cerita ngesek paling hot

CeritaPanas 2017 Wiwid Gunawan dan Pengantar Makanan Yang Beruntung Paling Hot - Hallo sahabat CERITA PANAS TERBARU, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul Cerita Panas 2017 Wiwid Gunawan dan Pengantar Makanan Yang Beruntung Paling Hot , kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel Fiksi, yang CeritaPanas Tante Melinda Mama Temanku yang Binal - Setelah itu, saya segera menutup teleponnya seperti tidak ingin menyia-nyiakan waktu. Kemudian saya segera berlari ke kamar dan ganti baju, terus segera keluar rumah menuju rumah Tante Melinda, karena dari rumahku ke rumah Tante Melinda memerlukan waktu sekitar 15 menit jalan kaki. Dantiba-tiba Firman memegang penisnya dan menggesek-gesekkan di belahan bibir vaginaku beberapa kali dan kemudian dia mulai menekan ke dalam serta, "Blees", terasa dengan mudahnya penisnya masuk ke dalam lubang vaginaku dan aku terkaget bersamaan penis masuk kedalam vaginaku. "Aaww Aww Firmann.. KumpulanCerita Hot 21+ - Perkenalkan gua Steve. Langsung aja. Waktu itu gua berumur 18 tahun dan kuliah semester 1. Gua asalnya dari Jakarta dan kuliah di Kota Padang, kota syariah. Kayak anak kos biasanya, awal ngekos di kota ini gua dapat kos-kosan yg gak nyaman. Tempatnya Read More Postingan Lama → Beranda Tempattinggal adikku dan keluarganya di perkebunan jauh dari keramaian. Rumah yang mereka tinggali cukup besar dan halamannya juga sangat luas. Rumah itu adalah peninggalan zaman Belanda dulu, sehingga bangunannya antik dan kokoh. Seperti umumnya rumah staf perkebunan, selalu memiliki halaman yang amat luas. Danke Dass Wir Dich Kennenlernen Durften. Cerita Sex Terbaru, Cerita Dewasa, Cerita Mesum – Setelah sebelumnya ada Cerita Mahasiswa Selingkuh dengan Dosen, kini ada cerita seks bergambar Cerita Hot Dosen Ngentot Mantan Mahasiswi. selamat membaca. sebuah cerita hot dosen ngentot dengan mantan mahasiswinya. Walaupun sang mahasiswi sudah menikah, namun kontol dan goyangan si dosen tak pernah ia lupakan hingga selalu berhubungan walaupun sudah lulus. Dan, Ia pun membagi si dosen tersebut kepada temannya yang kesepian. Simak cerita lengkapnya berikut ini! Aku Sintia, aku baru aja nikah. Cuma gambaran tentang nikah dan kenyataannya beda banget kaya semar dan arjuna. Terbayang nikmatnya kalo diranjang dengan suami hampir gak pernah aku rasakan, memang si belon setaon aku nikah. Aku nikah dengan lelaki mapan, punya segalanya rumah, kendaraan buat aku juga, peralatan rumah modern dan lengkap. Yang kurang adalah aktivitas ranjangnya, maklum suamiku sangat workaholik, sehingga aku jadi istrinya yang kesekian. Istri pertama, kedua, kedtiga dst ya kerjaan lah. Kadang weekend pun dia kerja, seringnya keluar kota. Kalo ada dirumah, kerja ampe tengah malem, aku dah ngantuk dan ketika naek ranjang dia dah letoy, sehingga jaranglah aku dicolek2. Ya mo bilang apa, dari segi materi terpenuhi tapi segi yang satunya lagi enggak. Memang nasib ya kalo milih suami lelaki yang dah mapan dan workaholik pula. Aku slesai sekolah langsung nikah, kenal suamiku juga gak lama, sehingga pacaran bentar langsung dilamar dan dijadiin istri deh. Aku punya temen Nina, temen akrab waktu kuliah, sampe sekarang. Aku sering curhat ma Nina, tapi ya Nina gak bisa kasi jalan keluar apa2, cuma menjadi pendengar yang baek aja. Ya mendinglah bisa curhat biar gak da solusinya, katimbang dipendem diati, bisa depresi lama2. Nina blon nikah api pengalaman ranjangnya banyak banget, dari mantan2 cowoknya. Satu weekend, seperti biasa aku jadi bujangan lagi karena suami dah ngilang kluar kota, aku call Nina. Heran juga lama baru diangkat hapenya. “Halo”, kedengaran suara Nina serak. “Kamu sakit Nin”. “Enggak kok”. “Kok serak gitu”. “iya neh, kebanyakan triak2 kali”. “Ngapain triak2, ikut demo ya”. “Iya demo kenikmatan”. Aku gak ngerti juntrungan omongannya yang terakhir tapi aku gak nanya lebi lanjut, mungkin ada hubungannya dengan aktivitas ranjang. “Kamu kesepian ya, ketempatku aja, ntar ikutan demo”. “Aku ganggu gak, kan kamu lagi bernikmat ria”. Dia cuma tertawa, “Gak kok, kan bisa di share”. “Oke deh aku ke rumahmu ya”. “Aku tunggu ya”. Segera aku meninggalkan rumah, meluncur dengan mobi yang kusetri ndiri. enaknya punya suami mapan diluar ranjang, ya semua dah tersedia, termasuk mobil, biar gak mewah juga. Sesampe dirumah Nina, kulihat Nina masi acak2an, rambut gak disisir, dia uma pake t shirt gombrong panjang, sehingga kaya rok super mini. “Blon mandi? Tumben, biasanya pagi2 dah rapi”. “Masi asik, jadi males mandi, masuk deh”. Aku duduk dimeja makan, dia lagi sarapan, “Mo ngikut sarapan?” “Aku dah sarapan