Inggris. Passion terbesarnya adalah mempelajari berbagai bahasa asing. Selain bahasa, ambivert yang memiliki prinsip hidup "When there is a will, there's a way" untuk menikmati "hidangan" yang disuguhkan kehidupan ini juga menyukai musik instrumental, buku, genre thriller, dan misteri.
Baitusen dan Mai Lamah merupakan cerita rakyat riau yang sering dihubungkan dengan Legenda Pulau Sanua yang berada di Kepualauan Riau. Cerita rakyat daerah Riau ini merupakan cerita ketiga yang berasal dari daerah Riau yang kami posting di blog . Ceritanya sangat menarik untuk disimak. Selamat membaca. Cerita Rakyat dari Daerah Kepulauan Riau Baitusen dan Mai Lamah Cerita Rakyat dari Daerah Kepulauan Riau “Istriku, kita tak bisa terus tinggal di sini. Kita harus berani merantau jika ingin mengubah nasib,” kata Baitusen pada Mai Lamah. Baitusen dan Mai Lamah adalah sepasang suami-istri miskin yang tinggal di Natuna, Kepulauan Riau. Karena bosan hidup miskin, Baitusen ingin merantau, “Selagi muda, kita harus giat mencari uang,” katanya. Pilihan mereka jatuh ke Pulau Bunguran yang terkenal dengan kekayaan Iautnya. Mereka berharap bisa mengumpulkan kerang dan ikan untuk dijual. Sesampainya di Pulau Bunguran, Baitusen bekerja sebagai nelayan. Ia bekerja keras menangkap kerang, siput laut, dan ikan. Sedangkan Mai Lamah tiap hari mengusuri pantai untuk mengumpulkan kulit kerang dan siput, lalu dirangkai menjadi kalung dan gelang. Baitusen dan Mai Lamah senang tinggal di Pulau Bunguran. Penduduknya ramah. Kadang Mai Lamah bersama para ibu berkumpul dan mengobrol sambil membuat kalung dari kulit kerang. Hari berganti hari, kehidupan Baitusen dan Mai Lamah semakin membaik. Suatu hari, ketika sedang melaut, Baitusen menemukan lubuk teripang. Di dalamnya terdapat ribuan ekor teripang. “Wah, ini rezeki! Teripang- teripang ini mahal harganya, apalagi jika ku keringkan. Para saudagar dari Singapura dan China tentu mau membelinya dengan harga mahal,” katanya dengan senang. Sejak itu, Baitusen tak lagi mencari kerang dan ikan. Dari lubuk teripang temuannya, ia bisa menangkap banyak untuk dijual. Mai Lamah juga tak lagi mencari kulit kerang. Ia membantu suaminya mengeringkan teripang-teripang itu. Tak lama, teripang kering milik Baitusen tersohor sampai ke negeri tetangga. Banyak saudagar dari Singapura dan China datang untuk membeli. Para saudagar itu memanggil Mai Lamah “Nyonga May Lam”, sedangkan Baitusen dipanggil “Saudagar Teripang”. Dalam setahun, kehidupan Baitusen dan Mai Lamah berubah drastis. Mereka menjadi orang yang sangat kaya raya. Namun kekayaan mereka membuat perangai Mai Lamah berubah. Mai Lamah tak lagi berkumpul dan mengobrol bersama tetangganya. Pergaulannya dengan para saudagar itu membuatnya lupa diri. Nama Nyonya May Lam membuatnya berpenampilan beda. Ia menggunakan gincu, minyak wangi, dan bedak yang tebal. Perhiasan emas memenuhi leher dan tangannya. Jika tangannya digerakkan, maka gelangnya akan berbunyi “krincing… krincing….” Cerita Rakyat dari Daerah Kepulauan Riau Baitusen dan Mai Lamah “Mengapa ia tak mau lagi bergaul dengan kita?” tanya seorang tetangganya. “Entahlah. Mungkin penampilan kita yang jelek dan berbau anyir?” jawab tetangga yang lain. “Hei, bukankah ia dulu serupa dengan kita? Bahkan dulu ia lebih kumal dari kita?” seru yang lain. Begitulah para tetangga mulai memperbincangkan Mai Lamah. Suatu hari, seorang tetangga mengadakan hajatan. Semua orang diundang, tapi Mai Lamah tak datang. Tetangga itu kemudian mengantar nasi ke rumahnya, supaya Mai Lamah juga mencicipi hidangannya. “Apa ini?” tanya Mai Lamah ketika menerimanya. “Nasi hajatan, Mai Lamah. Lauknya ikan asin dan sambal. Ada juga sayur daun pepaya. Kau suka, bukan?” jawab tetangganya. “Suka? Hidangan semacam ini menjijikkan untukku. Coba, ciumlah bau ikan asin ini. Anyir sekali. Lekas kau bawa kembali nasimu ini. Aku tak sudi memakannya!” kata Mai Lamah sambil