dirumah”. Kita ngobrol santai ja, tiba2 keluar seorang lelaki dari kamar Nina, cuma pake celana pendek aja, bertelanjang dada. . Aku kaget ngeliatnya, ternyata bapak mantan dosen. memang si pak dosen itu terkenal pemburu mahasiswi di kampus, banyak mahasiswi yang jadi temen kencannya. Orangnya si ganteng, atletis dengan dada yang bidang, dan mata kuliahnya sulit lulusnya, sehingga banyak mahasiswi yang menggadekan badannya dengan tukeran nilai di katrol tanpa susah2 lagi. Kayanya Nina langganannya juga neh, ampe dah lulus masi ja pengen dipatil ma kont0l si bapak. Si bapak biasa ja melihat ada aku. “Kamu Sintia kan”. “Ya pak, pa kabar, kok bisanya ada dimari”. “Ya bisalah, saling berbagi ma Nina kan”. Aku tertawa, aku ngerti sekarang, rupanya Nina triak2 saking nikmatnya dientot si bapak, sampe serak gitu. “Sintia ngeganggu bapak gak nih”. “Sama sekali enggak, mau join? Katanya jablay”. Wah Nina ember juga ke si bapak. “Kalo jablay, aku gak tersinggung kok kalo disuru membelai kamu”. “Membelai Nikmat Sin”, Nina nimbrung. Si bapak, ikutan duduk dan sarapan bareng Nina. Aku agak risih karena mereka suap2an didepanku. “Kamu mo aku suapin juga Sin”, tanya si bapak sambil tertawa. Aku cuman ngegeleng ja. Abis makan, Nina ngajakin aku duduk di sofa, dia tetep ja gak mandi. “Ada bokep asik Sin, mo liat gak”. Nina langsung memutar dvdnya, ternyata bokep lesbian, jepang. Ah uh nya seru juga. Aku gak pernah liat bokep lesbian, tapi ini seru juga, mereka pake dildo yang kedua ujungnya berbentuk palkon, panjang dan gede, ujung satunya masuk mem3k cewek pertama yang satunya terbenam di memek cewek kedua, mreka saling tindihan, yang diatas ngegenjotkan dildonya kluar masuk mem3k cewek yang dibawahnya, yang langsung ber ah uh ria, kaya lelaki prempuan ja. Si bapak ikutan nonton, duduk diseberang kami berdua. Nina mulai iseng, dia mngelus tokedku. Aku risih dan menerpis tangannya, dia malah mengelus pahaku yang hanya tertutup rok mini, aku jadi menggelinjang dielus gitu, berahiku mulai timbul juga, pertama akibat bokep yang seru banget dan ditambah elusan tangan nanakl Nina di toked dan pahaku. Nia makin agresif mengelus badanku. Aku malah diciumnya di bibir dengan penuh nafsu. Kembali sensasi menakjubkan itu kurasakan, nafasku mulai menjadi semakin tidak karuan, aku sudah tidak tahan lagi, langsung saja kuremas kedua tokednya. Nina gak pake apa2 dibalik tshirt gombrongnya. Dua segera melepaskan t shirtnya sehingga langsung bertelanjang bulat. Dia menaruh tanganku di tokednya, yang langsung kuremas dengan gemas, besar dan kenceng, lebih besar dari tokedku malah, sambil sesekali kuhisap, berkali-kali ia menjerit lirih. “Ohh.. mm.. uuouugh.. Sin.. uuhh..”jeritnya tertahan. Desahannya itu semakin membuatku kehilangan akal, tanpa pikir panjang kumasukkan jariku ke dalam liang memeknya, dan.. “Bles..” terasa liang memeknya masih rapat. Sesaat dia ingin mengatakan sesuatu tapi dengan cepat aku langsung membungkam mulutnya dengan bibirku. Aku heran juga kok bisanya aku ngeladenin permaenan Nina, padahal gak pernah terpikir sebelumnya aku bakan gelut ma sesama prempuan. Hebat banget pengaruh bokep itu ya. Si bapak hanya senyum2 ja melihat ulah kami berdua. Dia asik nonton kami berdua, bokepnya dia matikan. “Sin diranjang aja yuk”, Nina bangkit dan menyeretku ke kamarnya. Dia segera melepaskan t-shirt yang kukenakan, terpampanglah dua gundukan indahku terbalut BH putih berenda. Kami berpandangan, kemudian dia mengecup bibirku, dan aku diseretnya keranjangnya, si bapak juga ikut ke kamar Nina. Sprei sangat acak2an, abis bertempur dahsyat rupanya Nina dan si bapak. Nina kayanya bisex, makanya mau gelut ma aku juga. “Sin, bodi kamu asik banget, proporsional ukurannya, tu jembut kamu lebat gitu, napsunya gede ya. Tersiksa banget kalo jablay padahal napsunya gede”, kata si bapak memuji tubuhku. Aku hanya diam saja. Nina berbaring di sampingku, dibelainya rambutku dengan lembut, dikecupnya keningku, bibirku, kemudian lidahnya mulai menelusuri tubuhku, diciumnya dadaku, pagutan demi pagutan membuat aku kegelian. Pentilku tegak berdiri karena aku sudah sangat terangsang. Dijilati pentilku satu persatu. “Oooh..!” aku mendesah kegelian, dia pun mulai menghisap pentilku yang sebelah kanan sedang yang kiri dipilin-pilinnya dengan kedua jarinya. Aku makin mendesah, memejamkan mata sambil menggigit bibir, berusaha menahan gairah yang begitu menggelora. Bibir kami pun bertemu, saling melumat, lidah kami saling berpilin, dada kami saling bergesekan. Nina sudah tidak sabar lagi, ia mulai melepas rok mini beserta cd yang aku pake. Kini kami berdua sama-sama telanjang bulat, kami mulai bergumul di atas ranjang, berguling-guling ke sana kemari. Bibirnya terus melumat bibirku, nafasku makin tidak teratur, Dia menindih tubuhku sembari jarinya mengobok-obok memekku. Kedua jarinya berusaha mencari titik G-spotku, sampai akhirnya dia menemukannya, kemudian ditekannya dengan jarinya. Beberapa saat kemudian aku mulai menggeliat-geliat, kedua kaki kulingkarkan ke pinggangnya, tubuhku mulai mengejang, bahkan pantatku sampai terangkat. Tubuhku makin mengejang dengan hebat sampai-sampai aku memejamkan mata. tangannya yang satu lagi meremas pantatku dengan kuat, tubuhku semakin mengejang-ngejang. “Ooohh.. oughh.. aahh.. Nin.. aku mau keluar nihh.. oohh..” aku mendesah dengan keras. aku merasakan cairan hangat keluar dari memekku. Tak lama kemudian aku pun mencapai orgasme, tubuhku mengejang dengan hebat, seolah-olah ada yang meledak dalam tubuhku. Aku terkulai lemas dalam pelukannya, dia tersenyum kepadaku, “Nikmat Sin?” aku hanya mengangguk lemes. “Terusin ma si bapak ya, katanya pengen nikmat”, katanya lagi sambil bangkit dari ranjang, sementara aku masi terkapar di ranjang. Nina menghilang gak tau kemana, aku si gak perduli ma Nina lagi, ngebayang kenikmatan yang bakal menerkamku waktu si bapak ngentotin aku. Si bapak segera memposisikan badannya diseebelahku tanpa menunggu persetujuanku lagi. Dia mengambil posisi memiringkan tubuh ke kanan menghadapku. Dia mulai aktif menciumi seluruh wajah, tengkuk, belakang telinga, leher, terus turun ke bawah, toked kiriku diisap-isapnya, sementara yang kanan dipilin-pilinnya lembut. Rangsangan ini segera membangkitkan birahiku. Mulutnya bergerak kagi ke bawah, ke arah pusar, dijilatinya dan ditiupnya lembut, kembali aku mendesah-mendesis nikmat, sambil jari tangannya mengobok-obok lembut lubang memekku, mengenai itilku, menimbulkan kenikmatan yang hebaaaat, kukejangkan seluruh tubuhku, sampai pingganggku tertekuk ke atas, serrrrrr…. kubasahi tangannya yang lembut dengan semburan cairan hangat yang cukup deras dari memekku. Cuman dielus aja aku bisa klimax lagi, tangannya sakti amir nih. “Pak, masukkan sekarang, Sintia udah nggak tahaaaannnn……”, pintaku manja tanpa rasa malu lagi. Tetap dengan posisi miring-berhadapan, kubuka selangkanganku tinggi-tinggi, kugenggam kontolnya dan kusorongkan lembut ke lubang memekku. “aaaaahhhhhh…….” lenguhanku kembali terdengar lebih seru. Terasa sekali ada benda bulat panjang yang keras banget menerobos masuk memekku. Sensasinya luar biasa, rasanya memekku penuh keisi kontolnya yang lumayan gede itu, palagi dia mulai menekan pelan sehingga ambles makin dalam. Kontolnya baru masuk setengahnya dalam memekku, dimajukannya lagi kontolnya, dan kumajukan pula memekku menyambut sodokannya yang mantap-perkasa. “Paaak… maju-mundurnya barengan, ya…..”, ajakku. Kami maju dan mundur bersamaan tanpa perlu diberi aba-aba, rasanya lebih enak dibandingkan pria di atas wanita di bawah. Kulihat si bapak merem-melek, demikian juga dengan diriku, kontolnya dengan irama teratur terus menghujam-mantap berirama di dalam liang memekku yang terasa sempit kemasukan kontolnya yang lumayan besar. Terasa sekali gesekan kontolnya ke dinding memekku, luar biasa nikmatnya. Baru kali ini aku merasakan nikmatnya dientot. Memekku mulai tersedut-sedut lagi, tanda akan mengeluarkan semburan hangatnya. “Aduuuuhhhh, paaaak, enaaaaakkkkkkk……..”, aku agak berteriak sambil mendesis. Dia belum muncrat, luar biasa kuatnya. “Ganti gaya, ya Sin, aku cabut dulu sebentar”, ajaknya sambil memutar tubuhku, tetap pada posisi miring membelakanginya. Dia memelukku kuat dari belakang, sambil meremas lembut kedua tokedku, kuangkat kakiku sebelah, dan kuhantar lagi kontolnya memasuki memekku……“aaaaaaaaahhhhhhhhhhh …. enak, paaak……., gesekannya lebih terasa dari yang tadiiiiii…..” aku mendesah nikmat…..Kali ini aku hanya diam, sedang dia yang lebih aktif memaju-mundurkan kontolnya yang belum muncrat-muncrat juga pejunya. Sudah hampir satu jam dengan dua gaya ini, “Sin, aku mo ngecret, didalem ya”. “Ya pak, muncratin didalem aja, biar lebih nikmat lagi”. Dia semakin mempercepat irama maju-mundurnya, dan “Aaah, aaah, aaahh….” dia mendesah sambil mengeluarkan pejunya dengan tembakan yang kuat-tajam-kental bagai melabrak seluruh dinding rahimku, setrumnya kembali menyengat seluruh kujur tubuhku. “Aaaaaaaa………” aku berteriak panjaaaanng sambil kusemburkan juga air memekku. Tenagaku benar-benar seperti terkuras, tanpa melepaskan pelukan dan juga kontolnya, masih dengan posisi miring, kami terdiam lagi beberapa menit… sampai semua getaran mereda. “Sin, dah lama banget aku pengen ngentotin kamu, sejak kamu masi kuliah, tapi