melemparkan bakul nasi itu. Si tetangga hanya tertegun mendengar perkataan Mai Lamah itu. Lain halnya dengan Baitusen. Ia tak berubah dan tetap sederhana. Ia selalu menasihati istrinya. “Istriku, rezeki itu datangnya dari Tuhan. Kau tak boleh sombong. Nanti Tuhan marah. Ingat, pertama kali kita datang ke pulau ini, bukankah tetangga-tetangga kita memperlakukanmu dengan baik?” nasihat Baitusen kepada istrinya. “Itu dulu, Bang. Sekarang ceritanya lain. Aku sudah menjadi istri seorang saudagar, tentu saja tak boleh bergaul dengan sembarang orang,” ketus Mai Lamah. Suatu hari, Baitusen mengumumkan kalau Mai Lamah hamil! Semenjak itu, perilaku Mai Lamah bukannya bertambah baik, tapi malah hertambah sombong. Ia gemar memamerkan perhiasan emas untuk colon bayinya, hadiah dari para saudagar China dan Singapura. Ketika Mak Semah, tetangganya yang seorang bidan menawarkan diri untuk memeriksa kehamilannya, Mai Lamah malah mencemoohnya. “Aku hanya akan memeriksakan kehamilanku pada tabib dari China. Mereka jauh lebih hebat darimu.” Mak Semah hanya bisa diam. “Rupanya wanita ini memang sudah benar-benar lupa diri,” pikirnya dalam hati. Tibalah saatnya Mai Lamah melahirkan. Siang itu perutnya terasa mulas sekali. Baitusan amat cemas. “Aduhh… aduhh… aku tak tahan lagi, Bang. Panggilkan tabib China di kapal saudagar Apeng yang berlabuh di dermaga,” teriak Mai Lamah. Malang bagi mereka, kapal Saudagar Apeng pulang lebih awal dari rencana semula. Baitusen kebingungan. Tiba-tiba ia teringat pada Mak Semah. “Maaf, Baitusen. Aku tak bisa menolong istrimu. Aku sudah pernah menawarkan jasaku padanya. Tapi ia malah menghinaku,” jawab Mak Semah. “Bawalah ia ke pulau seberang. Di sana ada bidan yang terkenal. Mungkin istrimu mau diperiksa olehnya,” kata Mak Semah lagi. Baitusen panik. Ia kembali ke rumah. Ia membujuk istrinya meminta maaf pada Mak Semah. “Apa? Minta maaf pada bidan kampung itu? Aku tak sudi! Antarkan saja aku ke pulau seberang,” kata Mai Lamah. Baitusen tak bisa memaksa istrinya. Dengan bersusah payah ia membopong istrinya ke perahu. Tiba-tiba Mai Lamah ingat sesuatu. “Bang, cepat kembali ke rumah. Bawalah peti harta kita. Aku takut jika para tetangga mencurinya,” katanya. “Tapi peti itu berat sekali. Bukankah kau menyimpan semua harta kita di dalamnya?” jawab Baitusen. “Justru karena itu Bang. Jika peti itu sampai hilang, habislah kita,” kata Mai Lamah lagi. Baitusen pun menuruti perintah istrinya. Baitusen mendayung perahunya sekuat tenaga. Perahu itu terasa berat. Apalagi, gelombang di lautan tinggi sekali. Perahu mulai oleng dan tenggelam. Mai Lamah berteriak-teriak melihat peti hartanya tenggelam. “Bang… selamatkan peti harta kita. Jangan sampai tenggelam, Bang!” Baitusen tak memedulikan hartanya. Baginya, keselamatan istrinya jauh lebih penting. Ia menarik tangan Mai Lamah dan terjun ke laut. Ia berusaha berenang sambil menarik istrinya menuju daratan. Tapi sayang, Baitusen tak mampu lagi menyelamatkan istrinya. Tiba- tiba petir menyambar-nyambar dan hujan turun sangat deras. Secepat kilat, petir itu menyambar tubuh Mai Lamah. Tubuhnya berubah menjadi batu yang berbadan dua. Batu itu makin lama makin besar, menyerupai sebuah pulau. Demikianlah akhir cerita Mai Lamah yang sombong itu. Pulau berbadan dua itu dikenal dengan nama Pulau Sanua yang berarti “satu tubuh berbadan dua”. Masyarakat meyakini bahwa burung layang-layang putih yang banyak terdapat di Kepulauan Riau itu berasal dari perhiasan emas Mai Lamah. Pesan moral dari Cerita Rakyat dari Daerah Kepulauan Riau untukmu adalah Janganlah menjadi orang yang sombong. Orang yang baik hati dan tidak sombong akan selalu dicintai oleh orang-orang di sekitarnya. Jika Adik-adik suka dengan legenda rakyat kali ini, jangan lupa baca kisah rakyat riau lainnya yaitu yaitu Cerita Rakyat Riau Legenda Dayang Kumunah dan Kumpulan Cerita Rakyat Daerah Riau.
cerita rakyat dari nusa laut