gak pernah kesampean. Nina aja sampe ketagihan ngent0t ma aku, sampe sekarang masi sering minta aku ent0t. NIkmat gak Sin”. “Nikmat banget pak, bapak kuat banget si ngentotnya, Sintia bisa berkali2 klimax bapak baru ngecret. Mo lagi ya pak”. “Tu kan, apa aku bilang, prempuan yang jembutnya lebat mana puas cuma sekali maen”. “Mandi bareng, yok” ajaknya. Dicabutnya kontolnya dari lobang memekku yang sudah kering, aduuuhhhh enaknya. Aku pun segera bangun. Dia menarik tanganku, aku bangkit dan dipeluknya. Aku di ciumnya sambil menggelitiki toked dan memekku, kembali birahiku naik. Sampai di bawah kran pancuran air hangat, kami berdua berpelukan, berciuman, merangkul kuat. Dengan posisi berdiri kembali kontolnya mengeras bagai batu, segera kurenggut dan kugenggam dan kumasukkan lagi ke memekku. Staminanya kuat banget ya, gak tau deh semalem brapa ronde dia ngentotin Nina, skarang baru ja ngecret di memekku dah ngaceng lagi, keras banget. Dengan tubuh basah disiram air hangat dari pancuran, dan tetap dengan berdiri, kami ngent0t lagi. Dia kembali menggerakkan kontolnya maju-mundur, sementara aku bagai menggelepar memeluk erat tubuhnya yang perkasa. “Pak, sabunan dulu, ya”, tanpa melepaskan kontolnya dari memekku, kami saling menyabuni tubuh kami, khususnya di bagian-bagian yang peka-rangsangan. “Lepas dulu, ya Sin, aku ambilkan handuk dulu”, dia melepaskan tusukannya, menuju lemari pakaian Nina, dan diambilnya dua handuk baru, satu untukku satu untuknya. Selesai handukan, aku bermaksud mengambil pakeanku karena kupikir aktivitas hari ini sudah selesai. “Eiittt, tunggu dulu, kontolku masih keras nih, kudu dibenamkan lagi di memek kamu sampe aku ngecret lagi.” Gila, mau berapa kali aku orgasme hari ini. kuhitung-hitung sudah 12 kali aku menyemburkan air memek sedari tadi dikilik ma Nina. Aku mengambil posisi sederhana, terlentang menantang biar dia bisa menindihku dari atas. Kami ngent0t lagi sebagai hidangan penutup dengan “Gaya Sederhana” mot. Dia terus menggoyang kontolnya maju-mundur. Kembali aku akan mencapai puncak lagi, sedang dia masih terus dengan mantapnya maju-mundur begitu kuat. “Pak, Sintia sudah mau keluar lagiiiiii……”, kukejangkan kedua kakiku dan sekujur tubuhku. “Sin, aku juga mau keluar sekarang……”, dalam waktu bersamaan kami saling menyemprotkan dan memuncratkan cairan kenikmatan kami masing-masing. “Enaaak, paak…….” “Puaas, Sin……….” Dia langsung ambruk di atas tubuhku. “Hari ini adalah hari yang paling luar-biasa dalam hidup Sintia pak, kayaknya Sintia gak bakalan lupa deh, makasi ya pak”. “Kalo kamu mau lagi, call aja, kita bikin janjian berdua aja, mau dimana terserah”, katanya sambil mencium lembut bibirku. Kupakai pakeanku, kukecup lagi kedua pipi dan bibirnya, segera aku lari menuju kamar mandi, membersihkan pejunya yang masih menetes dari lubang memekku yang agak bonyok. Kukenakan cd, beha, rok mini, dan t shirtku lagi. rambut kusisir rapi lalu aku keluar kamar. Nina gak kliatan, aku gak tau dia dimana, ya udah aku balik aja kerumahku dengan penuh rasa nikmat. Kebayar rasanya kenikmatan yang gak kudapet dari suamiku. Kapan2 pasti aku akan mengulangi dengan si bapak, seperti tawarannya tadi. by Cerita Sex Terbaru – Cerita Seks Mesum, Cerita Dewasa Terbaru, Cerita Hot Ngentot. Cerita Sex – setelah sebelumnya ada kisah Ayu, Gadis ABG Cantik Berlubang Memek Sempit, kini ada cerita Pengalaman Diajak Ngeseks Sama Pacar Di Rumahku. selamat membaca dan menikmati sajian khusus bacaan terbaru cerita sex bergambar yang hot dan di jamin seru meningkatkan nafsu birahi seks ngentot. Dulu waktu aku duduk dibangku sekolah SMA aku berpacaran dengan gadis yang satu sma denganku, nama pacarku Lisa. Dia orangnya cantik, supel, pinter, dan mempunyai tubuh yang seksi serta mulus dengan ukuran BH 36b. sungguh ukuran payudara yang besar untuk seorang gadis remaja. Aku berpacaran dengan Lisa kurang lebih selama 6 bulan. Aku suka bertukar pikiran dengan Lisa tentang berbagai macam hal termasuk hal yang berbau sex. Karena pengetahuan sex ku cukup luas jadi aku bisa menjelaskan bermacam-macam istilah, Posisi, serta tempat-tempat dimana kegiatan bejat itu nikmat untuk dilakukan karena aku sering nonton film xxx dan membaca buku-buku tentang sex. Pada suatu hari pacarku Lisa aku ajak ke rumahku. Kebetulan saat itu sekolah baru saja selesai mengadakan ujian akhir. Aku bertanya. “Lisa kamu tidak ke rumah ku sekedar mengobrol”. Lisa menjawab “aku mau-mau saja kalau di rumah kamu tidak ada orang”. Aku langsung curiga ketika Lisa berkata seperti itu. Kebetulan rumahku siang ini lagi kosong karena semua keluargaku sedang ada undangan ke pernikahan saudara di sukabumi. Jadi di rumahku cuma ada pembantuku saja. Lalu aku membalas “Ya sudah kita berangkat sekarang aja ke rumahku”. Tiba di rumahku aku langsung mengajak dia ke kamarku yang terletak di lantai atas. Aku menghidupkan komputerku dulu untuk memutar lagu dari winamp. Sedang pacarku Lisa ke kamar mandi untuk ganti baju. Ketika dia keluar dari kamar mandi aku terkejut melihat pakaian yang di pakai oleh pacarku Lisa itu. Dengan tank top berwarna hitam dipadu dengan jaket tipis dan celana jeans. Aku bertanya kepada Lisa “Tumben banget kamu pake baju yang sedikit terbuka?”. Dia cuma tersenyum dan duduk di pahaku. Aku langsung terangsang ketika Lisa duduk dipangkuanku dengan pakain yang seperti itu dan harum tubuhnya menggelitik bulu hidungku. Aku berbasa basi “ Ris jaketnya dilepas aja kan cuma aku yang bisa ngeliat kamu”. Dibukalah jaket itu dan mulai terlihat tubuh sintal berwarna kecoklatan itu. Langsung saja aku menyium leher belakangnya. Lalu aku tiup dan jilat telinganya. Aku rasa dia juga sudah terangsang dengan perbuatanku itu. Dia berbalik badan kearahku sehingga wajahku bertatapan dengan wajahnya. Dia berkata “iihh geli tau digituin”. Aku cuma tersenyum saja. Aku lalu mencium bibirnya yang merah dan tipis. Ternyata dia membalas ciumanku. Lalu aku bersilat lidah dengannya. Ternyata walau dia baru pertama kali berciuman tapi sudah mahir mengikuti irama permainan bibirku. Mungkin karena sering aku jelaskan panjang lebar tentang hal itu. hehe… Selama kurang lebih lima menit itu aku melakukan french kiss dengan dia diatas bangku. Dia tampaknya kurang puas hanya dengan french kiss. Lalu dia bertanya menantangku sambil digesek gesekannya pantatnya tepat diatas penisku “katanya kamu mahir dalam sex coba kamu bikin aku terkesan dengan permainanmu ?” Penis ku langsung mengeras dan tegang seketika. Aku ajak saja dia ke ranjang. Dengan posisi tiduran saling berhadapan kami melakukan french kiss lagi tapi kali ini disertai dengan tangan-tanganku yang bergerilya mulai dari tubuh bagian atasnya. Terdengar bunyi air liur dan kecupan kedua bibir kami. Perlahan aku turunkan tali tanktop itu agar terlihat buah dadanya. Tapi dia menghentikan permainan sebentar lalu bertanya sambil bercanda “eits mau liat buah dadaku?” Aku mengiyakan pertanyaan Lisa. Terbukalah bagian atas tubuh Lisa dengan buah dada yang masih padat dan kenyal. Sambil melalukan french kiss aku memainkan buah dada nya dengan meremas-remas dan memilin-milin puting susu buah dada pacarku dengan kedua tanganku. Dia tampak sedikit sakit tapi nikmat dengan perbuatanku itu. Lalu aku menjilati dan menggigit puting buah dada nya. Lagi-lagi dia tampak enjoy tanpa berbuat apa-apa selain mengerang nikmat “Oohh nikmat Win, terusin aja yah”. Karena dia tampak mulai nikmat tanganku mulai menggerayangi bagian bawah tubuhnya sembari menjialati buah dada nya. Karena Lisa menggunakan celana jeans aku susah menyelipkan jari-jariku ke dalam lubang memeknya. Permainan berhenti sejenak. Aku bertanya “Kamu yakin nggak mau melepas gelar perawanmu padaku ? Kalo mau kita berdua bugil ?” Dia mengangguk pertanda dia mau. Akhirnya kami melepaskan pakaian kami dan kami saling memandang mengagumi tubuh kami masing-masing. Lisa dengan tubuhnya yang bohay dan aku yang tubuhnya sedikit gemuk dan putih. Kami kembali ke ranjang untuk melanjutkan pertempuran. Kami melakukan kissing lagi sembari tanganku bermain di lubang memek dan buah dadanya. Aku masukkan kedua jari tangan kananku ke lubang memeknya dan cairan hangat terasa di dalam memeknya. Aku mengocok sembari memborbardir memek Lisa dengan kedua jariku itu. Dia terasa lebih nikmat kali ini walau hanya mendesis tidak bersuara. Tapi skarang Lisa sudah berani memegang penisku walau tak begitu besar. Lalu aku berkata “ehh say kita ganti posisi aja yuk jadi posisi 69 ?” Lisa mengangguk lagi. Kami akhirnya ganti posisi dan wah terlihat jelas memek Lisa yang masih sempit dan harum ditutupi bulu-bulu kemaluanya yang lebat. Aku menjilati sambil memainkan jariku di memeknya sedangkan Lisa mengulum penisku dibawah. Aku gigit sesekali bibir memeknya dan Lisa pun membalas dengan menggigit penisku. “auuuwww sakit Win tapi nikmat de…. ooohh… Win terusin…. oohhhh!!!” Tiba-tiba cairan hangat dari memek Lisa keluar karena reflek aku telan cairan itu saking nikmatnya di sepong. Penisku juga menjadi santapan yang lezat bagi Lisa. Lisa mengulum dan mengocok penisku seperti seorang ahli sex. Mantab rasanya. Selama setengah jam kami melakukan posisi 69 Lisa berucap “Win aku pengen nyoba dimasukkin dong.” aku bersemangat sekali Lisa berkata seperti itu. Aku langsung mengangkat Lisa keatas tubuhku dan menempatkan memeknya tepat diatas penisku. Walau agak licin tapi penisku langsung masuk di lubang memeknya. Lisa menjerit kesakitan “aauwww perih Win… kamu apain nie ?” aku menjawab “tenang kan baru pertama kali jadi agak susah masuknya.” Lisa hanya mendesis lagi sedang aku menambah kecepatanku naik turun sembari meremas-remas buah dadanya. “oohhh ahh uuuchhch ihh sakit sakit… nikmattt…. oooohhhhh…” Lisa sudah tampak lemas. Aku ubah posisiku dengan posisi tubuh Lisa menungging dan aku berada diatasnya. Lagi-lagi aku mengatur kecepatanku agar stabil. Lisa hanya menjerit dan nikmat. Lalu aku bertanya “kamu udah mau orgasme belum ?” Lisa menjawab “bentar lagi nih kayaknya mau keluar.” Aku langsung mengantisipasi hal itu. Aku ajak Lisa duduk saling berhadapan masih dengan penisku yang berada didalam memek. Dengan begini kan pasti lebih nikmat jelasku. Karena dia sudah mau keluar aku percepat saja gerakanku. Sambil ciuman dan tanganku yang meremas buah dadanya aku terus mempercepat gerakanku. “oohhh Win… ohhh yeah… terussss Win…”, kata Lisa. Lalu aku merasakan memek Lisa seperti menyempit dan ada cairan hangat yang menyentuh penisku. “aduuhhhh aku keluar juga deh Win akhirnya”, kata Lisa. Aku hanya mengiyakan dan melanjutkan permainan panas kami. Setelah beberapa lama kami bermain posisi itu kami ganti posisi lagi. Kali ini dengan tubuh Lisa yang terbaring dibawah karena lemas dan aku berada diatas. Kaki aku menekuk dan kaki Lisa di pundakku sehingga lubang memek Lisa terbuka. Aku coblos lagi memek Lisa “oooohhhhhh oooooooohhhhhh nniiiikkkkmmaaatttt yeaaaaah…..”Aku tarik ulur penisku pelan-pelan karena aku melihat muka Lisa yang sudah terkulai lemas tak berdaya. Aku kasihan sama Lisa karena ini adalah pengalaman pertamanya. Jadi kupikir akan kuhentikan saja permainanku ini. Kan masih ada hari esok pikirku. Karena aku belum keluar aku menyuruh Lisa mengulum dan mengocok penisku. Beberapa menit kemudian air kenikmatanku akhirnya keluar di dalam mulut Lisa. “mantab kamu Ris…”, pujiku. Kami berdua akhirnya terkapar lemas dan tertidur lelap selepas melakukan perbuatan bejad itu dengan tubuh kami berdua yang masih bugil. Tak terasa hari sudah menjelang maghrib, kami berdua terbangun dengan tubuh yang masih bugil dan mandi berdua. Setelah itu aku mengantarnya pulang ke rumahnya tepat sebelum keluargaku datang. Memang permainan itu merupakan pengalaman pertama bagi Lisa tapi tidak bagi aku. Setelah kejadian itu permainan Lisa sekarang sudah mengalami kemajuan, kami sering ngesex di rumahnya atau di mobil dalam waktu perjalanan pulang. tamat Pengalaman Diajak Ngeseks Sama Pacar Di Rumahku by – Cerita Dewasa, Cerita Seks Hot, Cerita Mesum, Cerita ngewe, Cerita Panas, Cerita Ngentot, Kisah Pengalaman Seks, Cerita Porno, Cerita Bokep indo. Hai guysss... kali ini Cerita Hot 88 akan memberikan Cerita Dewasa Ngeseks dengan gadis desa – berikut disimak cerita seks dewasa terbaru ngentot dengan cewek abg namanya Endah. Endah adalah seorang gadis desa yang lugu dan akhirnya di entot yang membuatnya saja kita masuk ke cerita yuk... Perkenalkan namaku Imuz. Usiaku sekarang 27 tahun. Ceita Ini terjadi kurang lebih 10 tahun yang lalu. Saat itu aku tengah duduk di klas 2 SMA di suatu Kota X. Sebenarnya sih bukan kota karena aku hidup di kampung yang suasananya adem nyaman dan udaranya masih segar. Perumahan di kampung ku belum serame sekarang. Saat itu masih jarang karena penduduk desa ku masih dikit. Jarak antar rumah juga gak terlalu rapat jadi memungkinkan menanam tanaman untuk kebutuhan sehari2 diantara perumahan itu. Setiap hari aku selalu merawat tanaman itu karena selain suka juga tanaman itu enak diliat. Diseberang kebun ku itu ada sebuah rumah kayu. Disana hidup keluarga dengan dengan jumlah anak 7 orang lumayan banyak sihh karena daerahku suhunya lumayan dingin jadi rata2 tiap keluarga punya anak banyak. tau kan kenapa hehehe. Waktu aku di kebun di pagi hari ku liat di teras rumah tetanggaku itu duduk seorang gadis yang usia nya 2 tahun lebih muda dari aku.. dia anak ketiga dari keluarga itu. Nama dia Endah parasnya menarik… kulit nya putih, boddinya bagus, pantat nya bohay, lehernya jenjang bibir tipis, betis nya indah tapi yang aku suka dadanya yang lumayan untuk gadis seusia dia.. Endah lagi asyik membaca buku entah buku apa aku tidak tau. aku cuek aja soalnya asyik metikin cabe. Waktu itu Endah lagi asik di teras rumah nya. sementara aku masih di kebun. Setelah aku agak capek dikebun aku ingin berteduh timbul ideku ingin becandain Endah. niat nya seh pengen ngagetin Endah. mang sehari2 aku sering becanda sama Endah karena udah lumayan deket seh. sebelum aku nyamperin Endah gak lupa aku petik bunga mawar dulu… Sambil mengendap-endap mendekati Endah biar g ketahuan aku berjalan pelan2. setelah sampai di dekat Endah… aku langsung menutup matanya dari belakang. Endah kaget hampir aja Endah teriak.. tapi buru2 ku tutup mulut nya. Sontak dia langsung menoleh ke arah ku. " eh abang ngagetin Endah aja…jahat deh " rengeknya dengan manja…. saat itu wajah nya deket banget dengan wajah ku. aku jadi gugup dibuat nya. baru pertama kali aku sedekat itu dengan ce…. pikiran ku g karuan… tapi untuk saja aku bisa ngatasin keadaan… langsung aja aku selipin mawar yang ku ambil di kebun ke telinga nya. " ih abang pake bawa bungaan segala… makasih yah abang" kata Endah… " ya sama2 nin kamu cantik banget sih hari ini" sahut ku. Oh ya waktu itu Endah pakai kemeja kotak dengan celana pendek…. tanpa basa-basi ku duduk disamping nya… "lagi apa nin? tumben sendirian?" sapa ku "sapa bilang sendirian kan ada abg" protes Endah…. "oh iya Endah hehe" sambil ku cubit hidung nya…. Endah cuma manyun aja……. "lagi baca apaan sih serius banget" sapa ku " ini bang Endah lagi belajar buat ujian" jawab nya Endah sibuk bahas pelajaran nya sementara aku cuma bisa nyuri pandang tubuh Endah… napa aku baru nyadar ada cewek se molek ini yang selama ini sering becanda dengan ku tapi ku g pernah merasa seperti ini. ku hanya bisa memangdang betis nya yang mulus. Cerita Dewasa Ngeseks Dengan Gadis Desa di Kampungku "bang Endah boleh minta tolong gak?" ujar Endah memecah suasana…… "minta tolong apa Endah?" jawab ku "kemaren Endah liat bunga angrek di blakang rumah bagus deh bagi bunga nya…..tapi Endah ngak bisa naik buat ngambil nya abang bisa tolongin Endah gak buat ngambil nya?" rengek Endah sambil rangkul lenganku gak sengaja lenganku menyentuh dada Endah yang aduhai kontan saja aku kaget tapi ku diamin aja tanganku disana.. enak seh…. "Endah suka angreknya? tinggi gak…? tanya qu. "lumayan tinggi sih emangnya kenapa?" tanya Endah… "kalo agak tinggi gimana kalo Endah yang ambil tapi abang pegangin Endah…?’ usul ku.. "boleh juga sih tapi pegangin Endah yah? Endah takut jatuh nih?" kata Endah gak sengaja lenganku nekan toketnya lagi rasanya edanku baru sekali ini ngerasain. Tapi karena Endah masih lugu dia gak nyadar kalo dadanya nyentuh lenganku… " bentar yah abang lagi capek nih" sambil ku tekan lagi dada na.. "Ayo sekarang aja bang Endah suka banget sama anggreknya bang…" rengek Endah.. " ya udah kita ambil" ajakku. Sesampai di belakang rumah Endah nunjukin ke aku letak angrek itu. langsung aja ku suruh Endah buat naik tentunya kupegangin biar gak jatuh. " gimana cara buat naik neh bang?" kata Endah "kamu naik biar abang pegangin" perintah ku pada Endah. Sontak aja Endah langsung naik langsung kupegangin tangan Endah…buat gampang naik ke dahan yang paling bawah…. setelah Endah sampai di dahan pohon biar Endah gak jatuh aku nahan punggung Endah dengan tangan ku. Saking semangat nya Endah malah berdiri di dahan itu sehingga tangan ku pas dipantat Endah karena takut Endah jatuh gak sengaka tangan ku ngerepas pantat Endah. " ihh abang becanda deh kok pantat Endah di remas…?" "geli tau bang" protes Endah Mulainya Niat Untuk Ngentot dengan Gadis Desa "maaf abang g sengaja" " gimana bisa gak ngambil anggreknya? " kata ku.. " bisa bang….tapi Endah ngak bisa turun bang gimana nih?’ rengek Endah " ya dah pelan2 aja ada abang kok di bawah…." kata ku… sambil nahan tubuh nya Endah mulai turun. Aku lagi nahan tubuh Endah biar gak jatuh ternyata aku salah posisi berdiri sehingga aku terpeleset sehingga Endah juga ikutan jatuh reflek aja aku langsung melek Endah biar Endah gak kesakitan. Untung aku bisa nangkap Endah tapi posisi nya Endah diatas aku wajah kami saling berhadapan….aku gak tau kenapa kejadian posisi ini… lama sekali kita saling pandang entah apa yang di pikirkan Endah saat itu. aku juga gak karuan… disatu sisi aku merasa gak enak sama Endah dikira kurang ajar disatu sisi aku nyaman banget bisa mandang wajah Endah sedekat itu. Endah juga gak ada reaksi sama sekali… Endah masih dalam pelukan ku tangan ku melingkar di punggung nya sementara dada Endah mengimpit di dada ku… Entah siapa yang mulai bibir kita makin lama makin deket akhir nya bibir ku nempel sama bibir Endah.. ku pejam kan mata ku..nikam banget ku rasa baru pertama ku nyentuh bibir. lama bibir kita beradu tanpa reaksi apa2…enak banget. Tiba2 Endah tersadar. Endah bangun dan duduk disampingku takut Endah marah. "maaf bang Endah gak segaja jatuh kena tubuh abang deh.. maaf ya bang ….. " " gpp kok abang yang salah…" jawab ku tapi ku masih gak sadar dengan apa yang terjadi… tapi ini pertama kali aku merasakan ini sontak nafsu birahiku naik.. tapi ku bingung gimana caranya aku masih mandang wajah Endah sambil berkata Asyiknya Ngentot Bersama Gadis Desa "maaf yah abang gak segaja tadi nyium Endah bisa nyaman banget sih tadi di pelukan kamu" kata ku "gpp bang ku juga nyaman juga" jawab Endah "abang boleh gak nyium Endah lagi?" " abang sayang sama Endah" bisik ku… "Endah juga sayang sama abang, dah lama Endah suka sama abang" Langsung aja ku daratkan bibir ku di bibir Endah sambil aku peluk entah siapa yang mulai bibir kami saling berpagutan ku julurkan lidah ku dengan cepat Endah juga ngikutin permainanku lidah kami saling membelit tanganku gak tinggal diam meraba punggung Endah sementara tangan yang satu merepat pantat Endah…. "hmmmmm" desar Endah "terusin bang nikmat banget bang, baru kali ini Endah ngerasain ciuman enak juga ya bang?’ kata Endah "ya abang juga sama enak banget….? kata ku setelah 5 menit ciuman ku bisikan sama Endah… "abang boleh gak buka baju Endah?, abang pengen liat tubuh Endah boleh gak?" pinta ku…. "boleh kok bang Endah juga pengen disentuh sama abang" jawab Endah…. langsung aja ku buka baju Endah pertama kali ku liat bukit kembar terbungkus bra mulus banget …. "susu kamu indah banget" tutur ku "abang suka yah sama susu endah…?"jawab Endah "suka banget endah…. " jawab ku langsung aja ku selipkan tangan ku dibawah bra Endah ku remes2 susu nya Endah mulai mendesah…. "ahhhhhhh, nikmat banget bang" terusin bang……..ku lanjutin aktifitas ku ku buka bra Endah sekarang ku bisa mandang susu Endah yang mulus puting nya kecoklatan indah banget langsung aja ku kulum puting susu Endah sambil ku remas susu yang kiri… hmmmmmm nikmat bgt….."uhhhhhhhhhhh terisin bang enak banget bang" lenguh Endah….. adek ku semakin tegang ku makin bernafsu Endah juga mengimbangi bang Endah buka yah baju abang? "buka aja dah" sambil ku remas susu nya bergantian….. Nikmatnya Ngeseks dengan Endah ngak disangka Endah langsung bugil dihadapan ku ngak mau kalah ku juga buka celana aku langsung aja Endah kaget liat kejantanan ku yang ukuran nya diatas rata2. "besar sekali bang, baru kali ini Endah liat….? " "boleh Endah pegang gak bang? pinta Endah…. " pegang aja nin, kamu suka kan.,,,…..? ujar ku ngak dijawab aku kaget ternyata Endah ngulun punya ku ngak tau belajar dimana dia… uhhh nikmat banget ku ngak mau kalah langsung aja ku ambil posisi 69 ku juga jilatin memek nya Endah… dia mendesah ngak lama kemudian memek Endah basah….. " bang Endah pipis bang, ohhhhhhhhhh" kata Endah ternyata Endah udah klimak… ku balikin tubuh Endah langsung ku cium bibir nya "gmn sayang enak gak? bisik ku "enak banget bang…..Endah sayang sama abang…." ujar Endah "abang masih belum nih, abang masukin yah ke memek Endah..?" rengek ku minta persertujuan Endah "masukin aja bang Endah juga pengen bikin abang puas…." ujar Endah Endah langsung ambil posisi dibawah ku…. "endah buka paha nya yah biar abang gampang masukin nya" ujar ku "ya bang….." langsung aja ku arah kan kontol ku ke memek nya Endah…. susah sih sempit banget lubang nya lama juga ku usahain tapi baru ujung nya doang yang masuk….. "aduhhh pelan2 dunk bg sakit neh"ringis Endah… "sabar sayang bentr kok ntr juga enak sayang" bujuk ku sambil ku kulum bibir Endah…. ku diamin saja dulu sesudah ku tekan pelan2 kontolku serasa di pijit semakin dalam baru setengah nya ohhh nikmat banget. ku tahan bentar sesudahnya merasa nyaman.. langsung ku tekan lagi… "owwwwwwww" Endah teriak "tahan bentar bang" "kontol abang gede banget sih tapi enak bang" Puncaknya seks Bersama Dengan Endah setelah Endah ngak kesakitan lagi baru mulai ku goyang2. "terus bg enak banget bang" Endah mulai nyaman…. ku goyang perlahan semakin lama semakin cepat… "ohhh enak bangt bang terusin bang ohhhh ohhh" "memek mu enak dah " Goyang terus bang pinta Endah….. ku sibuk genjot Endah ohhhhhhh nikmat banget setelah 15 menit ada yang mau keluar kayak nya ku mau klimaks…. "bang cepetan bang Endah mau pipis lagi neh" ujar Endah "sabar sayang abang juga kita barengan yah sayang?" pinta ku ngak lama kemudian ku sampai klimaks crot crot crot sperma ku muncrat di liang vagina Endah…… kami pun terkulai lemas…… kita berpelukan sambil langsung mengenakan pakaian masing2 takut ada yang liat…. "makasih yah, abang sayang sama Endah" kataku "ya bang Endah juga sayang sama abang, enak banget bang kapan2 kita ulang lagi ya bang?" pinta Endah langsung aja aku iyain soalnya enak sih…. setelah itu kami pun kembali kerumah masing2 tentu nya ku sempat memberikan ciuman mesra pada bibir Endah… Endah i luv u

cerita ngesek paling hot